Aubameyang sudah berlatih dengan rekan-rekan barunya di Barcelona pada Selasa, 1 Februari 2022. Padahal, Barca baru meresmikan transfer Auba pada keesokan harinya.

Wajar kalau Auba ingin segera bertemu rekan-rekan barunya ini. Soalnya, ia baru saja menjalani transfer yang dramatis di bursa transfer musim dingin. Kepindahannya ke Spanyol hampir tak terjadi.

Arsenal enggan meminjamkan Auba kalau mereka harus membayar penuh gaji pemain berkebangsaan Gabon tersebut. Di sisi lain, Barca juga tak bisa mengeluarkan uang terlalu banyak untuk gaji pemain, karena regulasi FFP.

From Korea With Love Concert

Setelah melalui sejumlah diskusi, Arsenal dan Auba sepakat untuk mengakhiri kontrak mereka. Arsenal juga tidak mau menanggung gaji senilai 350 ribu paun perpekan, untuk pemain yang bahkan tak mengeluarkan keringat untuk mereka.

Berakhirnya kontrak Arsenal dengan Auba membuat Barcelona mendatangkannya secara gratis. Auba dikontrak hingga 30 Juni 2025 dengan dibekali klausul pelepasan senilai 83,4 juta paun.

Setelah resmi, Auba mengaku sangat bangga karena keluarganya punya darah Spanyol dari sisi ibunya. Kepada akun Twitter Barcelona, Auba merasa sangat bangga dan bahagia ada di sana.

“Tujuan utamaku adalah membantu tim danmemberi segala yang aku bsia bawa ke tim di Liga Champions. Aku bahagia bisa berada di sini dan aku akan mencoba untuk memberikan segalanya.”

“Sungguh luar biasa memilikinya (Xavi) sebagai pelatih. Dia telah menjadi pemain yang fantastis seperti yang semua orang tahu dan aku yakin sebagai pelatih dia akan memberikan kami sesuatu yang bisa kami pelajari,” tutur Auba.

Yang jadi pertanyaan: Mengapa Auba pindah ke Barcelona bahkan dengan status bebas transfer?

Karena Masalah Disiplin

Barangkali cuma sedikit orang yang memprediksi kepindahan Pierre-Emerick Aubameyang ke Barcelona pada Februari 2022. Ban kapten Arsenal yang melingkar di lengannya, membuat banyak orang terkejut dengan kepindahan tersebut.

Sejatinya, masalah Arsenal dengan Auba sudah muncul di akhir musim 2020/2021. Kala itu, Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, tak menurunkan Auba sebagai starter karena indisipliner. Masalah ini kemudian berulang pada pekan ke-16 musim 2021/2022. Auba tak diturunkan dalam laga melawan Southampton.

Tiga hari berselang, Arteta bahkan mencopot jabatan kapten dari Auba. Sejak saat itu, hubungan keduanya tak lagi sama.

Auba tahu kalau masa depannya di Arsenal tampak suram. Saat bursa transfer musim dingin dibuka, pemain berkebangsaan Gabon ini ingin tantangan baru dengan pindah ke klub lain.

Keinginan Auba juga disambut oleh Arsenal. Kala itu, opsinya adalah dengan dipinjamkan. Arsenal mungkin masih melihat kalau Auba masih punya peluang untuk mendatangkan keuntungan. Di sisi lain, mereka juga enggan menggaji pemain senilai 350 ribu paun perpekan, tapi hatinya sudah tak di Arsenal.

Kondisi ini mendapatkan sambutan hangat dari Barcelona. Mereka membutuhkan striker tambahan setelah Sergio Aguero memutuskan pensiun.

Arsenal dan Barcelona awalnya sepakat dengan Barca membayar penuh gaji Auba. Namun, tiba-tiba saja, Barca mengabarkan kalau mereka tak bisa membayar gaji Auba yang begitu tinggi karena terkendala aturan FFP.

Setelah melalui sejumlah pertemuan, Arsenal sepakat untuk memutus kontrak mereka dengan Auba. Ini yang membuat mantan pemain Borussia Dortmund tersebut berstatus bebas transfer. Sehingga, kepindahan Auba ke Barca adalah bebas transfer.

Di Barcelona, Auba menandatangani kontrak tiga setengah tahun. Ini membuatnya setidaknya akan berkostum Barca hingga musim 2024/2025.

Perjalanan yang Berliku

Aubameyang meninggalkan Arsenal setelah empat tahun di klub. Ia bergabung pada Januari 2018 dari Borussia Dortmund dengan memecahkan rekor transfer klub senilai 60 juta paun.

Auba telah mencetak 92 gol dari 163 penampilan untuk The Gunners dan membantu mereka menjuarai Piala FA 2020. Kontraknya sebenarnya masih ada 18 bulan lagi di Arsenal. Entah apa yang ada di pikiran Arsenal sampai memutus kontrak Auba begitu saja.

Namun, yang pasti Arsenal akan menghemat sekitar 25 juta paun dengan kepergian Aubameyang. Akan tetapi, sejumlah pundit saat itu khawatir karena Arsenal cuma punya dua striker murni yakni Eddie Nketiah dan Alexandre Lacazette.

Kaveh Solhekol dari Sky Sports bilang kalau kepindahan Auba adalah risiko besar yang diambil Arteta. Soalnya, Auba mungkin akan mencetak banyak gol bersama Barca. Nyatanya, Solhekol benar.

Dari 17 pertandingan La Liga, Auba berhasil mencetak 11 gol! ia menjadi top skorer Barca pada era tersebut dengan total mencetak 13 gol di semua kompetisi bersam Memphis Depay.

Akan tetapi, karier Auba di Barca tidak panjang karena ia cuma bertahan selama setengah musim. Pada awal musim 2022/2023 ini ia bergabung dengan Chelsea dengan nilai transfer 12,5 juta paun.