Conor Henderson diramalkan akan menjadi pemain bagus, setidaknya untuk level Football League. Namun, kenyataan tak seindah khayalan.

Henderson bergabung dengan Arsenal pada usia delapan tahun pada 1999. Ia perlahan naik ke tiap kelompok umur. Sampai akhirnya, pada 2011, ia promosi ke tim utama dan bermain penuh selama 90 menit di Piala FA menghadapi Leyton Orient.

Manajer Arsenal, Arsene Wenger, menyebut kalau Henderson sudah pada tingkat yang dibutuhkan untuk main di tim utama. Sementara itu, Jack Wilshere menggambarkannya sebagai “The Next Irish Superstar”.

From Korea With Love Concert

Segala pujian itu tak langsung terwujud karena ligamen lutut Henderson cedera di musim panas itu. Sejak saat itu, ia tak pernah lagi bermain untuk Arsenal.

“Aku hampir 22 tahun (saat meninggalkan Arsenal) dan aku hanya membuat satu penampilan jadi ada perasaan kalau aku harus pergi, tapi tak ingin pergi,” kata Henderson dikutip dariĀ Planet Football.

Pada 2013, Henderson meninggalkan Arsenal dan bergabung bersama Hull City. Sialnya, ia kesulitan menembus tim utama dan beradaptasi dengan gaya main Hull. Ia bahkan dipinjamkan ke Stevenage tapi tetap tak memuaskan.

“Aku kesulitan beradaptasi pada apa yang klub lain mau dan cara mereka bermain. Dari usia delapan sampai 21 tahun, aku belajar untuk bermain satu arah, dan kemudian itu memukulku begitu cepat bahwa tak banyak tim lain yang main dengan cara ini tak tak banyak manajer yang ingin main dengan cara ini,” terang Henderson.

Hull yang tak puas kemudian melepasnya ke Grimsby Town. Sejak saat ini, kariernya terasa menurun drastis. Ia bergabung dengan tim semacam Crawley Town, Eastbourne Borough, Pirin Blagoevgard dan Dunarea Calarasi.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Kenangan di Arsenal

Henderson memang cuma main sekali di Arsenal, tapi hampir separuh karier sepakbolanya ia habiskan bersama The Gunners. Ia punya sejumlah kenangan seperti berlatih bersama Cesc Fabregas, Samir Nasri, Tomas Rosicky, dan pemain top lainnya. Apalagi, Henderson adalah fans Arsenal.

“Aku adalah seorang fans Arsenal, jadi untuk berlatih bersama orang-orang itu, berbicara dengan mereka, dan berintegrasi dengan mereka sungguh luar biasa,” kata Henderson.

Laga debutnya menghadapi Leyton Orient menjadi momen tak terlupakan baginya.

“Menjalani debutnya di Emirates dan memenangi pertandingan sungguhlah spesial. Aku menikmati segalanya tentang hari itu, dan sungguh hebat untuk membaginya bersama keluargaku setelahnya,” terang Henderson.

Sayangnya, cedera lutut membuatnya tak bermain sampai selama delapan bulan. Karena itu, ia memilih untuk keluar dari Arsenal.

Menemukan Rumah di Bulgaria

Karier Henderson menurun drastis setelah keluar dari Arsenal. Sulitnya adaptasi secara taktikal menjadi salah satu alasan. Sampai akhirnya ia bergabung dengan Pirin Blagoevgrad, kesebelasan dari Bulgaria pada 2017. Di sana, ia kembali merasa seperti di rumah.

Henderson awalnya tak menutup peluang main di luar negeri. Namun, kalau dia main bagus bersama Crawley di League One, ia sebenarnya ingin mencari tim di Divisi Championship. Akan tetapi, ia seperti tak menikmati lagi sepakbola dan merasa harus keluar dari Inggris.

Ia lalu bicara dengan seorang agen dan bilang kalau dirinya tak lagi tertarik main di Inggris. Ia ingin segera pergi dan main dimanapun di Eropa yang cocok dengannya.

Henderson kemudian mendapatkan saran dari mantan gelandang Watford, Ross Jenkins, yang bergabung bersama Pirin semusim sebelumnya. Henderson pun nurut.

“Hal pertama yang Ross katakan adalah, ‘Pergilah, kamu akan menikmatinya, mereka akan cocok untukmu.’ Dia punya banyak hal yang bisa dikatakan soal tim dan liganya dan bagaimana dia merasakan itu akan mendapatkan manfaat untukku ketimbang bertahan di Inggris.”

Pada 2019, Henderson meninggalkan Pirin, tapi tak pulang ke Inggris. Ia justru pindah ke Rumania dengan bergabung bersama Dunarea Calarasi. Saat Calarasi terdegradasi, Henderson kembali ke Pirin. Ia pun menyarankan pemain Inggris lainnya untuk pindah ke negara lain ketimbang main di divisi bawah Liga Inggris.

Sumber: Will Unwin dari Planet Football.