OUR NETWORK

Menanti Kebangkitan Southampton Bersama Ralph Hasenhuttl

Pada 5 Desember lalu, Southampton secara resmi mengenalkan Ralph Hasenhuttl sebagai manajer baru mereka menggantikan Mark Hughes. Mungkin banyak dari Anda yang kurang mengenal Ralph sebelumnya karena karier kepelatihannya lebih banyak ia habiskan di Jerman. Kesebelasan yang dilatihnya pun tak begitu terkenal, kecuali RB Leipzig pada yang sudah ia tangani sejak 2016. Lantas, bisa apa Ralph Hasenhuttl di Southampton?

Setelah selamat dari jerat degradasi musim lalu lewat Mark Hughes, sayangnya Southampton musim ini tak lebih baik. Hingga pekan ke-15 mereka baru meraup sekali kemenangan dan saat ini bertengger di peringkat ke-18 dengan poin sembilan, atau sama dengan dua kesebelasan di bawahnya: Burnley dan Fulham.

Kehadiran Ralph di St. Mary Stadium memang diharapkan mampu mengangkat The Saints dari jurang degradasi. Apalagi, catatannya bersama RB Leipzig terbilang mengagumkan. Bagaimana tidak? Berstatus sebagai kesebelasan promosi Ralph hampir membawa Leipzig juara La Liga musim 2016/2017. Pada musim setelahnya, meskipun mengalami penurunan, tapi Leipzig tetap mendapatkan jatah bermain di Eropa. Pada Mei lalu, Ralph memutuskan meninggalkan Leipzig.

Dalam perkenalannya dengan media Inggris, Ralph menyatakan bahwa ia ingin namanya dikenal di Premier League sembari menjalani tantangan yang sedang menantinya di St. Mary.

“Ini adalah langkah yang logis dalam karierku. Adalah tujuanku agar namaku bisa dikenal di sini, di Premier League,” tutur pelatih berusia 51 tahun tersebut dikutip dari BBC.

“Aku mengalami tahun-tahun kesuksesan di Jerman dan berpikir soal langkahku selanjutnya, dan merupakan tantangan buatku untuk berdiri di harapan kesebelasan baru dengan bahasa yang baru.”

Ralph mengungkapkan bahwa targetnya awalnya adalah membawa Southampton jauh-jauh dari zona degradasi. Setelahnya, ia berusaha untuk mengangkat The Saints naik klasemen. “Ini sulit, tapi aku tak takut,” tutur Ralph.

Menurut Ralph peluang Southampton untuk tak terdegradasi amatlah besar, mengingat masih ada 23 pertandingan lagi untuk dilalui. Ia pun akan memaksimalkan sesi latihan untuk membentuk tim. Pasalnya, Ralph memang cenderung untuk memaksimalkan sesi latihan sehingga terbentuk kebiasaan bertanding.

“Tujuanku adalah mengembangkan para pemain secepat mungkin. Ini adalah soal mempertahankan kestabilan dengan cepat,” ungkap pelatih berkebangsaan Austria itu.

Gaya Bermain ala Jerman

Ketika pertama kali dikenalkan sebagai manajer baru Southampton ada momen menarik di mana wartawan bertanya pada Juergen Klopp soal bagaimana mengucapkan nama Ralph Hasenhuttl. “Hasen berarti kelinci,” kata manajer Liverpool tersebut, “Sementara Huttl tak punya arti apa-apa.”

Pernyataan Klopp ini langsung direspons Ralph. “Bahasa Jermannya Jurgen sekarang tak terlalu bagus, malah bahasa Inggrisnya yang lebih baik. Aku tertawa soal penjelasannya soal namaku. Dia tahu arti Hasen, tapi Huttl sebenarnya berarti gubuk kecl. Jadi itu adalah gubuk kecil buat kelinci,” jelas Ralph.

Ralph dan Jurgen sebenarnya punya beberapa kesamaan. Ralph lahir dua bulan setelah Klopp pada 1967. Keduanya juga mengambil lisensi kepelatihan bersama-sama di Cologne. Keduanya pun punya pendekatan yang sama dalam hal pressing, kecepatan, lari, dan apa yang ia sebut sistem otomatis, di mana pemain harus punya kemampuan dalam menentukan keputusan yang baik.

Agar bisa tercapai tujuan yang diinginkan, Ralph akan meminta para pemainnya mati-matian di sesi latihan. Ia juga biasanya memaksimalkan latihan lewat video. Sementara secara taktik, ia sebenarnya lebih fleksibel meskipun akan menerapkan pola 4-2-2-2, 4-3-3, dan 3-4-3. Tujuan utamanya adalah agar para pemain lebih proaktif dan menekan lebih awal. Ini membuat para pemain akan lebih sering berlari dan bekerja keras.

Transfer Besar-besaran

Karena kebutuhannya akan pemain pekerja keras, Ralph pun memberikan peringatan pada para pemain, bahwa kalau mereka tak berlari, mereka akan ketinggalan. Apalagi ini juga dilakukan untuk menyamain level kompetisi Premier League yang keras. Oleh karena itu, Ralph akan sangat menuntut para pemain agar bermain sesuai dengan keinginannya.

“Aku ingin membawa mereka hingga batasnya. Kalau mereka mau melakukannya, mereka akan ku bawa, dan saat mereka mengikuti saya, itu akan menjadi intensif dan bekerja keras. Ini yang ingin aku lakukan sampai Januari dan itulah saat kami mulai melihat-lihat,” tutur Ralph.

Ralph pun menuturkan dirinya tak bisa memastikan apakah ia akan melepas sejumlah pemain. Akan tetapi, menurutnya skuat yang ada di Southampton amatlah besar. Ada banyak pemain di posisi tertentu dan mungkin saja ada pemain yang pergi, sementara ia membawa pemain baru.

“Aku sudah bicara dengan pemilik klub dan mereka mau melakukan apapun keinginanku,” tegas Ralph.