Kabar sedih datang dari dunia sepakbola perempuan. Walau masih dalam bentuk dugaan dan perlu penyelidikan lebih lanjut, cerita dari seorang pesepakbola perempuan asal Inggris, Katie Chapman, perlu mendapat perhatian lebih.

Dilansir dari Telegraph, Chapman yang merupakan salah satu pemain timnas Inggris dengan caps terbanyak, mengklaim bahwa ia mendapat diskriminasi dari pelatih Timnas Inggris, Mark Sampson. Diskriminasi tersebut dalam bentuk tidak memanggil Chapman untuk timnas perempuan Inggris setelah memberi tahu bahwa Chapman akan bercerai.

Chapman yang bermain secara profesional untuk Chelsea ini menilai bahwa perceraian menjadi salah satu alasan Sampson untuk tidak memilihnya. Di mana sejak bulan April tahun lalu, menandai tidak adanya pemanggilan untuk Chapman.

From Korea With Love Concert

Perempuan berusia 35 tahun dengan 3 anak tersebut mengklaim bahwa Sampson bahkan tidak berbicara dengannya selama 17 bulan. Meski mengatakan bahwa Sampson menyatakan dukungannya terhadap situasi yang menimpa Chapman.

Aksi Chapman ini memang perlu dibuktikan lebih lanjut, namun ternyata Sampson pernah juga mendapat kritikan dari pesepakbola perempuan lainnya, yaitu Eni Aluko dari Chelsea bulan lalu. Tuduhan tersebut adalah Sampson melakukan perundungan dan juga diskriminasi.

Tuduhan Aluko tersebut akhirnya dilanjutkan dengan dua kali investigasi, dimana Sampson menyangkal setiap tuduhan tersebut. Di mana salah satunya dengan melakukan pernyataan yang berbau rasis terhadap pemain Chelsea lainya, Drew Spence.

“Tuduhan-tuduhan ini telah melalui proses investigasi yang menyeluruh dan sekarang kita ada di posisi untuk melupakanya. Lebih lanjut lagi kita perlu melanjutkan pekerjaan keras untuk membawa kesuksesan di tim ini,” jawab Sampson atas tuduhan Aluko.

Chapman yang telah mencatatkan 94 caps sejak menjalani debut pada tahun 2000 silam, mengklaim bahwa performanya pada tahun ini cukup untuk membuatnya dipanggil oleh timnas Inggris untuk Piala Eropa.

“Saya tidak pernah mendapatkan waktu atau penjelasan dari Mark (Sampson) mengenai hal ini (pemanggilan). Sehingga saya jadi berpikir apa alasannya? Saya saat ini tengah dalam proses untuk bercerai. Jadi saya berpikir hal itu (perceraian) salah satu faktornya, karena harus mengurus anak dan hal lainnya,” kata Chapman yang bermain sebagai gelandang ini.

Empat tahun lalu, Chapman bercerita bahwa kontraknya sempat dibatalkan pada tahun 2010, setelah ia meminta izin waktu untuk mengurus anaknya ke manajer Inggris saat itu Hope Powell.  Insiden selanjutnya yang berkaitan dengan hal ini adalah ketika Chapman dipanggil Sampson untuk Piala Dunia 2014. Saat itu Chapman mengkritik Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) lantaran dinilai gagal membantu penjagaan anak-anak para pemain selama turnamen berlangsung di Kanada.

“Ketika saya harus menjalani tugas internasional, saya sendiri yang mengurusi urusan anak-anak. Seharusnya itu tidak menjadi masalah, namun saya pikir hal tersebut berpotensi menjadi alasan pelatih tidak memilih kami,” terang Chapman yang jua pernah berseragam Arsenal ini.

Lebih lanjut lagi Chapman mengatakan bahwa dirinya tidak menaruh kesal terhadap keputusan Sampson. Dimana dirinya menganggap bahwa segala yang mungkin menjadi kekhawatiran atau alasan Sampson untuk tidak memilihnya, telah ia urus.

“Kehidupan pribadi dan anak-anak saya bukanlah masalah yang melingkari hal tersebut. Saya tidak pernah menganggap mereka menjadi alasan. Saya tidak khawatir apa yang akan saya dapatkan (respon Sampson). Saya cukup terbuka dengan segala opini dan jika begitu juga sebaliknya,” lanjut Chapman.

Memilih Mundur dan Fokus Karir di Chelsea

Alih-alih mengambil pusing mengenai hal tersebut, Chapman yang mendapat pendidikan sepakbola dari Millwall ini mengatakan hanya akan fokus untuk karirnya di Chelsea saat ini.

“Jadi memang saya agak berjuang dari situasi itu. Tetapi daripada saya dibuat gila karenanya, lebih baik saya mundur dan lebih fokus untuk karir saya di Chelsea. Saya sangat bahagia jika bisa mewakili negara saya, namun saat ini tampaknya terlalu jauh untuk memperjuangkan itu.”

“Saya melindungi anak-anak saya semampu yang saya bisa. Saya akan katakan bahwa ini bukan karena mereka. Karena mereka sama sekali tidak berbuat kesalahan,” tutup Chapman.

Jika memang alasan Sampson untuk tidak memanggil Chapman adalah karena bercerai maka sungguhlah disayangkan. Lantaran kemungkinan besar tidak ada kasus bagi para pemain lelaki jika bercerai maka pelatih tidak memanggil mereka atau bahkan membatalkan kontrak.

Bagaimana menurut Anda?

Sumber : Telegraph.co.uk