OUR NETWORK

Pat Nevin dan Hatinya yang Mencintai Dunia Musik DJ

Manusia dan musik adalah bagian yang bisa dibilang sulit dipisahkan. Penggemar dan penikmat musik, pasti sangat antusias mendengar alunan nada dari genre seleranya. Begitu juga dengan salah satu legenda Chelsea, Pat Nevin.

Bagi yang masih banyak belum merasa familiar dengan nama Pat Nevin, ia adalah salah satu cult hero Chelsea dari dekade 1980-an. Mantan pemain sepakbola dengan nama lengkap Patrick Kevin Francis Michael “Pat” Nevin lahir pada 6 September 1963 di Glasgow, Skotlandia. Dalam 20 tahun kariernya, ia bermain untuk Clyde, Chelsea, Everton, Tranmere Rovers, Kilmarnock dan Motherwell. Ia berhasil mencatatkan 28 penampilan internasionalnya untuk Skotlandia.

Berhasil bertengger di sepanjang karir internasional selama sepuluh tahun, dan ia berhasil terpilih masuk ke dalam skuat final UEFA Euro 1992. Sejak pensiun sebagai pemain, Nevin telah bekerja sebagai chief executive untuk Motherwell. Selain itu, Nevin juga bergelut di dunia penyiar serta turut aktif menjadi salah satu penulis sepakbola.

Pria kelahiran Glasgow tersebut dulunya berposisi sebagai pemain sayap. Perawakannya yang kecil membuatnya dijuluki Wee Pat (Pat Kecil) oleh para pendukung Chelsea. Penampilan cemerlangnya bersama The Blues akhirnya membawa Nevin ke Everton yang kala itu sedang dalam masa kejayaan.

Sejak masih belia dulu, Nevin, pria kelahiran Glasgow 52 tahun silam itu memang dikenal sebagai penggila musik, khususnya musik indie. Dalam majalah FourFourTwo Inggris edisi Januari 2016, ia menyebutkan empat album yang sering ia gunakan kala ia didapuk menjadi DJ: “Boy With The Arab Strap” dari Belle and Sebastian, “Babies” dari Pulp, “Young Adult Friction” dari The Pains of Being Pure At Heart, dan “Spitfire” dari Public Service Broadcasting.

Empat album “tidak terkenal” tersebut menunjukkan bahwa referensi musik Nevin sangatlah kaya. Ia mendengarkan dan menyukai beragam jenis musik, mulai dari Britpop (Pulp), Indie Pop (Belle and Sebastian & The Pains of Being Pure at Heart), hingga musik elektronik (Public Service Broadcasting).

Salah satu cerita legendaris tentang kecintaan Pat Nevin terhadap musik terjadi kala ia memperkuat Chelsea. Dalam sebuah laga pramusim kontra Brentford, Chelsea mengabulkan permintaan Nevin untuk diganti kala turun minum hanya karena sang winger andalan ingin menyaksikan konser Cocteau Twins. Band ini sendiri merupakan band indie rock Skotlandia yang berkarya dari tahun 1979 hingga 1997.

Tidak hanya sebagai penikmat, sedari muda pun Nevin sudah kerap menjadi DJ di pelbagai acara bawah tanah. Akan tetapi, kesibukannya bersepak bola membuat dirinya sulit menemukan waktu untuk melakukan aktivitas ini. Setelah pensiun pun, ia lebih kerap tampil di berbagai media sebagai analis serta kolumnis setelah berhenti menjadi CEO klub Motherwell pada 2002.

Baru kemudian pada tahun 2010, Nevin benar-benar menemukan “jati dirinya” sebagai seorang DJ handal. Pria yang memiliki gelar sarjana seni dari Glasgow Caledonian University ini diundang oleh ATP (All Tomorrow’s Parties) untuk menjadi DJ pada edisi ulang tahun kesepuluh Bowlie Weekender, sebuah event yang diprakarsai oleh Belle and Sebastian pada 1999. Acara bertajuk Bowlie 2 tersebut sukses besar dan Nevin, yang tampil pada hari ketiga berkata, “Rasanya seperti memenangi Liga Champions! Orang-orang memuji set saya di Twitter dan saya pun menerima banyak tawaran dari berbagai band indie.”

Adapun, pada acara tersebut, Nevin memainkan lagu-lagu dari Belle and Sebastian, Orange Juice, dan The Fall, serta terlihat mengenakan kaus The Pains of Being Pure at Heart. Pada 2011, Pat Nevin yang merupakan ayah dari eksjawara bulutangkis junior Skotlandia, Lucy, akhirnya mampu menjadi pengisi acara di dua kelab indie prestisius London, Scared to Dance dan How Does It Feel To Be Loved? Tak hanya itu, ia pun juga merupakan salah satu pengisi acara reguler di festival bertajuk “Shiiine on Weekender” yang merupakan event akbar di Minehead, Somerset.

Loading...