OUR NETWORK

Manuel Lazzari, Ketika Amatir Jadi Bintang Serie-A

Bicara soal pesepakbola amatir yang berhasil menembus level tertinggi sepakbola, Inggris biasanya menjadi tempat utama untuk mencari talenta tersebut. Nama-nama seperti Jamie Vardy dan DJ Campbell muncul di kepala. Namun ternyata hal itu tidak eksklusif di Inggris. Italia juga bisa jadi tempat mimpi seorang amatir terwujud. Bukan hanya menjadi seorang profesional tapi juga bintang di liga dan negara.

Meskipun lebih jarang muncul dibandingkan talenta-talenta semi-profesional Inggris, tim nasional Italia memperkenalkan sosok Manuel Lazzari sebagai Vardy versi Azzurri. Lazzari memulai kariernya bermain untuk Montecchio Maggiore di Serie D. Dikenal sebagai divisi empat Italia, Serie D bukanlah liga profesional di Negeri Pizza. Melainkan liga amatir yang paling tinggi yang diatur oleh komite olahraga antar daerah.

Menghabiskan tiga tahun sebagai pesepakbola semi-profesional, status Lazzari naik saat kesebelasan yang ia bela pada 2012/2013, Giancomense, dibeli dan merger dengan SPAL. Lazzari dipertahkan oleh SPAL dan bermain di Lega Pro, divisi profesional paling rendah di Italia. Hanya ada sembilan pemain yang dipertahankan SPAL dari Giancomense, beruntung Lazzari jadi salah satunya.

Dalam empat tahun, SPAL berhasil menjuarai Serie-B dan naik ke divisi tertinggi sepakbola Italia. Lazzari pun masih mengenakan seragam yang sama. Ia bahkan menjadi salah satu kunci kesuksesan SPAL mencapai Serie-A. Pada 13 April 2019, Lazzari menjalani laga ke-200 dengan seragam putih-biru SPAL dan usianya masih 25 tahun. Dirinya hanya kalah dari legenda-legenda SPAL di era 60-an seperti Oscar Massei dan Gianfranco Bazzao.

Sayangnya, Lazzari tak akan memecahkan rekor pemain dengan penampilan terbanyak di SPAL. Pasalnya, Lazzari dikabarkan sudah pasti hengkang di musim panas 2019. Jasanya kini diincar Lazio, Napoli, hingga Bournemouth.

Presiden SPAL┬áSimone Colombarini juga mengakui bahwa dirinya tidak bisa berbuat banyak andai pemain-pemainnya ingin hengkang ke kesebelasan yang lebih tenar ketimbang SPAL. “Kita lihat saja di musim panas. Dia [Lazzari] diminati oleh Lazio dan Napoli dan kami tidak akan melarang pemain untuk pergi ke kesebelasan yang lebih menjanjikan,” katanya.

Lazzari sendiri telah mengungkapkan keinginannya untuk pindah dari SPAL. Bukan karena ia merasa SPAL terlalu kecil. Namun ada mimpi bermain di Liga Champions yang mungkin tak akan terwujud jika terus membela SPAL.

“Saya berhutang segalanya kepada SPAL. Dari Lega Pro hingga bisa dipanggil tim nasional Italia. Saya beruntung di klub ini. Namun, saya ingin melihat sejauh apa bisa melangkah. Saya mau mempertahankan pos di tim nasional dan bermain di Liga Champions,” aku Lazzari.

Kepala Pelatih SPAL, Leonardo Semplici, tidak bisa menahan Lazzari untuk terus menetap di Paolo Mazza Ferrara. Ia justru bangga jika pemain binaannya bisa berkembang.

“Dia layak untuk mendapatkan tempat di tim nasional. Saya tidak pernah menyangka dapat memiliki pemain seperti Lazzari. Tapi ia masih bisa berkembang. Memulai dari level amatir membuat dirinya selalu ingin lebih baik lagi,” kata Semplici.

“Saya yakin Lazzari akan menjawab semua keraguan dan membuktikan dirinya,” lanjutnya. Nahkoda Azzurri, Roberto Mancini juga melihat peluang Lazzari bertahan sebagai salah satu tulang punggung tim nasional. “Pemain-pemain muda ini akan jadi tulang punggung Italia, sudah saatnya kita memberikan mereka ruang,” kata Mancini.

Memberikan Rasa Bangga Pada Pendukung SPAL

FOTO: SPAL Ferrara

Dipanggil ke tim nasional untuk menjalani UEFA Nations League, Lazzari sempat membuat publik terkejut. Namun sebagai gelandang kanan, Lazzari telah membuktikan kualitasnya di Serie-A. Selalu menjadi pilihan utama SPAL dan mengarsiteki sembilan gol mereka sampai dengan pekan ke-33 Serie-A 2018/2019.

Duet Lazzari dengan Marco Antenucci lebih baik ketimbang Duvan Zapata dan Josip Ilicic di Atalanta. Mereka sama efektifnya dengan duet Edin Dzeko dan Stephen El Shaarawy di AS Roma. Wajar Lazzari mendapat tempat di tim nasional sekalipun SPAL hanya menduduki papan tengah liga.

Hanya waktu yang bisa menjawab apakah Lazzari bisa melanjutkan kisah fantastisnya ke level Liga Champions. Namun satu hal yang pasti, Lazzari sudah jadi inspirasi tersendiri di Italia. Apabila pemain-pemain muda Italia saat ini masih bermain di level amatir, mereka tak perlu kehilangan percaya diri. Pasalnya, Manuel Lazzari sudah membuktikan semuanya bisa diraih. Dari level amatir sekalipun, masih ada peluang masuk tim nasional.

Mengutip kata-kata Simone Pesci dari Estense, “Dari pemain amatir di Porto Telle ke Lega Pro. Naik ke Serie-A hingga masuk tim nasional. Karier Manuel Lazzari adalah cerita luar biasa. Apalagi jika mengingat hal ini seharusnya tidak pernah terjadi setelah ia ditolak oleh Vicenza di usia muda. Tapi, sekarang semua warga SPAL bisa percaya diri dan mengatakan bahwa seorang pemain tim nasional Italia lahir dari mereka. Itu semua berkat Lazzari”.

Loading...