OUR NETWORK

Ketika West Ham United Menjadi Juara Eropa

19 Mei 1965 menjadi hari yang paling menggembirakan bagi seluruh penggemar West Ham United. Pada tanggal tersebut, The Hammers menjadi juara Eropa dengan meraih titel Piala Winners pada musim kompetisi 1964/1965. Inilah gelar Eropa pertama sekaligus satu-satunya yang bisa mereka raih hingga saat ini.

Yang lebih spesial lagi, West Ham menjadi juara di London. Mereka mengangkat piala di stadion Wembley yang menjadi venue final. Stadion terbesar itu menjadi saksi ketika Alan Sealey membuat 1860 Munich pulang ke Jerman dengan tangis akibat dua golnya pada menit ke-70 dan menit ke-72.

Era 60-an menjadi masa-masa kejayaan mereka sebagai sebuah kesebelasan. Pada era tersebut mereka bisa mendapatkan trofi bergengsi dalam wujud Piala FA 1964. Pencapaian ini kemudian diteruskan dengan raihan Charity Shield (Community Shield) meski harus berbagi dengan Liverpool. Puncaknya dengan menjadi juara Piala Winners 1965.

Kiprah mereka diawali dengan mengalahkan K.A.A. Gent dengan agregat 2-1. Sempat menang 1-0 ketika bermain di Belgia, mereka justru bermain imbang 1-1 ketika balik menjamu Gent di Boleyn Ground. Beruntung, mereka lolos ke fase selanjutnya.

Skor tipis lagi-lagi mewarnai perjalanan West Ham. Mereka hanya menang agregat 3-2 ketika melawan Spartak Praha Sokolovo. Mereka bahkan nyaris tersingkir apabila Spartak bisa menambah satu gol lagi saat mengalahkan mereka 2-1 pada leg kedua. Satu-satunya yang menyelamatkan mereka saat itu adalah gol dari John Sissons pada leg kedua yang sempat membuat keunggulan melebar.

Baru pada babak perempat final mereka bisa mengalahkan lawannya dalam dua pertemuan. Yang menjadi korbannya adalah klub Swiss, Laausanne Sports. West Ham menang 2-1 pada leg pertama dan menang 4-3 pada leg kedua. Pada babak semifinal, giliran Real Zaragoza yang mereka kalahkan dengan agregat 3-2.

1860 Munich menjadi lawan West Ham di final. Dibandingkan dengan anak asuh Ron Greenwood tersebut, 1860 Munich tampak lebih layak diunggulkan untuk menang. Hal ini tidak lepas dari perjalanan mereka yang jauh lebih meyakinkan ketimbang West Ham. Mereka menang agregat 10-0 pada first round, menyingkirkan tim kuat Portugal, FC Porto, dan mengalahkan Torino pada babak semifinal.

Pada babak final, kedua kesebelasan sama-sama bermain menyerang. Sepakbola tempo tinggi diperagakan. Akan tetapi, tidak ada satu gol pun yang tercipta pada paruh pertama. Barulah pada menit ke-70, mereka bisa mencetak gol melalui Alan Sealey yang menyambut bola dari Ronnie Boyce. Bobby Moore kemudian menjadi arsitek gol kedua bagi Sealey dua menit kemudian. West Ham pun keluar sebagai juara Piala Winners untuk pertama kalinya.

“Final kala itu adalah permainan terbaik yang pernah saya mainkan. Rabu Malam di Wembley yang penuh dengan penonton. Tim Munich adalah tim yang bagus dengan pemain internasional. Rudi Brunnenmeier adalah pemain hebat, begitu juga dengan kiper mereka Petar Radenkovic,” kata Ronnie Boyce.

“Alan Sealey mencetak dua gol yang bagus, Tuhan memberkati dia. Menyenangkan rasanya bisa menjadi bagian dari tim pertama yang bisa memenangkan piala Eropa untuk West Ham United,” ujarnya menambahkan.

Keberhasilan West Ham menjadi juara tidak lepas dari sosok Ron Greenwood sebagai pelatih. Striker mereka, Geoff Hurst bercerita kepada situs resmi klub tentang betapa detailnya sosok Ron ketika mempersiapkan timnya sepanjang turnamen. Pelatih yang meninggal dunia pada 2006 ini juga selalu menegaskan kepada para pemainnya untuk yakin kalau mereka bisa menjadi juara.

“Ron selalu mempunyai pikiran, ‘Dapatkah, West Ham menjadi klub Inggris kedua yang menjadi juara Eropa?’ Dia selalu yakin kalau kami adalah yang terbaik di Eropa. Dia secara pribadi langsung menyaksikan pertandingan lawan kami segera setelah hasil undian muncul. Dia membuat beberapa dokumen untuk beberapa pemain dan memberi tahu masing-masing mengenai lawan mereka,” kata pembuat tiga gol pada final Piala Dunia 1966 ini.

Bagi Geoff Hurst apa yang dilakukan oleh Ron memberi wawasan yang luas bagi dirinya dan juga pemain lain. Dengan cara inilah mereka bisa paham mengenai kekuatan dan kelemahan dari pemain-pemain yang akan mereka temui di lapangan nanti.

Titel Piala FA 1964 dan Piala Winners 1965 menjadi persembahan Ron bersama West Ham United. Sayangnya, penampilan apik mereka pada ajang piala tidak bisa dilakukan ketika bermain di liga. Selama dilatih oleh Ron, prestasi mereka di liga domestik hanya finis pada peringkat keenam. Bahkan mereka finis di posisi ke-18 pada tahun terakhir Ron menjadi pelatih.

Meski begitu, Ron meninggalkan kesan yang cukup mendalam di mata pendukung West Ham. Hanya dia yang bisa membawa klub ini berjaya hingga level Eropa. Selain itu, Ron juga menjadi sosok dari munculnya beberapa pemain West Ham yang kemudian menjadi legenda tim nasional Inggris. Sebut saja Bobby Moore, Geoff Hurst, dan Martin Peters, tiga penggawa The Hammers yang menjadi aktor keberhasilan timnas Inggris menjadi juara Piala Dunia 1966.

Loading...