OUR NETWORK

Kazuyoshi Miura, Karena Usia Bukanlah Halangan untuk Bermain Bola

Yokohama FC memperpanjang kontrak salah satu penyerangnya, Kazuyoshi Miura, untuk musim 2021 ini. Tidak ada yang aneh sebenarnya dengan berita perpanjangan pemain. Namun, yang ini spesial, karena Miura akan berusia 54 tahun pada 26 Februari mendatang.

Miura yang dijuluki “King Kazu” adalah pencetak gol tertua di sepakbola profesional Jepang. Musim ini adalah musim ke-17 King Kazu bersama Yokohama, dan musim ke-36 sepanjang karier sepakbolanya.

J1 League sendiri akan bergulir pada 27 Februari atau sehari setelah ulang tahunnya yang ke-54. September lalu, ia menjadi pemain tertua dalam sejarah liga teratas di dunia, dengan usia 53 tahun 210 hari.

Di pertandingan menghadapi Kawasaki Frontale tersebut, Yokohama menang 3-2 dan Miura main selama 53 menit sebelum digantikan. Di lengannya juga terpasang ban kapten.

“Ketika saya melangkah ke lapangan, saya merasakan keinginan yang dalam untuk memenuhi tugas saya dan memanfaatkan perasaan semua orang di ban kapten itu,” kata Miura setelah pertandingan melawan Frontale tersebut.

Dalam pernyataannya lewat media klub, Miura berharap kalau harapan dan gairahnya untuk sepakbola akan terus meningkat, meski hanya main di tujuh pertandingan liga selama dua tahun terakhir.

“Musim lalu, saya merasakan kegembiraan bermain sepakbola di saat dunia menghadapi situasi sulit karena virus corona baru,” kata mantan pemain timnas futsal Jepang ini.

Gol terakhir Miura terjadi pada Maret 2017 dalam kemenangan 1-0 atas Thespakusatsu Gunma pada usia 50 tahun 14 hari, yang menjadikannya sebagai pesepakbola tertua di sepakbola Jepang yang bisa mencetak gol.

Pada musim 2019, ia membantu Yokohama mengamankan promosi ke J1. Akan tetapi ia hanya main empat kali pada musim 2020.

“Sejujurnya itu bukan musim yang memuaskan, tapi ambisiku dan rasa antusiasku pada sepakbola tengah meningkat. Aku akan bekerja keras setiap hari, dengan tujuan untuk berkontribusi atas kemenangan tim musim ini dengan bermain sebanyak mungkin,” kata King Kazu.

Miura mengawali kariernya di Santos pada 1986. Capaian karier ini cukup unik mengingat Miura sengaja terbang ke Brasil pada usia 15 tahun untuk meraih mimpinya menjadi pesepakbola profesional. Namun, ia lebih banyak bermain untuk Palmeiras.

Bermain di Brasil membuat namanya terangkat di Jepang. Saat J-League digulirkan pada 1993, ia menjadi wajah sepakbola Jepang. King Kazu bahkan menjadi pemain Jepang pertama yang meraih penghargaan Asian Footballer of the Year pada 1992.

Bersama timnas Jepang, Miura mencetak 55 gol dari 89 penampilan yang ia jalani dari 1990 hingga 2000. Bersama timnas Jepang pula ia menjuarai Piala Asia 1992. Ia adalah satu dari tiga orang yang bisa mencetak 50 gol buat timnas bersama dengan Kunishige Kamamoto dan Shinji Okazaki.

Loading...