OUR NETWORK

Rekrutan Aneh Manchester City (1): Nama Besar di Masa Lalu

Manchester City punya dana yang memadai untuk mendatangkan siapapun yang mereka mau. Akan tetapi, ada sejumlah transfer menarik yang membuatnya unik.

George Weah

Weah adalah salah satu pemain terbaik yang pernah diproduksi Afrika. Puncak kesuksesannya diraih ketika ia membela AC Milan pada periode 1995-2000. Ia pun berhasil mengantarkan Milan meraih dua trofi Serie A.

Weah dipinjamkan ke Chelsea pada musim dingin 2000. Namun, ia tak dipermanenkan oleh The Blues di akhir musim.

Setelah kontraknya di Milan habis, Weah pindah ke Manchester City yang waktu itu baru promosi. Ia dikontrak dengan gaji senilai 30 ribu paun perpekan dengan durasi dua tahun.

Weah relatif sukses di City. Ia main di 11 pertandingan dan mencetak empat gol. Akan tetapi, pada 16 Oktober 2000, ia memilih pergi dari City. Alasannya karena perbedaan pendapat dengan sang pelatih, Joe Royle, yang terlalu sering mencadangkannya.

Daniel van Buyten

Karier Van Buyten jelas bersinar ketika membela Bayern Munchen. Ia meraih double kompetisi domestik pada 2007/2008, 2009/2010, 2012/2013, dan 2013/2014. Ia juga mengantarkan Munchen menjuarai Liga Champions pada 2012/2013.

Banyak yang tak sadar kalau Van Buyten sebenarnya pernah bermain untuk Manchester City. Saat masih membela Marseille, ia dipinjamkan selama setengah musim ke City pada 2004.

Di City, Van Buyten tampil bagus bahkan mendapatkan pujian dari pelatihnya, Kevin Keegan. Akan tetapi, di akhir musim, Keegan memilih tak mempermanenkannya. Bukan karena ia cuma main enam kali, tapi karena Keegan merasa kalau potensi Van Buyten akan mengantarkannya ke klub besar suatu hari nanti.

Tentu saja, prediksi Keegan tepat.

Frank Lampard

Lampard adalah legenda Chelsea, tidak ada yang meragukannya. Tentu menjadi aneh saat melihatnya berkostum biru langit milik Manchester City. Ini benar terjadi pada musim 2014/2015.

Chelsea mungkin merasa kalau Lampard sudah terlalu tua untuk menjadi mesin lini tengah mereka di usia 36 tahun. Namun, Lampard justru menunjukkan kualitasnya di City sebagai pemain utama. Ia main di 32 laga Premier League dengan mencetak enam gol. Salah satu golnya dicetak ke gawang klub yang membesarkan namanya.

Di City, sayangnya Lampard tak mendapatkan apa-apa, kecuali air mata yang ia keluarkan ketika “merayakan” gol penyama kedudukannya ke gawang Chelsea tersebut.

David Seaman

Seaman dikenal ketika membela Arsenal pada periode 1990-2003. Ia adalah bagian dari kejayaan The Gunners di Premier League. Sepanjang 12 musim, ia bermain di total 564 pertandingan. Ia meraih tiga gelar liga, empat Piala FA, dan satu Piala Winners.

Saat kontraknya habis pada akhir musim 2002/2003, Seaman berpikir untuk pensiun. Akan tetapi, ia bertemu dengan Kevin Keegan yang mengajaknya bergabung bersama The Citizens.

Seaman tetap diturunkan di usianya yang ke-40. Ia bermain di 19 pertandingan Premier League sebelum akhirnya pensiun dini. Alasannya? Karena cedera bahu yang tak kunjung sembuh.

Pensiun dini tersebut langsung di-acc karena City punya penggantinya yang tak kalah bagus: David James.

Peter Schmeichel

Schmeichel berjaya bersama Manchester United. Ia menjadi kiper utama saat United meraih treble winners pada 1999. Selain trofi Liga Champions, ia juga mempersembahkan lima gelar Premier League.

Momen treble itu sekaligus mengakhiri kariernya bersama The Red Devils. Di usia 36 tahun, ia mengaku pada rekan-rekannya untuk segera pensiun. Karena itu, ia pindah ke Sporting di Portugal, jauh dari hiruk pikuk pemberitaan.

Namun, ketika kontrakya habis pada Juni 2021, Schmeichel justru kembali ke Inggris, lebih tepatnya ke Aston Villa. Kariernya cuma berjalan selama semusim, sebelum ia pindah secara kontroversial ke Manchester City.

Satu musimnya di Manchester City sudah membikin suporter United kesal. Apalagi dalam Derby Manchester, United tak pernah menang! Schemeichel kemudian mengumumkan masa pensiunnya pada April 2003.

Di City, Schmeichel tak mendapatkan apa-apa. Akan tetapi ia berinvestasi dengan menyekolahkan anaknya, Kasper, ke akademi The Citizens.

Sumber: Planet Football

Loading...