Gooners, barisan pendukung Arsenal mungkin pernah mengenal sosok Lee Harper. Tetapi, sebagian besar fans Premier League Inggris sepertinya tidak terlalu akrab dengan nama pemain ini. Apalagi, sepanjang karier profesionalnya selama belasan tahun sejak era 1990-an hingga awal 2000-an, dia hanya mencatatkan satu penampilan di kompetisi tertinggi Liga Inggris tersebut, bersama Arsenal.

Perjalanan Harper sampai menjadi kiper Arsenal pun terdengar seperti mimpi. Karena sebelumnya dia hanya seorang pemain amatir. Hingga usia 22 tahun, dia masih bermain di klub non-liga. Sampai kemudian Arsenal tiba-tiba datang dan merekrutnya. Sang kiper dibayar secara profesional dengan biaya 150.000 paun, salah satu biaya terbesar yang dibayarkan untuk pemain non-liga pada saat itu.

Dari Sittingbourne

“Saya menemukan diri saya dalam cerita tipe Roy of the Rovers, yang berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat,” kata Harper bercerita dilansir Planet Football.

“Saya memulai di non-liga di Eltham Town (klub pertamanya), di mana saya kemudian meminta bergabung dengan Sittingbourne setelah bermain melawan mereka,” lanjut pemain kelahiran Chelsea, London, 30 Oktober 1971 itu.

Suatu ketika, pencari bakat Arsenal datang untuk memantau salah seorang bek tengah Sittingbourne. Tapi, dia malah kepincut pada Harper.

“Saya ingat hari saat (perwakilan) Arsenal datang menonton saya di markas Moor Green (salah satu klub non-liga). Lalu mereka menyaksikan saya lagi di kandang dan mengundang saya untuk seleksi; dua pertandingan lawan Charlton dan Crystal Palace,” ucapnya.

“Mereka sudah cukup memantau untuk memberi saya kontrak itu, jadi itu adalah suatu kehormatan dan impian. Saya selalu percaya saya bisa melakukannya dan akhirnya terbayar,” tambah Harper. Di musim panas 1994 itu, sekitar lima bulan menjelang ulang tahunnya yang ke-23, dia pun akhirnya menandatangani kontrak profesional pertamanya bersama Arsenal, salah satu klub besar di Inggris.

Main di Premier League

Harper menjadi kiper ketiga Arsenal, setelah penjaga gawang legendaris Inggris, David Seaman, dan kiper senior John Lukic. Namun, datang ke Premier League dengan status mantan pemain non-liga, tentu saja tidak mudah baginya. Di bawah arahan pelatih kiper kenamaan, Bob Wilson pada saat itu, pemain setinggi 1,85 meter itu harus berjuang keras agar bisa memenuhi standar dan ekspektasi tim.

“Tahun pertama cukup sulit,” lanjut Harper.

“Saya belum punya pelatih kiper sampai sekitar enam bulan sebelum menandatangani kontrak dengan Arsenal. Saya jauh dari teknik dibandingkan dengan orang-orang seperti Seaman, yang merupakan kiper Timnas Inggris. Musim pertama itu benar-benar hanya berlatih bersamanya setiap hari, menonton dan belajar, itu sangat membantu saya,” katanya.

Selama dua musim, tak sekalipun Harper mendapat kepercayaan tampil di laga resmi. Namun, pada musim 1996/1997, kesempatan itu datang. Seaman dan Lukic sama-sama absen karena cedera.

“Saya tahu saya akan bermain karena Seaman cedera,” ucapnya.

“Lukic bermain minggu sebelumnya di Everton yang kami menangkan, tapi dia mengalami cedera pada jari kakinya,” tambah Harper lagi.

Tepat 15 Maret 1997, Harper menjalani debut bersama Arsenal, sekaligus penampilan profesional pertamanya di amrkas Southampton dalam laga Premier League pekan 29. Pelatih Arsene Wenger menurunkannya di bawah mistar gawang, di belakang empat bek termasuk Tony Adams, Martin Keown dan Nigel Winterburn. Ada pula Patrick Vieira dan Dennis Bergkamp di lapangan saat itu.

Menolak Kontrak Baru

Harper beruntung, karena Arsenal memetik kemenangan. Dia pun berhasil mengamankan gawang tim, hingga mereka menang 0-2 di laga tandang itu.

“Saya ingat penyelamatan point blank yang harus saya lakukan dari Matt Le Tissier (striker andalan Southampton) dari jarak enam yard, itu benar-benar tidak bisa lebih baik lagi, itu adalah permainan yang fantastis untuk dimainkan,” lanjutnya.

Namun, meski mencatat clean sheet dalam debutnya, Harper tidak akan pernah lagi bermain untuk Arsenal. Itu jadi penampilan pertamanya sekaligus terakhir bersama The Gunners; dan ternyata juga di Premier League. Sebenarnya klub menawari kontrak baru berdurasi dua tahun. Bahkan, pelatih menjanjikannya jadi kiper kedua setelah Seaman, meski juga merekrut kiper baru, Alex Manninger.

“Tapi saya tidak percaya 100 persen itu akan terjadi, saya merasa akan lebih baik jika saya pindah,” ujar Harper.

Dia pun hengkang ke Queens Park Rangers yang bermain di First Division, kasta kedua Liga Inggris masa itu. Meski jadi kiper utama dan bertahan empat musim, namun dia tak pernah lagi kembali ke Premier League. Harper juga sempat main untuk Walsall, Northampton Town, Milton Keynes Dons, hingga pensiun di Kettering Town pada 2010, semuanya di bawah Premier League.

Sumber: Planet Football