OUR NETWORK

Polemik Valencia yang Masih Akan Terus Berlanjut

Valencia mengalami masalah musim ini, dengan perpecahan diantara pihak Peter Lim selaku pemilik dan jajaran Manajemen klub, bagaimana masalah ini bermula?

Valencia membuka Liga Champions musim 2019/2020 dengan apik. Terlepas dari blunder yang dilakukan oleh Ross Barkley. Gol tunggal Rodrigo sukses mengamankan tiga angka bagi Los Ches dari Stamford Bridge, dengan menundukkan Chelsea 1-0.

Ini adalah Liga Champions kedua dalam empat musim terakhir bagi Valencia. Kesuksesan mereka berkompetisi di Liga Champions, tidak lepas dari tangan dingin Marcelino Garcia Toral. Kolaborasinya dengan direktur olahraga, Mateu Alemany, menjadi kombinasi yang membuat Valencia stabil. Bahkan tidak hanya mampu menembus Liga Champions, namun juga membawa Valencia meraih gelar juara Copa Del Rey 2018/2019, kala itu mereka mengalahkan Barcelona di Final.

Namun, satu hari sebelum sepakmula Valencia menghadapi Chelsea dimulai, pemandangan asing muncul. Marcelino Garcia Toral dilengserkan secara sepihak oleh pemilik klub, Peter Lim, Albert Celades yang menjadi suksesor dari Marcelino, datang ke ruang konfrensi pers sendirian, tanpa satupun pemain mendampingi.

Kata-kata yang diungkapkan Celades pun klise, ia menyebut para pemainnya baik-baik saja dan tidak ada masalah. Celades menganggap para pemainnya professional dan tidak terpengaruh dengan kebijakan klub terkait lengsernya Marcelino. Padahal satu hari setelah pelengseran Marcelino oleh Peter Lim, Kapten Daniel Parejo mengkritik kebijakan Peter Lim. Tidak hanya itu jajaran direksi juga menyatakan akan mundur dalam waktu dekat, apa yang terjadi di Valencia?

Bermula dari kebijakan transfer

Valencia saat ini dimilik oleh Peter Lim, Milliarder asal Singapura yang melakukan akuisisi sejak 2014 lalu. Ia membawa serta Anil Murthy, sosok kepercayaan Peter. Anil diposisikan menjadi presiden klub. Sejak awal Peter Lim tidak disambut dengan baik oleh para supporter Valencia.

Alasannya? Keterkaitan kuat dengan Super Agen Jorge Mendes adalah penyebabnya, deretan pemain atau Manajer yang dibawa adalah arahan Jorge Mendes, meskipun menyelesaikan masalah keuangan Valencia karena kepemilikan properti dan pajak, namun secara prestasi, Valencia selalu megakhiri musim di papan bawah.

Kontroversi pertama adalah memecat Juan Antonio Pizzi dan mengagntinya dengan Nuno Espirito Santo, kedekatan antara Peter Lim dengan Jorge Mendes menjadi alasannya, seperti diketahui, Jorge Mendes adalah agen yang menaungi Nuno Espirito Santo, hasilnya? Valencia finish di posisi empat klasemen.

Perbaikan terjadi kala Valencia ditangani oleh Salvador “Voro” Gonzales ditambah ketajaman Paco Alcacer sukses membuat Valencia finish di posisi 4 akhir musim 2014-2015. Setelahnya Valencia finish di posisi 12, dalam dua musim berturut-turut yakni pada 2015/2016, 2016/2017. Manajer yang didatangkanpun cukup membuat para supporter bingung, paling aneh, adalah penunjukkan Gary Neville yang masih menjadi olokan hingga kini.

Peter Lim dalam tekanan hebat di akhir musim, para supporter memintanya mundur dari pemilik klub, sampai akhirnya Peter membuat kebijakan cerdas dengan menunjuk Marcelino Garcia Toral sebagai Manajer dan Mateu Alemany sebagai Sporting Director. Kedunya sangat bijak secara transfer dan cerdas secara taktikal.

Muncul nama-nama seperti Goncalo Guedes, Carlos S0 mendatangkan Dennis Cheryshev, dan meminjam Andreas Perreira dari Manchester United, hasilnya Valencia mengakhiri musim 2017/2018 di posisi ke-4 klasemen dan menembus babak semifinal Copa Del Rey. Tekanan pada Peter Lim memang tidak berhenti, namun setidaknya berkurang.

Puncaknya musim lalu, mereka kokoh di posisi 4 klasemen akhir dan menggondol gelar Copa Del Rey, usai di luar dugaan mengalahkan Barcelona di pertandingan final dengan skor 1-2, Supporter Valencia melupakan tekanan kepada Peter Lim, mereka menganggap Valencia telah kembali usai terakhir meraih kejayaan satu dekade lalu.

Namun semua berubah di awal musim, keretakan terjadi usai Peter Lim dan Presiden klub Anil Murthy, memutuskan tidak melakukan belanja musim ini. Mateu Alemany jelas menolak secara keras rencana ini. Pertemuan yang diadakan 19 Juli 2019 di Singapura tersebut dihadiri oleh Anil Murthy, Mateu Alemany dan Pablo Longoria, nama terakhir adalah asisten dari Mateu Alemany.

Dilansir di laman HQ, Mateu Alemany menyatakan pertemuan berjalan lancar meskipun banyak hal yang tidak sejalan. Beberapa hari setelahnya muncul wacana Alemany mundur, tepat ketika Marcelino Garcia Toral dilengserkan, 4 hari sebelum laga Valencia menghadapi Barcelona. Protes seketika terjadi, Peter Lim dimina mundur dan menjual Valencia.

Pemain angkat bicara, suporter bergerak, dan menanti Penunjukkan Jose Mourinho

Daniel Parejo dan Ezequiel Garay menjadi pemain yang paling vocal, menurut mereka, pemecatan Marcelino sangatlah tidak beralasan, mereka baru bermain 4 kali, musim masih panjang. Pun dengan minim penambahan skuad, berarti Marcelino harus memutar otak, pasalnya Valencia mengikuti tiga kompetisi berbeda yakni Copa Del Rey, Liga Champions dan La Liga. Pilihan yang minim jelas membuat Marcelino harus melakukan rotasi.

“Siapapun yang membuat hal ini terjadi, tidak hanya membuatnya (Marcelino) pergi, namun juga membawa pemain dan fans menjauh dari klub,” ujar Garay di Instagram. Fans pun senada dengan Garay, tagar #Limgohome berjejer di sosial media, bahkan ketika Valencia berhasil menang atas Chelsea di laga pembuka Liga Champions.

Demonstrasi dan penandatanganan petisi untuk membuat Lim mundur bermunculan, Peter Lim Nampak tidak terpengaruh dalam waktu dekat. Ia bahkan menunjuk Celades sebagai Manajer, membuat semua orang bertanya-tanya tentang sosoknya. Di konfresni pers sebelum menghadapi Chelsea sebagai wujud solidaritas kepada Marcelino, tidak ada satupun pemain yang mendampingi Celades.

Uniknya, nama Jose Mourinho sempat muncul di harian Marca, Manajer asal Portugal ini sempat diisukan menjadi Manajer Valencia, selain karena kualitas, Jorge Mendes yang merupakan agen dari Mou memiliki kedekatan dengan Peter Lim.

Celades diprediksi tidak akan lama menangani Valencia, mirip dengan Pako Ayesteran yang menggantikan Gary Neville, Pako tidak memiliki pengalaman Manajerial, atau menangani tim yang berkompetisi di Eropa, hal yang sama dengan Celades yang merupakan asisten manajer di Real Madrid dan belum pernah menangani tim professional sebagai Manajer.

Berkebalikan dengan prediksi karir Celades di Valencia, masalah Peter Lim dan klub masih akan berlangsung cukup lama. Bagaimanapun juga Peter Lim berinvestasi cukup besar, bahkan menyelesaikan masalah kepemilikan properti antara Valencia dan dewa kota, tentu apabila Lim berniat menjual klub, ia akan menjual dengan harga yang sangat tinggi, ditambah kondisi klub yang terombang-ambing, tentu investor akan berpikir dua kali untuk mengakuisisi Los Ches.

Loading...