OUR NETWORK

7 Bintang Arsenal yang Hengkang Demi Trofi (1)

Manchester United berhasil mendapatkan bintang Arsenal Alexis Sanchez dalam paket pertukaran dengan Henrikh Mkhitaryan di bursa transfer musim dingin Januari 2018, setelah klub rival berjuluk The Gunners itu tidak mampu lagi ‘menyelamatkan’ sang winger karena tak mau menandatangani kontrak perpanjangan. Andalan tim nasional Chile ini resmi memakai seragam merah The Red Devils bernomor punggung ‘7’ di laga Piala FA kontra Yeovil Town, tiga setelah proses transfernya selesai.

Namun, banyak yang menyebut kepindahan Sanchez ke Old Trafford hanya perkara uang, meski dia membantah. Pemain 29 tahun itu menyebut salah satu alasan bergabung ke United, karena ingin jadi juara.

“Saya datang ke sini untuk memenangkan banyak hal. Saya meninggalkan Arsenal karena ingin lebih berkembang dan bertumbuh sebagai pemain. United klub besar dalam skala global. Saya datang ke sini untuk memenangkan semuanya,” ungkap Sanchez dilansir Sky Sports akhir pekan lalu.

Alasan yang sama juga pernah membawa bintang Arsenal lain, Robin van Persie ke tim Setan Merah pada musim panas 2012. Padahal, eks striker tim nasional Belanda itu sudah menghabiskan delapan musim di Emirates Stadium, markas Arsenal. Namun, Van Persie memang hanya mendapatkan trofi Piala FA dan Community Shield, sama seperti Sanchez meski punya tiga trofi. Akhirnya, sang bomber pun bisa juga merasakan jadi juara Premier League Inggris di musim perdananya pada 2012/2013.

Menariknya, tak hanya Sanchez dan Van Persie yang pernah meninggalkan klub dengan julukan The Gunners itu karena tidak kunjung juga menjadi juara di liga domestik. Berikut tujuh bintang lainnya.

  1. Nicolas Anelka (1999)

Nicolas Anelka besar bersama Arsenal, meski karier profesionalnya sebagai pesepakbola dimulai dari klub Ligue 1 Prancis, Paris Saint-Germain sejak awal musim 1995/1996. Februari 1997, dia diboyong ke Highbury, markas Arsenal masa itu, saat usianya belum genap 18 tahun.

Musim berikutnya, sang penyerang pun mulai mendapatkan kesempatan bermain secara reguler dan menjadi bintang muda, hingga memenangkan trofi Premier League dan Piala FA musim 1997/1998 itu, serta Charity Shield.

Namun, Anelka yang masih muda berambisi mengangkat trofi yang lebih bergengsi. Dengan modal 17 gol di liga 1998/1999, dia pun menerima pinangan raksasa La Liga Spanyol, Real Madrid pada Juli 1999.

Arsenal memang untung besar dalam kepindahan eks striker tim nasional Prancis itu hingga 35 kali lipat, meskipun harus kehilangan calon bintang besar. Sementara Anelka malah gagal bersinar di Madrid, namun dia berhasil merasakan jadi juara Liga Champions sekali hingga kariernya berakhir.

  1. Ashley Cole (2006)

Mantan bek kiri andalan tim nasional Inggris ini juga mulai jadi bintang sepakbola bersama Arsenal, setelah promosi dari akademi pada Juli 1999. Sempat menjalani masa peminjaman di Crystal Palace selama enam bulan, Ashley Cole pun mulai dipercaya turun di skuat utama pada musim berikutnya.

Dia bertahan selama tujuh musim hingga Agustus 2006, dan kemudian menyeberang ke klub musuh sekota dari London barat, Chelsea ketika dirinya akan diproyeksikan menjadi kapten baru Arsenal.

Cole sebenarnya sudah memenangkan trofi mayor Premier League dua kali dan tiga kali juara Piala FA, serta Community Shield. Namun, ada satu trofi yang belum pernah diciumnya, Liga Champions.

Bersama klub barunya berjuluk The Blues, dia akhirnya menjadi juara Liga Champions 2011/2012, dan disusul Liga Europa 2012/2013, sebelum pindah ke Italia bersama AS Roma pada 2014, dan kini bermain untuk klub Amerika Serikat LA Galaxy sejak 2016 meskipun dirinya sudah berusia 37 tahun.

  1. Emmanuel Adebayor (2006)

Setelah pernah menembus laga final Liga Champions 2003/2004 bersama raksasa Ligue 1 Prancis, AS Monaco, penyerang jebolan akademi Metz di kompetisi negeri Menara Eiffel ini pun hijrah ke Inggris dan bergabung dengan Arsenal di Januari 2006.

Emmanuel Adebayor sempat menghabiskan waktu 1,5 musim, sebelum benar-benar mampu membuktikan kualitasnya. Dia akhirnya jadi ujung tombak klub London Utara itu di musim 2007/2008, dan duduk di peringkat dua top scorer Premier League.

Sayangnya, kapten tim nasional Togo itu gagal meraih gelar. Dia lalu pindah ke Manchester City pada musim panas 2009, di awal ekspansi Abu Dhabi dengan membangun skuat bertabur bintang di klub rival sekota United itu.

Namun, Adebayor tidak juga mendapat trofi, hingga dipinjamkan ke Madrid pada Januari 2011 dan sukses mengangkat trofi Copa del Rey akhir musim 2010/2011. Itulah satu-satunya trofi yang pernah dimenangkan Adebayor hingga kini bermain di Turki dalam usia 33 tahun.

Baca bagian keduanya di sini.

Loading...