Penantian 47 Tahun West Ham: dari Underdog ke Final Eropa

Wajah David Moyes, biasanya sangat tenang, tiba-tiba berubah jadi kanvas emosi. Skuat West Ham-nya baru saja menang atas tim Belanda, AZ Alkmaar. Tembakan terakhir Pablo Fornals di injury time memastikan kemenangan 0-1 dalam leg kedua, 19 Mei 2023, setelah sepekan sebelumnya menang 2-1 di London. Implikasinya besar; West Ham mencapai final kompetisi Eropa pertama dalam 47 tahun.

“Anda telah melakukan pekerjaan yang luar biasa. Bukan hanya malam ini, tapi sepanjang turnamen dan mencapai final. Ini adalah pencapaian yang sangat brilian oleh Anda semua; kerja bagus, tim,” kata Moyes usai leg kedua semifinal Liga Konferensi Eropa 2022/2023 tersebut, seperti dilansir oleh laman One Football.

Euforia

Akhir laga sempat diwarnai keributan saat fans tuan rumah menyerang tribun pendukung West Ham yang diisi keluarga dan orang-orang dekat para pemain. Kericuhan sampai memancing emosi skuat The Hammers, namun bisa diselesaikan dengan baik.

Saat masalah mereda, kegembiraan mencapai final berlanjut, di mana mereka akan melawan Fiorentina di Fortuna Arena, Praha pada 7 Juni 2023.

Ruang ganti AFAS Stadium yang diisi oleh Declan Rice dan kawan-kawan dipenuhi euforia. Semuanya bernyanyi; para pemain, ofisial tim, bahkan Moyes. Satu peti bir didorong ke ruang ganti oleh Mark Noble, eks kapten yang kini jadi direktur olahraga. Dia hampir tidak bisa menahan air mata gembira saat bergabung dengan mantan rekan setimnya dalam perayaan, menyanyikan lagu Jarrod Bowen.

Para pemain ingin menikmati kemenangan hingga malam, tapi Moyes dengan profesionalismenya mendesak mereka segera kembali ke Inggris. Ketika mereka melakukan perjalanan menuju bandara, bus pun berdenyut dengan semangat tinggi. Begitu mendarat di London, persiapan untuk laga sehari kemudian melawan Leeds United di liga harus dimulai, meski kegembiraan mereka belum lagi hilang.

Penebusan

Jelang laga kontra AZ Alkmaar, Moyes telah mengingatkan para pemain tentang kekalahan semi final Liga Europa musim lalu dari Eintracht Frankfurt. Dia memberi kesan pada mereka soal kenangan akan kegembiraan tim Jerman itu, dan menggunakannya sebagai alat motivasi. Setahun setelah kekalahan pahit itu, West Ham kembali lebih terorganisir dan tenang, dengan kemenangan lebih mendebarkan.

Musim ini, perjalanan West Ham di Liga Konferensi dan kemenangan atas AZ Alkmaar menjadi bukti kekuatan mental mereka untuk menebus kegagalan sebelumnya. Skuat Moyes menolak menyerah, karena mereka berusaha meraih trofi besar pertama klub sejak Piala FA 1980. Rice, sang kapten tim menegaskan bahwa partai final hanya memiliki satu tujuan, yaitu kemenangan dan menjadi juara.

“Saya cukup beruntung bisa mencapai final (Euro 2020) dengan Inggris, yang tidak kami menangkan. Kini ada kesempatan untuk memperbaikinya dengan West Ham dan mengangkat trofi. Saya mau itu. Saya sudah berada di West Ham sejak usia 14 tahun, ini akan jadi puncak musim terbaik bagi kami. Kami bersemangat dan juga untuk para penggemar… mereka telah menunggu begitu lama,” ucapnya.

Peluang Besar

Fornals, yang gol telatnya memastikan kemenangan bagi West Ham, berlutut tak percaya saat peluit akhir di AFAS Stadium berbunyi. Karena dipilih untuk tes narkoba, dia tidak dapat bergabung dalam perayaan di ruang ganti, tetapi kepahlawanannya di lapangan telah membekas di hati semua orang. Gelandang Spanyol bernomor punggung 8 tersebut tak kuasa meluapkan kegembiraanya setelah itu.

”Momen ini bagi saya dan keluarga setelah musim yang sulit ini adalah tidak dapat dipercaya. Saya memiliki banyak perasaan di dalam diri dan ketika saya mencetak gol atau memiliki momen seperti itu, ketika saya bersama putra saya menerima pelukan atau ciuman darinya, saya menyadari betapa bahagianya saya dan betapa bangganya saya berada di sini sekarang,” ungkap Fornals yang bahagia.

Perasaan yang sama tentu juga berlaku untuk West Ham. Moyes telah menunggu selama 14 tahun untuk mencapai final lainnya sebagai manajer, sedangkan bek sekaligus wakil kapten Aaron Cresswell telah menghabiskan satu tahun untuk menghidupkan kembali kartu merahnya saat lawan Eintracht Frankfurt. Fornals pun dengan sabar menunggu waktunya untuk mendapat peluang besar tersebut.

Dalam sejarah klub, terakhir kali mereka tampil di final Eropa saat kalah dalam Piala Winners UEFA 1975/1976, 11 tahun setelah memenangkan trofi yang sama untuk pertama kali. Sedangkan di liga domestik, pencapaian terbaik tim London timur itu hanya finish posisi lima musim 1998/1999 sejak era Premier League dimulai pada 1992. Kini, setelah menanti selama 47 tahun, West Ham akhirnya bersiap untuk memperjuangkan trofi juara Liga Konferensi Eropa 2022/2023 di Praha, Republik Ceko.

Sumber: One Football