OUR NETWORK

Lahirnya Klub Baru Pada Hari Rabu

Pekan ini, Sheffield Wednesday bertekad untuk memberikan kemenangan saat menghadapi Walsall pada babak pertama Piala Liga. Kemenangan tidak hanya berarti mereka akan melangkah ke fase selanjutnya, namun kemenangan pada laga ini juga menjadi hadiah istimewa bagi mereka yang pada 4 September lalu berulang tahun ke-153.

Mundur jauh ke tahun 1816. Saat itu, sebuah klub kriket dengan nama Wednesday Cricket Club dibentuk. Sebelumnya, sejarah mencatat kalau Wednesday berdiri pada tahun 1820. Namun, sebuah artikel pada majalah Bell’s Life pada tahun 1842 menyebut kalau tim ini berdiri pada tahun 1816.

Nama Wednesday pada nama mereka memang memiliki keterkaitan dengan hari Rabu. Pada hari tersebut, beberapa anggota pendiri klub tersebut mendapatkan hari libur mereka. Pada hari Rabu tanggal 4 september 1867, sebuah pertemuan bertempat di Hotel Adelphi memutuskan untuk membentuk sebuah tim sepakbola bernama Sheffield Wednesday FC.

Yang menarik, tujuan dibentuknya klub sepakbola ini hanya untuk membuat para pemain kriket ini bisa menjaga kebugarannya selama musim dingin. Tak disangka, proposal tersebut menarik perhatian lebih dari 60 anggota yang menyetujui dibentuknya klub sepakbola tersebut.

“Sheffield Wednesday Cricket Club and Football Club. Pada rapat umum yang diadakan di Hotel Adelphi, diputuskan untuk membentuk sebuah klub sepakbola dengan tujuan untuk menjaga kebersamaan selama musim dingin bagi para anggota klub kriker ini. Dari banyaknya suara hingga keinginan untuk membentuk klub, maka ada banyak alasa untuk berharap bahwa klub ini bisa menempati peringkat pertama,” ujarnya. Pada 19 Oktober di tahun yang sama, mereka memainkan pertandingan pertamanya. Bermain menghadapi The Mechanics, mereka menang dengan skor 3-0 dan 4-0.

Pada 1 Februari 1868, mereka memainkan pertandingan sepakbola kompetitif pertama mereka saat bermain di Piala Cromwell. Ajang ini digagas oleh Oliver Cromwell dan berisi empat kesebelasan yang baru dibentuk. Tidak disangka, Wednesday menjadi pemenang setelah mengalahkan The Garrick Club yang merupakan tim Cromwell sendiri dengan skor 1-0 di Bramall Lane.

Delapan tahun kemudian, sebuah turnamen bernama Sheffield FA Challenge Cup digelar untuk pertama kalinya. Kali ini, Wednesday kembali menjadi juara setelah mengalahkan Heeley dengan skor 4-3 setelah perpanjangan waktu. Pada 1879, mereka menjadi juara Piala Wharncliffe. Sejak saat itu, Wednesday pelan-pelan mulai menjadi kekuatan yang begitu dominan di kota Sheffield.

Seiring berjalannya waktu, sepakbola pelan-pelan mulai berkembang menjadi olahraga yang populer di Inggris. Begitu juga dengan kekuatan Sheffield yang juga ikut berkembang. Pada tahun 1882, tim sepakbola Wednesday ini memilih untuk berpisah dengan tim kriker yang sebelumnya menjadi pendiri mereka. Hingga kemudian pada tahun 1925, klub kriket ini menghilang. Nama Sheffield Wednesday kemudian mereka gunakan sejak tahun 1929.

Pada 1889, The Owls, julukan mereka, menjadi anggota pendiri dari Football Alliance. Saat itu, proposal mereka untuk bergabung dengan Football League mendapat penolakan. Mereka bahkan sempat menjadi juara liga pada partisipasi pertama mereka di Alliance dan sukses melangkah hingga final Piala FA sebelum kalah dari Blackburn Rovers.

Tiga tahun kemudian, mereka resmi bergabung sebagai anggota Football League. Mereka menyelesaikan kompetisi saat itu pada peringkat ke-11. Pelan-pelan prestasi mereka kemudian meroket. Dari posisi ke-12, mereka finis pada posisi 8 dan kemudian finis pada posisi 7 pada tahun 1896. Pada musim yang sama, mereka meraih gelar mayor pertama sepanjang sejarah yaitu Piala FA setelah mengalahkan Wolverhampton Wanderers dengan skor 2-1.

Meski sempat terdegradasi, sebelum akhirnya kembali promosi semusim kemudian, prestasi Sheffield terus meroket. Secara mengejutkan mereka meraih gelar Liga Inggris secara beruntun pada 1903 dan 1904. Tiga tahun kemudian, gelar Piala FA kedua kembali diraih. Namun sejak saat itu, prestasi tim ini terus merosot. Barulah pada musim 1929 dan 1930 mereka menjadi juara liga dan kembali meraih Piala FA pada 1935.

Sejak saat itu, tim ini kesulitan untuk mengulang kembali prestasi terbaiknya dan mulai menjadi tim yang rajin promosi dan degradasi. Namun pada 1991, mereka membuat kejutan setelah mengalahkan Manchester United pada final Piala Liga dengan skor 1-0. Pada 1992, tim ini menjadi salah satu pendiri dari kompetisi Premier League setelah berhasil meraih tiket promosi.

Sempat bertahan selama delapan musim, mereka akhirnya terdegradasi pada musim Premier League 1999/2000. Meski menjadi salah satu kesebelasan tertua di Inggris yang masih eksis, namun sejak saat itu, The Owls tidak bisa lagi meraih prestasi dan pelan-pelan namanya mulai tenggelam.

Meski jarang meraih prestasi, namun Sheffield Wednesday memiliki pemain-pemain yang tampil apik bagi klub tersebut. Tiga diantaranya adalah Chris Waddle, Benito Carbone, dan Paolo Di Canio. Chris bermain empat musim dan mengumpulkan lebih dari 100 pertandingan. Begitu juga dengan Benito Carbone. Sedangkan Paolo Di Canio tampil apik pada musim pertamanya memperkuat Sheffield pada 1997/1998 dengan mencetak 14 gol. Bersama Sheffield Wednesday pula, Di Canio terlibat insiden konyol dengan wasit Paul Alcock. Saat melawan Arsenal, ia mendorong Paul hingga terjatuh yang membuatnya menerima larangan bermain selama 11 pertandingan.

Loading...