OUR NETWORK

Ross McCormack dan Pengakuan yang Tak Kunjung Datang

Promosi ke Premier League 2019/2020, Aston Villa memutus kontrak salah satu penyerang mereka, Ross McCormack. Kontrak McCormack sejatinya masih tersisa satu tahun. Namun, dirinya memang tidak terlalu berguna di Villa Park. Dalam tiga tahun, dia hanya bertahan enam bulan di Kota Birmingham.

Hanya terlibat dalam empat gol dari 20 laga setelah ditebus 14 juta pauns dari Fulham, the Villans sadar investasinya tidak berbuah hasil. McCormack pun dipinjamkan ke Nottingham Forest, Melbourne City, Central Coast Mariners, dan Motherwell sebelum dilepas. Padahal, gaji McCormack mencapai 70.000 pauns per pekan, hampir tiga kali lipat dari Jack Grealish (25.000).

Nasib McCormack di Aston Villa memanglah buruk. Ia bahkan pernah berkelahi dengan Steve Bruce karena absen dari latihan. Menurut Sports Joe, Bruce sampai menyetir ke rumah McCormack untuk melakukan konfrontasi.

“Dia bilang dirinya akan absen latihan karena gerbang rumahnya mengalami kesalahan teknis. Itu bukanlah alasan. Gerbangnya hanya 150 centimeter. McCormak bisa lompat. Klub ini sudah terlalu lama hidup tak disiplin,” jelas mantan nakhoda Birmingham City itu.

Potensi Tertahan Ambisi

Foto: Id Radebe Leeds

Pertama McCormack datang ke Aston Villa, ia datang dengan reputasi tinggi. Baru saja mencetak 21 gol dari 45 pertandingan bersama Fulham. Bahkan selama 4.037 menit, ia terlibat dalam 31 gol Fulham. Itu sama saja satu gol per 130 menit.

Kemampuan McCormack memang sudah terbukti sejak masih membela Leeds United. Dirinya merupakan pemain paling subur di divisi dua Inggris, Championship 2013/2014. Performa di Craven Cottage hanya lanjutan dari performa selama membela the Peacocks.

Bahkan saat masih membela Leeds, Newcastle, dan West Ham United sempat menawarkan McCormack kesempatan untuk bermain di Premier League. Pemilik Leeds saat itu, Massimo Cellino juga berjanji akan melepas jasa pemain terbaiknya ke ‘klub besar’.

“Jika kami mendapatkan tawaran dari tim besar, pasti dia akan dilepas. Sayangnya, sejauh ini hanya peserta Championship yang menginginkan jasanya,” kata Cellino. “Kami tak harus melepas McCormack. Tapi jujur, kami butuh uang. Jadi jika tak ada yang mampu memberi uang untuk jasa McCormack, ia akan bertahan di Leeds,” lanjutnya.

Sial bagi Leeds, hanya dua pekan setelah ucapan Cellino itu beredar di media, McCormack meminta untuk dijual. Dengan atau tanpa tawaran dari ‘klub besar’, dirinya ingin pergi dari Elland Road. Fulham disebut menjadi kesebelasan yang memberi dana paling besar untuk Leeds (11 juta pauns). Akhirnya, ia pun harus bertahan di Championship.

Penyesalan Selalu Datang Terlambat

Foto: Eurosport

Hidup suporter Celtic itu nyaman selama di London. Jika perlu, dirinya bahkan mengaku bisa menggantung sepatunya di Craven Cottage. “Keluarga saya sudah senang di London. Anak-anak juga bahagia dengan lingkungan sekolahnya”.

“Fulham adalah klub yang sangat bagus. Saya memiliki banyak teman dan kenal dengan orang-orang baik di sana. Mungkin saya bisa pensiun di sana,” kata McCormack.

Nahkoda Fulham, Slavisa Jokanovic juga melihat McCormack sebagai pemain penting. Apalagi di tengah embargo transfer yang ketika itu menghatam the Cottagers. “Ross [McCormack] dan Moussa Dembele adalah pemain penting bagi kami”.

“Klub ada dalam embargo, jadi sulit bagi kami mencari pemain baru. Untuk masa depan, saya akan coba membangun tim dengan McCormack sebagai poros utamanya,” ungkap Jokanovic.

Namun performa Fulham membuatnya ragu. Meski dirinya konsisten mencetak lebih dari 15 gol per musim, the Cottagers selalu berada di papan bawah. Lagi-lagi, dirinya tak sabar menunggu Premier League dan akhirnya hengkang ke Aston Villa yang baru terdegradasi dari divisi tertinggi Inggris.

“Saya pikir Aston Villa akan menjadi jalan untuk ke Premier League. Mereka mengontrak saya. Saya juga terlalu semangat untuk bergabung dengan mereka. Padahal jika dilihat, kondisi Fulham lebih baik. Fulham juga promosi lebih awal dan saat pergi dari sana, saya adalah kapten klub,” akunya, menyesal.

Kepergian yang Dirayakan

Foto: Daily Record

Musim 2019/2020 akan mejadi tahun ke-enam sejak McCormack menyandang status topskorer Championship. Pemain kelahiran 18 Agustus 1986 itu sudah berkepala tiga. Namun, pengakuan dari Premier League tidak kunjung datang. Ia justru dilepas dari kesebelasan yang memegang tiket promosi ke Premier League.

Sekalipun the Villans harus membayar empat juta pauns dari pemutusan kontrak tersebut, kepergian McCormack justru dirayakan oleh suporter Aston Villa. Bahkan ada juga yang menganggap sikap Aston Villa membuang empat juta pauns adalah bukti dari keseriusan klub menyambut Premier League 2019/2020.

Sementara McCormack mungkin harus gantung sepatu dengan memori buruk. Tidak pernah merasakan Premier League dan mendapatkan pengakuan yang seharusnya. Sekalipun memiliki peluang untuk merasakan hal itu dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Ben Banks dari Not the Old Firm pensiun adalah opsi paling realistis. Penampilan selama di Motherwell mengecewakan. Hanya digunakan tiga kali dalam setengah musim. Gajinya juga terlalu tinggi untuk klub Skotlandia. Jadi wajar apabila dia pensiun.