Skuad Muda Borussia Dortmund di Final Liga Champions 2012/2013

10 tahun yang lalu, Borussia Dortmund berhasil menembus final Liga Champions 2012/2013. Itu jadi final pertama mereka, setelah kemenangan 1996/1997 yang sudah berlalu 16 tahun. Dengan skuat saat itu, yang dipenuhi bakat muda, Die Borussen tampil mengejutkan. Sayangnya, mereka takluk di tangan musuh senegaranya, Bayern Munchen dalam final di Stadion Wembley pada 25 Mei 2013 itu.

Kekalahan itu pun menambah lengkap penderitaan setelah gagal mempertahankan gelar Bundesliga Jerman yang dimenangkan dalam dua musim beruntun. Meski begitu, perjalanan mereka musim itu telah menghibur fans; mengalahkan Ajax, Manchester City, hingga Real Madrid dalam perjalanannya. Berikut ini profil skuad muda Dortmund yang bermain di final Liga Champions 2012/2013 tersebut.

Roman Weidenfeller

Sang kiper adalah kapten tim, sekaligus pemain senior dalam starting line-up malam itu, belum genap 32 tahun. Tetapi, Weidenfeller masih lebih muda setahun dibanding dua pemain tertua di Dortmund. Setelah 2013 dia bertahan lima musim lagi sebelum pensiun dengan 453 penampilan di semua ajang.

Lukasz Piszczek

Pemain internasional Polandia usia 27 tahun saat itu menjadi bek kanan andalan pelatih Jurgen Klopp sepanjang musim tersebut. Piszczek pun bertahan cukup lama bersama Dortmund, hingga 11 tahun. Musim panas 2021, dia pulang kampung dan bergabung dengan Goczalkowice-Zdroj sampai saat ini.

Mats Hummels

Hummels masih bermain bersama Dortmund hingga kini, di usia 34 tahun. Tetapi, bek yang lahir dari akademi Munchen itu sempat pulang ke klub lamanya selama 2016-2019 setelah berseragam Kuning-Hitam selama tujuh musim, sebelum kembali ke Signal Iduna Park dan bertahan sampai sekarang.

Neven Subotic

Rekan Hummels di jantung pertahanan Der BVB malam itu, dan sepanjang musim tersebut, sama-sama masih 23 tahun. Subotic, yang juga bek internasional Serbia itu pergi pada 2018, setelah 10 tahun bersama Dortmund. Dia sempat ke Prancis dan Turki, sebelum pensiun di Austria pada 2021.

Marcel Schmelzer

Bek kiri idola, produk akademi Dortmund dan terus bertahan di klub selama 14 tahun hingga gantung sepatu pada 2022. Schmelzer, yang di final malam itu masih 25 tahun, memainkan 367 pertandingan dengan tujuh gol sepanjang kariernya bersama tim utama, termasuk saat menjadi kapten 2016-2018.

Ilkay Gundogan

Dari deretan starting line-up Dortmund di final ini, Gundogan termasuk salah satu yang paling sukses. Gelandang 22 tahun yang mencetak satu-satunya gol timnya pada laga itu bermain sepanjang 2011-2016 sebelum sukses besar di Manchester City, dan sejak musim panas ini bergabung ke Barcelona.

Sven Bender

Sama seperti Gundogan, Bender jadi andalan lini tengah Dortmund malam itu, meski dia lebih jarang mendapat kesempatan di timnas Jerman. Saat itu, alumni akademi 1860 Munchen tersebut usia 24 tahun, bergabung sejak 2009, lalu pindah ke Bayer Leverkusen pada 2017 dan pensiun pada 2021.

Jakub Blaszczykowski

Salah satu pemain yang tergolong senior di starting line-up Dortmund pada laga final itu, memasuki usia 28 tahun. Blaszczykowski bermain sebagai winger kanan, termasuk di timnas Polandia. Setelah sembilan tahun, dia pindah ke Wolfsburg pada 2016 sebelum pensiun di Wisla Krakow pada 2023.

Kevin Groẞkreutz

Groẞkreutz, yang saat itu akan berusia 25 tahun, sebenarnya memiliki posisi asli bek kanan. Tapi, di laga malam itu dia dimainkan sebagai winger kiri. Pemain internasional Jerman itu bertahan selama periode 2009-2015, pindah ke beberapa klub, sebelum kariernya terjun ke liga amatir hingga kini.

Marco Reus

Gelandang serang ini termasuk setia, meski sebelumnya sempat main di klub lain. Sebenarnya Reus lahir di akademi Dortmund, tapi dia pindah ke klub kecil, lalu bersama Borussia Monchengladbach pada 2009-2012, sebelum kembali ke Dortmund usia 23 tahun pada 2012 dan bertahan hingga kini.

Robert Lewandowski

Selain Weidenfeller dan Reus, ini pemain Dortmund dengan penampilan terbanyak pada musim itu, sekaligus top scorer tim dengan 36 gol dalam 49 laga di semua ajang. Lewandowski, saat itu masih 24 tahun, pindah ke Munchen pada 2014, lalu ke Barcelona pada 2022 dan masih aktif sampai saat ini.

Nuri Sahin

Gelandang kelahiran Jerman berkebangsaan Turki ini hanya bermain sebentar di final malam itu. Saat itu, dia usia 24 tahun, baru masuk saat injury time babak kedua. Sahin, yang meski tumbuh bersama Dortmund tapi berstatus pinjaman dari Madrid musim itu, bergabung di bursa transfer musim dingin.

Julian Schieber

Seperti Sahin, striker 24 tahun ini juga masuk sebagai pengganti jelang akhir laga. Makanya, Schieber yang baru direkrut dari Stuttgart di awal musim, tak bisa berbuat banyak. Dia pun jarang mendapat kesempatan main, hingga pindah ke Hertha Berlin pada 2014, dan pensiun di Augsburg pada 2021.

Manajer: Juergen Klopp

Kapasitas Klopp sebagai pelatih muda berbakat berkembang di Dortmund, masih 45 tahun di laga final malam itu. Sebelumnya, dia hanya melatih Mainz 05 dan promosi ke Bundesliga 2004/2005. Pada 2008, direkrut Dortmund dan bertahan tujuh musim, sebelum bersama Liverpool sejak 2015.

Sumber: Balls.ie, Wikipedia,