Selain sejumlah nama besar yang ada di bagian pertama, ada juga sejumlah nama unik yang pernah didatangkan oleh Manchester City. Siapa saja mereka?

Teerasil, Kiatprawut, Suree – Karena Orang Dalam

Pernah ada masa ketika Manchester City dimiliki oleh Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra. Mereka saat itu memasukkan tiga pemain muda Thailand ke tim cadangan mereka. Mereka adalah Teerasil Dangda, Kiatprawut Saiwaeo, dan Suree Sukha.

Ketiganya didatangkan pada 16 November 2007. Teerasil dari Muang Thong NongJork, sementara Kiatprawut dan Suree dari Chonburi. Tentu, ketiganya didatangkan bukan karena kehebatan mereka, melainkan karena dibawa oleh Thaksin.

Teerasil tak pernah bermain untuk tim utama City. Ia kemudian dipinjamkan ke Grashooper II yang bermain di Liga Swiss. Ia sempat kembali ke Muangthong, serta sempat dipinjamkan ke Almeria pada musim 2014/2015 di La Liga. Teerasil menjadi tulang punggung bagi timnas Thailand hingga kini.

Sementara itu nasib Kiatprawut tak sebagus itu. Ia pensiun pada 2018 di Police Tero. Karier sepakbolanya tak secemerlang Teerasil. Ia bahkan cuma main buat tim senior Thailand hingga 2010. Suree Sukha kariernya selamat usai jadi pemain inti di Chonburi. Ia juga sempat jadi pemain utama di timnas Thailand hingga 2012.

Hussein Yasser – Saran Orang Dalam

Yasser lahir di Qatar dari orang tua berkebangsaan Mesir. Ia direkrut oleh Manchester United pada 2002 atas rekomendasi Rene Meulensteen. Kala itu, Rene adalah pelatih timnas Qatar.

Yasser kemudian dipinjamkan ke Royal Antwerp. Selain untuk menambah menit bermain, juga agar bisa mendapatkan paspor Belgia. Ini dilakukan agar ia mendapatkan work permit sebagai warga negara Uni Eropa. Sayangnya, kesepakatan itu diputus dua tahun kemudian, meski Yasser akhirnya tetap dapat paspor Belgia.

United kemudian menjual Yasser ke AEL Limassol, sebuah klub dari Siprus pada 2004. Ia cuma bertahan setahun karena urusan keluarga, untuk kemudian pindah ke Al-Sadd di Qatar.

Pada Agustus 2005, manajer Manchester City, Stuart Pearce, merekrutnya. Ini terjadi atas rekomendasi mantan pemain City, Ali Benarbia, yang bermain bersama Yasser di Qatar. Namun, kariernya di City tak panjang. Cuma berkisar enam bulan, karena pada Januari 2006, ia dilepas.

John Guidetti – Saran Orang Dalam Part 2

Bakat Guidetti dipantau Sven Goran Eriksson yang langsung merekrutnya pada 2008. Ia yang saat itu masih berusia 16 tahun, diturunkan ke tim U-18 City. Ia tampil bagus dengan mencetak 13 gol dari 19 penampilan.

Debutnya buat City terjadi saat kursi kepelatihan berganti pada Roberto Mancini. Ia dibawa ke tur pramusim di Amerika Serikat. Masalah terjadi ketika pada 2011, kontrak Guidetti habis. Ia pun menandatangani pra-kontrak dengan Twente.

Segalanya berubah ketika City mengajaknya tur pramusim dan menyodorinya kontrak baru berdurasi tiga tahun. Guidetti setuju dan kemudian langsung dipinjamkan ke Feyenoord. Gilanya, di Eredivisie, ia mencetak hattrick dalam kemenangan 3-2 Feyenoord atas Twente.

Guidetti mencatatkan kesuksesan di Feyenoord. Namun, ia dipinjamkan ke berbagai klub seperti Stoke City dan Celtic, sebelum kontraknya tak diperpanjang City. Ia kemudian pindah permanen ke Celta Vigo.

Owen Hargreaves – Kok Bisa?

Hargreaves bermain cukup oke ketika main di Manchester United dan bermain bagus bagus saat ia merantau ke Jerman bersama Bayern Munchen. United menjadi akhir karier Hargreaves, seharusnya. Apalagi, United tak memperpanjang kontraknya karena cedera lututnya yang kambuhan.

Saat Hargreaves tak punya klub, City datang merekrutnya untuk menggantikan Patrick Vieira yang sudah pensiun serta Yaya Toure yang akan absen karena ikut Piala Afrika 2012.

Kepindahan Hargreaves ke City terbilang mengejutkan karena ia sudah hampir deal dengan West Bromwich Albion. Salah satu alasannya adalah karena City main di Liga Champions. Sialnya, Hargreaves tak diajak, alias tak didaftarkan ke UEFA!

Di akhir musim, City merebut gelar juara Premier League. Hargreaves ada dalam perayaan tersebut. Namun, ia tak mendapatkan medali karena cuma main sekali.

Andrea Mancini – Nepotisme

Alf Inge Haaland jadi alasan bagi Erling untuk pindah ke Manchester City. Kasper Schmeichel mengekor kesuksesan ayahnya, Peter, saat menjuarai Premier League bersama Leicester City. Kasper beruntung karena Peter memasukkannya ke Akademi Manchester City sejak 2002.

Kisah serupa tak terulang pada Roberto Mancini. Ia memasukkan anaknya, Andrea, yang baru dilepas Bologna ke tim U-21 City. Namun, Andrea tak berkembang. Ia tak seterkenal ayahnya.

Geronimo Rulli

Rulli baru pulang dari timnas Argentina yang berlaga di Olimpiade 2016. Ia direkrut senilai 4 juta paun dari Deportivo Maldonado yang meminjamkannya ke Real Sociedad.

Akan tetapi, Rulli langsung dipinjamkan kembali ke Real Sociedad. Anehnya, enam bulan kemudian, ia dijual ke Sociedad! Ngapain?