Andriy Shevchenko adalah salah satu striker paling tajam yang pernah dimiliki AC Milan. Era 2000-an menjadi masa keperkasaan Shevchenko dan dianggap sebagai salah satu penyerang terbaik di dunia saat itu. Ia klinis, konsisten, dan juga mematikan di depan gawang.

Shevchenko mengawali karier sepakbolanya di Akademi Dynamo Kyiv. Debut profesionalnya dicatatkan pada 1993 ketika membela Dynamo-2 Kyiv di Divisi Dua Liga Ukraina pada usia 16 tahun.

Pada era tersebut, merupakan sesuatu yang wajar bagi agen untuk membawa kliennya melakukan trial di berbagai klub. Hal serupa juga terjadi pada Shevchenko. Lewat rekomendasi seorang pebisnis, ia dibawa ke London untuk trial bersama West Ham.

From Korea With Love Concert

Menurut Harry Redknapp, ada sejumlah anak dari Ukraina untuk mengikuti trial di tempat latihan West Ham. Mereka berada dalam satu tim untuk melawan tim Barnet Reserves. Ada satu pemain yang dianggap Redknapp bagus.

“Namun, aku ingat, mereka menginginkan 1 juta paun untuknya, yang mana itu sangat banyak kala itu untuk seorang talenta yang belum terbukti,” kenang Redknapp.

Karena biaya yang besar tersebut, Redknapp memutuskan untuk tidak jadi merekrut pemuda bernama Shevchenko tersebut. Meski, hingga hari ini, ia tak begitu yakin apakah si pemuda itu benar Shevchenko atau bukan. Namun, beberapa agen memastikan kalau dia adalah Shevchenko.

Saat ditanya siapa pemain yang ia masih menyesal tidak direkrut, Redknapp menjawab, “Aku pikir itu adalah Shevchenko.”

1994 merupakan musim pertama Redknapp sebagai manajer West Ham. Sebelumnya, ia pernah bergabung dengan The Hammers sebagai pemain pada periode 1965-1972. Kala itu, West Ham adalah tim yang dipenuhi para pemain lokal.

“Tidak ada pemain asing di sini,” terang Redknapp.

Ia lalu mendapatkan telepon dari orang-orang di East End. Mereka sering berbisnis di Rusia dan Ukraina. Orang yang menelepon ini menawari Redknapp sejumlah pemain muda terbaik di sana.

Dua pemain datang dan dimasukkan dalam laga melawan tim cadangan Barnet. Shevchenko mencetak dua gol di laga itu.

“Kami menyukainya tapi dia sekitar satu juta paun. Aku ingat bicara pada Frank (Lampard Snr) setelahnya dan cuma bilang kalau uangnya terlalu banyak. Dia baru 17, 18 tahun saat itu,” kata Redknapp.

Sumber: Ultrautd, Tribalfootball