Mengenang Pahlawan Terakhir Wigan, Callum McManaman

Hanya mencetak satu gol dari 24 penampilannya sepanjang 2018/2019, Wigan Athletic resmi melepas Callum McManaman dari DW Stadium. Dengan kepergian McManaman, punah sudah semua pemain yang berhasil menjuarai Piala FA 2013 bersama Roberto Martinez. McManaman adalah yang terakhir. Kenyataannya, ini adalah kedua kalinya ia meninggalkan DW Stadium.

McManaman pertama pergi pada Januari 2015. Menerima kontrak tiga tahun bersama West Bromwich Albion (WBA), kembali ke Premier League dan membiarkan Wigan terdampar di divisi dua Inggris, Divisi Championship.

“Saya sangat senang bisa mendatangkan McManaman. Dirinya akan menambah opsi menyerang kita dan saya sudah tidak sabar mengasuh dirinya,” kata Tony Pulis yang ketika itu masih menangani the Baggies.

Saat McManaman dibeli WBA dengan dana 4,75 pauns, penampilannya bersama Wigan di Piala FA masih segar diingatan penikmat sepakbola Inggris. WBA bahkan bukan satu-satunya kesebelasan yang ingin mengangkat McManaman dari Championship. Newcastle United juga mengincar jasanya.

Lagipula setelah menjadi sensasi bersama Wigan, siapa yang tak mau melihat McManaman kembali di Premier League?

Berkat penampilannya selama diasuh oleh Martinez, McManaman bahkan menjadi rebutan tim nasional Inggris dan Republik Irlandia. Ia memiliki keturunan Irlandia dari neneknya. Roy Keane dan Martin O’Neill pun ingin melihat McManamank mengenakan seragam hijau ketimbang putih.

Sebelum Jack Grealish dan Declan Rice, McManaman yang jadi rebutan kedua negara itu.
Tapi semua memiliki alasan yang jelas.

Pujian dan Pengakuan

Foto: Zimbio

McManaman memang terlihat seperti talenta sensasional. Bukan hanya Manchester City saja yang pertahanannya dia rusak. Tottenham dan Everton merasakan hal yang sama. Tottenham zaman Gareth Bale!

“Saya senang melihat McManaman bersama Wigan. Dia menjadi pemain percaya diri. Talentanya benar-benar dimaksimalkan dengan baik oleh the Latics,” kata Stuart Pearce yang memanggil McManaman ke tim U21 Inggris.

“Ada beberapa pemain yang kami pantau. McManaman salah satunya. Dia jelas memberi kontribusi besar untuk Wigan. Masalahnya ia mengalami cedera. Kita lihat saja apakah selama dirinya belum pulih, ada pemain lain yang bisa memukau,” kata nakhoda the Three Lions saat itu, Roy Hodgson.

Talenta McManaman sudah tercium oleh Martinez sejak 2011. Oleh karena itulah dirinya dikirim ke Blackpool sebagai pemain pinjaman. “Anda bisa lihat sendiri bahwa sentuhan McManaman bagaikan sebuah sihir. Ia memiliki talenta. Talenta yang masih mentah dan perlu diasah,” buka Martinez.

https://www.youtube.com/watch?v=Qt6JPjonNVc

“Saat dirinya sudah siap, dia pasti akan mendapatkan kesempatan bermain dan jadi bagian penting untuk Wigan. Mirip dengan kasus Leighton Baines,” kata mantan pemain Swansea City itu. Janji itu ditepati Martinez dua tahun kemudian.

Masa-masa terbaik dalam karier McManaman. Meski hanya sebentar. Setelah mencetak gol di tiga pertandingan Piala FA secara beruntun, Martinez mulai memberi McManaman tempat utama pada partai Premier League. Selama 2012/2013, ia tampil 30 kali dan terlibat dalam sembilan gol di tiga kompetisi berbeda.

Daily Mail bahkan mengatakan bahwa McManaman punya peluang untuk pulang ke tim kesayangannya, Everton. Klub yang melepas talentanya setelah sembilan tahun main di akademi. Harapan untuk melihat McManaman menjadi pemain besar masih hidup sekalipun Wigan turun ke Championship.

“Saya masih terpukul setelah dilepas Everton. Saya menghabiskan waktu yang cukup lama di sana. Sampai sekarang saya masih memantau mereka,” aku McManaman.

Besar Kepala

Foto: ITV

Sialnya segala pujian yang diterimanya dalam waktu singkat seakan memenuhi kepalanya. Pulis yang awalnya senang menandatangkan McManaman ke WBA kesal melihat kelakuan pria berpostur 174 centimeter itu di lapangan.

“Saya senang melihat keputusan wasit [tidak memberikan penalti]. Pemain Southampton sama sekali tidak menyentuh McManaman. Saya harus bicara dengan dia soal ini,” aku Pulis setelah McManaman melakukan diving. Seakan meminta ‘Messi/Ronaldo Treatment’ dari wasit.

Padahal sejak masih di Wigan, Martinez sudah memperingatkan McManaman untuk tidak terbawa suasana. “Saya tahu Callum [McManaman] adalah pemain dengan penuh talenta. Akan tetapi, terlalu banyak sorotan yang datang pada dirinya. Dia jadi sangat menggebu-gebu saat bermain. Oleh karena itulah beberapa kali saya mencadangkan dirinya,” ungkap Martinez.

Sudah enam tahun berlalu sejak McManaman menjadi buah bibir di Premier League. Kini ia resmi pergi dari Wigan. Talentanya tak pernah memenuhi ekspektasi. Entah karena cedera, besar kepala, atau keduanya.

Tapi McManaman seperti tak menyesal dengan perjalanan kariernya yang menurun. Dirinya bahkan membuka peluang kembali ke Wigan (lagi) di lain waktu.

“Terima kasih kepada para suporter yang terus mendukung saya. Saat ini saya mungkin tidak mendapatkan banyak jam terbang. Tapi dukungan kalian tetaplah terasa. Saya tidak menyesal kembali ke Wigan dan akan pulang lagi di waktu lain. Semoga beruntung musim depan [2019/2020],” ungkap McManaman setelah kontraknya resmi diputus.