Memangnya Andres Iniesta Butuh Ballon d’Or?

Wanda Metropolitano, Madrid, bergemuruh. Puluhan ribu pasang mata melakukan standing ovation. Sekilas tidak ada yang special dari pertandingan Final Copa Del Rey antara Sevilla dan Barcelona. Toh kedudukan menunjukkan keunggulan Barcelona atas Sevilla secara mutlak lima gol tanpa balas. Namun, suporter kedua kesebelasan berdiri dan memberikan tepuk tangan meriah.

Semua standing ovation tersebut ditujukan kepada Andres Iniesta yang digantikan pada menit ke-87. Final Copa del Rey menjadi pertandingan Copa del Rey terakhir Iniesta bersama Barcelona. Ia memutuskan untuk melanjutkan karirnya ke China Super League musim depan.

Pengakuan Mengejutkan France Football

Hasil di final Copa del Rey merupakan sebuah akhir perjalanan karir yang sangat gemilang bagi Iniesta bersama Barcelona. Peraih gelar Piala Dunia 2010 dan Euro 2012 bersama Tim Nasional Spanyol dan 29 gelar bersama Barcelona ini dikenal sebagai salah satu pemain tengah paling komplit yang pernah ada. Duetnya bersama Xavi sering diibaratkan sebagai duet gelandang terbaik yang pernah ada di jagad sepakbola.

Pengakuan mengejutkan kemudian hadir dari France Football pasca Iniesta menyatakan akan pindah dari Barcelona. Secara terbuka editor mereka, Pascal Ferre, meminta maaf pada Iniesta karena sepanjang karirnya tidak pernah mendapatkan penghargaan Ballon d’Or. France Football sendiri adalah penyelenggara penghargaan pemain terbaik dunia tersebut.

“Maafkan kami, Andres. Untuk kami, dia bukan hanya pemain, dia pemain spesial. Segala usahanya untuk tim, membuat ia kehilangan pengakuan individu yang cukup besar.  Dari semua pemain yang gagal meraih Ballon d’Or, dia (Iniesta) yang paling sulit untuk kami. Kami hanya berharap ia memiliki kesempatan bermain di Piala Dunia Rusia dan memperbaiki situasi ini,” ungkap Ferre.

Yang dimaksud Ferre adalah penghargaan Ballon d’Or pada tahun 2010. Saat itu Iniesta menadapatkan banyak gelar bersama Barcelona maupun bersama Spanyol. Gelar Liga Spanyol disabetnya bersama Barcelona. Iniesta juga menjadi faktor kunci raihan Piala Dunia 2010 Spanyol. Ia mencetak gol tunggal kemenangan Spanyol atas Belanda di final.

Namun, dalam penganugerahaan gelar Ballon d’Or 2010 lalu, Messi-lah yang mendapatkannya. Iniesta di posisi kedua disusul Xavi. Banyak yang menyayangkan keputusan ini, sebab dari segi pencapaian Iniesta bersama klub dan kesebelasan negara memang lebih baik dibanding Messi.

Iniesta Tak Butuh Ballon d’Or

Tanggapan atas ungkapan Ferre sangat beragam, terkahir Sergio Ramos memberikan pendapatnya pasca pertandingan Leg pertama Semifinal Liga Champions antara Bayern Munich menghadapi Real Madrid di Allianz Arena.

“Andai ia (Iniesta) bernama Andresinho, mungkin ia sudah memenangkan dua Ballon d’Or,” ungkap Ramos dikutip dari Marca.

Kalimat Ramos ini dianggap sebagai kritik pedas bagi pihak penyelenggara Ballon d’Or. Iniesta memang seolah dibawah bayang-bayang Messi dan Ronaldo. Padahal perannya sendiri bersama Barcelona dan Spanyol sangat krusial. Bahkan pemain kelahiran 11 Mei 1984 ini tidak tergantikan. Selain faktor usia, tidak ada yang bisa menandingi kehebatan Iniesta di lini tengah. Pergerakan, sentuhan, dan visinya, dalam bermain merupakan contoh bagi pemain-pemain muda lainnya.

Pertanyaan yang muncul, perlukah penghargaan Ballon d’Or sebagai pengakuan betapa luar biasanya sosok Iniesta secara inidividu?

Barcelona sangat mengandalkan Iniesta dalam satu dekade terakhir. Duetnya bersama Xavi jelas merupakan salah satu duet lini tengah terbaik sepanjang masa. Banyak yang menganggap Messi pun sangat bergantung pada Iniesta dan Xavi. Ini yang jadi alasan kenapa Messi sulit mereplikasi pencapaiannya di level klub dengan Tim Nasional Argentina.

Iniesta telah mendapatkan gelar impian bagi seluruh pesepakbola di seluruh penjuru dunia: juara Piala Dunia, Liga Champions, serta Liga Spanyol. Aneh memang apabila Iniesta belum mendapatkan Ballon d’Or. Namun Iniesta tampaknya tidak perlu penghargaan itu. Toh seluruh dunia juga sudah mengetahui betapa luar biasanya permainan Iniesta itu sendiri.

Gill Clark dari barcablaugranes.com , berpendapat apa yang diraih Iniesta sejauh ini lebih dari Ballon d’or. “Iniesta lebih dari itu. Ia memenangkan semua gelar di berbagai level. Meskipun itu (Ballon d’Or) menrupakan penghargaan prestisius, tapi Iniesta tidak sendiri. Xavi, Thierry Henry, Paolo Maldini, Frank Rijkaard, Gianluigi Buffon, dan Maradona, juga tidak pernah meraih gelar itu,” kata Clark.

Terlepas dari segala pendapat, akhirnya Iniesta mendapatkan trofi Ballon d’Or meski sebatas replika. Itupun bukan dari France Football atau FIFA melainkan dari Simao Sabrosa. Ia memberikan secara simbolik replika tersebut kepada Iniesta di salah satu acara TV Portugal bertajuk Amigos de Simao. Iniesta sembari tersenyum menyatakan, “Sekarang saya memilikinya, Itu adalah sesuatu yang tidak dapat diulang, menurut saya kita tidak akan melihatnya lagi.”

Adiós Iniesta!