OUR NETWORK

Congleton Town dan Kisah Penggemarnya yang Belum Mati

Sepakbola menyimpan sejumlah kejadian aneh, salah satunya yang dialami oleh Fred Cope, penggemar Congleton Town FC.

Congleton Town FC terletak di Chesire, Inggris. Kota Congleton merupakan salah satu kota utama di Chesire bersama dengan Chester sebagai ibukota dan Warrington sebagai kota dengan populasi terbanyak.

Congleton sendiri berdiri sejak 1901 silam. Namun, sepanjang berdirinya tersebut, Congleton tak kemana-mana. Mereka tak pernah mencapai liga profesional. Capaian tertingginya hanya mencapai divisi ketujuh Liga Inggris.

Akan tetapi, ini yang membuat Congleton spesial. Rataan penontonnya sejak era 2000-an cuma di angka 170-an orang. Sehingga para suporter bisa mengenal satu sama lain. Bahkan pada 2014 lalu, kepemilikannya diambil alih oleh para suporter.

Cope dan Congleton

Kisah ini terjadi pada Februari 1993 silam. Seperti diceritakan James Bartaby dari Under the League, Cope adalah fans terlama Congleton yang masih hidup. Usianya kala itu sudah 85 tahun. Namun, ia masih sering datang ke stadion.

Dalam budaya sepakbola Inggris, lumrah bagi para penonton untuk membeli atau mendapatkan match day programme, semacam informasi jelang pertandingan yang dicetak dalam bentuk selebara, tabloid, atau majalah. Congleton juga punya match day programme-nya sendiri yang diisi oleh Chris Phillips.

Di hari itu, Phillips baru akan membagikan matchday programme. Lalu ia mendengar kabar kalau Cope, suporter tertua dan terlama Congleton meninggal dunia. Karena kabarnya mendadak, Phillips langsung membuat obituari singkat yang ia staples di belakang programme.

Phillips pun berinisiatif memberitahu wasit untuk melakukan minute of silence sebelum kick off. 30 detik untuk Cope, dan 30 detik untuk kapten Inggris di Piala Dunia 1996, Sir Bobby Moore, yang wafat beberapa hari sebelumnya.

Pertandingan pun dimulai. Para pemain masuk lapangan dan mulai membentuk lingkaran. Sampai akhirnya, Cope tiba-tiba muncul! Ia belum meninggal!

Tidak seperti biasanya Cope datang terlambat. Dan ia melihat wajah penjaga tiket yang pucat karena berpikir dirinya sudah meninggal. Untuk menghindari rasa malunya, Phillips langsung mengubah tema minute of silence menjadi penghormatan hanya kepada Sir Bobby Moore.

Cope bingung karena ia melihat orang-orang menatapnya dengan aneh ketika tiba di Booth Street, kandang Congleton. Ia pun menemukan jawabannya ketika membaca programme yang ditambahkan orbituari tentangnya.

“Saya sudah merasa buruk selama minggu terakhir, tapi tak seburuk itu!” kata Cope.

Di hari itu, tidak ada kesedihan. Fans tertua mereka masih tetap hidup. Bahkan buat Cope itu adalah kesenangan. Soalnya, ia mendapatkan 10 paun dan sebotol wiski dalam pengundian saat turun minum!

Lalu hari itu pun tiba. Mantan supir ambulans tersebut wafat. Klub pun membuat minute of silence untuk kedua kalinya buat Cope. Tidak ada interupsi dalam minute of silence itu, meski ada beberapa dari suporter yang khawatir kalau-kalau kejadian aneh itu terjadi dua kali.

Loading...