Momentum Juara Boston Red Sox yang Harus Diikuti Liverpool

Foto: Berkshireeagle.com

Suasana di Miniute Maid Stadium bercampur aduk, ada yang larut dalam suka cita, ada yang terdiam dan meratapi. Dua gambaran kontras ini terjadi setelah Andrew Benintendi, Left Fielders Boston Red Sox menangkap bola hasil pukulan Tony Kamp, pemain Houston Astros. Di final World Series tersebut, yang menganut best of five, Boston keluar sebagai juara setelah mengalahkan Huston Astros 4-1.

Bergeser 4685 mil, Liverpool, klub dengan segudang sejarah di Inggris, kini sedang menikmati rekor belum terkalahkan mereka hingga pekan ke-11 Premier League. Mencatatkan 8 kali kemenangan dan 3 kali seri, Liverpool nyaman diposisi ketiga klasemen sementara. Selain Liverpool, ada Manchester City dan Chelsea yang belum menelan kekalahan sejauh ini.

Lalu apa kaitannya antara dua klub yang bahkan berbeda bidang olahraga ini? Kesamaan mereka ada di pemilik saham mayoritas kedua klub, yakni Fenway Sports Group di bawah John Henry dan Tom Werner.

Faktor Sejarah dan Nama Besar

Menilik Boston Red Sox dan kiprahnya di MLB, tentu tidak bisa dianggap sebelah mata. Berbeda dari kebanyakan tim bisbol di Amerika yang bersifat franchise, dengan diperjualbelikan atau berpindah tempat, Boston Red Sox tidak pernah diperjualbelikan sejak 1901. Boston Red Sox selalu berkandang di Boston dan tidak pernah berpindah hingga kini.

Selain nama besar, Boston Red Sox selalu diisi pemain dengan nama besar, yang paling terkenal adalah Babe Ruth. Selain kontroversinya pindah dari New York Yankees ke Boston Red Sox, Ruth adalah legenda di bisbol Amerika Serikat dan bagi kedua tim. New York Yankees memensiunkan nomor 3 sebagai penghormatan bagi pitcher andalan mereka, sedangkan Boston Red Sox dan MLB senada untuk memasukkan nama Bebe Ruth di Hall of Fame mereka.

Selain adanya sejarah kuat dan nama-nama besar yang memperkuat Boston Red Sox, secara kultur pun Red Sox sangat amat kuat dengan Kota Boston dan para penduduknya. Misalnya, grup musik beraliran Punk, Dropkick Murphys, yang berasal dari Boston, keseluruh personilnya merupakan fans dari Boston Red Sox. Mereka juga membuat beberapa lagu yang menunjukkan kecintaannya terhadap Boston Red Sox.

Mungkin terlihat seperti cocoklogi di mana Liverpool juga memiliki karakter serupa dengan Boston Red Sox. Prestasi, rekor, pemain bintang, hingga kultur kota Liverpool sangat kuat di klub ini. Tentu memang masih ada Everton sebagai klub lain dari Liverpool. Namun, kultur kota Liverpool masih lebih kuat di The Reds.

Boston Red Sox merupakan pemilik gelar juara World Series terbanyak ketiga di bawah New York Yankees dan Saint Loius Cardinal. Di Inggris, Liverpool merupakan klub dengan gelar Liga Inggris terbanyak kedua di bawah Manchester United, situasi yang nyaris serupa.

Persamaan lainnya, baik Boston Red Sox dan Liverpool pernah mengalami puasa gelar cukup lama. Apabila Liverpool terakhir merengkuh gelar divisi tertinggi di Inggris pada 1990, Boston bahkan lebih lama lagi. Terakhir kali mereka memenangi World Series adalah pada 1918, sebelum kembali menang pada 2004. Dengan kata lain, mereka puasa gelar selama 96 tahun lamanya!

Momentum Boston Red Sox dan Kebangkitan Liverpool

Boston Red Sox meraih gelar World Series dengan nyaris sempurna, di final American League Division, mereka menyingkirkan rival abadi mereka, New York Yankees. Tidak ada yang lebih manis selain gelar juara sekaligus mengalahkan musuh bebuyutan.

Momentum ini mestinya juga harus diikuti Liverpool. Pemain-pemain Liverpool saat ini jelas bukan sembarangan. Mempertahankan muka-muka lama seperti Mo Salah, Roberto Firminho, Sadio Mane, dan Virgil van Dijk, Liverpool juga memboyong pemain yang dibutuhkan untuk melengkapi puzzle mereka untuk musim ini. Alisson Becker didatangkan sebagai salah satu kiper termahal di dunia. Mereka juga memboyong Fabinho untuk memperkuat lini tengah mereka, ditambah filosofi Heavy Metal Football ala Klopp, sulit menemukan alasan apabila Liverpool gagal untuk menjadi juara.

Boston Red Sox musim ini, merupakan tim dengan gaji terbesar di MLB. Ini adalah harga yang sepadan dengan gelar juara mereka. Pun bagi Liverpool, pengeluaran mereka di bursa transfer pun juga merupakan salah satu yang terbesar musim ini. Bukti bahwa Fenway Group benar-benar berambisi untuk membawa Liverpool dan Boston Red Sox sebagai juara.

Kini Liverpool mestinya bisa meniru Boston Red Sox. Momentum yang Liverpool miliki jelas cukup besar, rasa haus meraih gelar, komposisi tim yang apik dan racikan dari Klopp akan menjadi faktor besar untuk membuat Liverpool juara musim ini.

Ada kesamaaan lain yang mungkin kontradiktif, bahwa baik Boston Red Sox dan Liverpool dari segi gelar total juara, adalah yang kedua di negara mereka masing-masing, diatas Red Sox ada rival mereka, New York Yankees, dan di atas Liverpool ada musuh abadi mereka, Manchester United.