OUR NETWORK

Rhian Brewster, Talenta yang Mengancam Divock Origi

Keinginan Jurgen Klopp membangun landasan untuk masa depan Liverpool sudah jadi rahasia umum. Setelah mengakhiri musim 2018/2019 dengan gelar juara Liga Champions, Klopp tak mengubah skuad yang dimilikinya dan lebih fokus ke pemilihan pemain muda. Terlepas dari kehadiran Andy Lonergan dan Adrian San Miguel yang dipicu oleh cedera Alisson, Klopp hanya mendaratkan Harvey Elliot dan Sepp van den Berg untuk tim U23.

“Ini adalah pilihan yang masuk akal. Kita lihat saja di akhir musim apakah Liverpool membutuhkan tenaga baru. Tapi setelah apa yang telah mereka lakukan musim lalu, apakah berani membuangnya? Membiarkan mereka untuk tetap bersama adalah opsi terbaik,” kata Klopp.

Meskipun tidak boros seperti kesebelasan-kesebelasan top Eropa lainnya, Klopp tetap memiliki banyak opsi. Hal ini telah diperlihatkan Klopp di ronde ketiga Piala Liga 2019/2020. Tandang ke Milton Keynes melawan MK Dons, dirinya hanya membawa tujuh pemain senior. Termasuk Lonergen yang duduk di bangku cadangan bersama enam pemain akademi.

Tanpa trio Roberto Firmino, Mohamed Salah, dan Sadio Mane, Klopp menurunkan Harvey dan Curtis Jones untuk menemani Rhian Brewster. Ketiga penyerang itu mungkin tidak mencetak gol dalam laga yang berakhir 2-0 untuk kemenangan the Reds. Namun, mereka mendapat nilai positif dari Liverpool Echo. Harvey mendapatkan nilai sembilan, Curtis ada satu angka di bawah mantan pemain Fulham itu, sementara Brewster jadi yang terendah dengan skor enam.

“Brewster akhirnya menjalani debut senior untuk Liverpool. Namun dirinya belum tampil sesuai dengan ekspektasi. Ia tak banyak terlibat dalam permainan, tapi menjelang akhir pertandingan Brewster sempat memberi umpan manis kepada James Milner,” tulis Ian Doyle dari Liverpool Echo.

Brewster bisa dilihat gagal dalam debutnya untuk Liverpool. Meski demikian, pemain kelahiran 1 April 2000 itu memastikan bahwa laga melawan MK Dons bukanlah yang terakhir kali ia tampil bersama Alex Oxlade-Chamberlain dan kawan-kawan.

“Klopp memastikan bahwa saya akan medapat kesempatan di 2019/2020. Jika kita lihat, ia kehilangan Daniel Sturridge di tim utama. Namun dia memilih untuk tidak mendatangkan penyerang baru. Bagi saya, itu adalah bukti kepercayaan Klopp,” kata Brewster.

Juara Piala Dunia

Hingga 27 September 2019, Brewster sudah terlibat dalam 30 gol dari 42 penampilannya untuk tim U18 sampai dengan U23 Liverpool. Sudah membela akademi the Reds sejak 2015, Brewster pun mengincar tim utama. Ia meminta Klopp memberi kesempatan untuk pergi dari Liverpool sebagai pemain pinjaman.

Klopp kemudian menolak permintaan tersebut. “Saya sudah memintanya untuk dipinjamkan dan dia bilang tidak. Itu adalah sesuatu yang bagus untuk didengar. Mengetahui dirinya ingin saya tetap ada di sini,” aku mantan pemain Chelsea tersebut.

Keputusan Klopp ini bisa dilihat dari tiga sisi. Mungkin setelah Bobby Duncan ke Fiorentina, Klopp tak ingin kehilangan penyerang muda lagi. Mungkin Brewster memanglah salah satu nama yang telah disiapkan Klopp untuk tim utama.

Mungkin juga keduanya. Mengingat kepergian Duncan secara tidak langsung menambah peluang Brewster untuk promosi ke tim senior. Apalagi dengan reputasi tinggi yang ia miliki di usia muda.

Sebelum menjalani debut bersama Liverpool di MK Stadium, nama Brewster sudah dikenal di Inggris. Ia adalah penyerang utama dari tim nasional Inggris U17 yang menjuarai Piala Dunia 2017. Dirinya berhasil mencetak delapan dari 20 gol yang dicetak Inggris. Termasuk hat-trick ke gawang Amerika Serikat dan Brasil. Dirinya bukan hanya membawa piala saat pulang dari India. Tapi juga sepatu emas dan bola perunggu.

Talenta Brewster telah diakui banyak pihak. Melissa Reddy dari Sports Joe menyebutnya sebagai ‘anak emas’. Pep Lijnders selaku asisten Klopp menyebut Brewster sebagai penyerang yang lengkap. Sementara legenda the Reds, Steven Gerrard, memprediksi talenta keturunan Turki-Siprus-Barbados tersebut akan menjadi penyerang kelas dunia di masa depan.

“Kita semua tahu bahwa Brewster memiliki talenta dan kemampuan yang mumpuni. Jika dia mau, dirinya bisa menjadi penyerang kelas dunia dan tetap ada di level tersebut. Dia adalah pekerja keras yang tidak kenal kata menyerah. Dengan modal itu, semua bek akan kesulitan menghadapinya,” puji Gerrard.

Diakui Sudah Siap

FOTO: Liverpool Echo

Talenta Brewster sempat jadi incaran Borussia Monchengladbach setelah Jadon Sancho membuka mata 1.Bundesliga akan kemampuan pemain-pemain muda Inggris. Namun, dirinya tetap bertahan di Liverpool dan memang diinginkan oleh Klopp. “Dia siap, pasti dirinya akan mendapat kesempatan,” kata mantan nakhoda Borussia Dortmund itu.

Lini depan Liverpool mungkin belum akan mengalami perubahan. Trio Salah, Mane, dan Firmino masih akan menjadi pilihan utama Klopp. Akan tetapi, dengan Brewster mendapat garansi main di tim senior, Divock Origi mungkin akan segera hengkang dari Anfield. Apalagi penyerang asal Belgia itu bukanlah pemain yang didaratkan oleh Klopp. Melainkan peninggalan dari Brendan Rodgers.

Terlepas dari berbagai pujian yang pernah diberikan Klopp kepada Origi, penyerang keturunan Kenya itu sudah mulai memasuki usia matang. Dirinya jelas akan menginginkan jam terbang yang lebih banyak dari sebelumnya. Jika Klopp dan Liverpool tak bisa memberikannya, pindah adalah pilihan terbaik baginya.

Ia bahkan sudah pernah menolak tawaran kontrak dari Liverpool sebelum akhirnya berubah pikiran. Tanpa Origi, peluang Brewster naik ke tim senior akan semakin besar. Dirinya pun akan lebih leluasa memaksimalkan talentanya.

“Kehadiran Salah, Firmino, Mane, dan Origi merupakan motivasi tersendiri. Pasalnya, tak ada yang mau terus-terusan duduk di bangku cadangan. Mereka membantu saya menjadi kompetitif. Mereka juga jadi panutan saya untuk belajar dan mengembangkan diri,” ungkap Brewster.

Loading...