Salah dan Kesederhanaan yang Membuatnya Spesial

Foto: FT.com

Apa yang akan Anda lakukan ketika ada pencuri tertangkap tangan tengah membobol rumah Anda? Langsung melaporkannya pada polisi? Atau bertindak bar-bar dengan memanggil warga dan main hakim sendiri?

Kejadian kemalingan juga pernah terjadi pada Mohamed Salah. Yang menarik adalah reaksi Salah yang tak seperti kebanyakan orang. Reaksi ini sekaligus memberikan kita bagaimana masa kecil Salah ketika tinggal di Mesir.

Kala itu, Salah bermain untuk Alexandria saat rumah keluarganya disantroni maling. Si pencuri ini akhirnya tertangkap beberapa hari kemudian. Ayah Salah, Hamed Ghali, kemudian menginginkan agar si maling segera diproses hukum atas apa yang ia lakukan.

Salah tidak mengetahui penangkapan ini. Namun, ketika ia mendengar apa yang terjadi, ia meminta ayahnya untuk melepaskan segala tuntutan pada pencuri tersebut. Ketimbang menginterogasinya dengan kasar, Salah justru memberikan pencuri tersebut uang sejumlah seribu paun. Tujuannya? Agar si maling bisa melanjutkan hidup. Bahkan, Salah pun mencarikan si maling pekerjaan.

Dari Nagrig Kembali ke Nagrig

Foto: The National.ae

Salah sendiri besar di Nagrig, sebuah desa yang letaknya di antara Alexandria dan Cairo. Secara ekonomi, Nagrig masih harus berjuang. Namun, orang-orangnya bahagia, dan kian bahagia dengan kemajuan yang diperlihatkan Salah saat ini.

Salah bukanlah tipikal orang yang mudah lupa akan akar hidupnya. Untuk itu, ia sudah berbuat banyak untuk Nagrig. Misalnya saja, ia membelikan perlengkapan olahraga untuk digunakan masyarakat. Ia pun membangun lapangan sepakbola indoor di tempatnya dulu bersekolah, Mohamed Ayyad Al-Tantawy.

“Salah juga memberikan uang untuk membantu pasangan yang menikah dan sering berkontribusi dalam acara amal. Lebih dari segalanya, Salah memberikan harapan,” tulis jurnalis Daily Mail, Dominic King.

Setiap bulan suci Ramadan tiba, Salah sering kembali ke Nagrig. Tangannya tak kosong. Ia membawakan hadiah untuk anak-anak. Ia pun bergabung dengan masyarakat sembari main tenis meja dan biliar.

“Ketika dia pulang, dia melayani semua permintaan tanda tangan, dan selalu melayani permintaan foto. Dia tak pernah berubah,” kata teman kecil Salah, Mohamed Bassyouni.

Kesederhanaan, Kekuatan Salah

Foto: Hindustantimes

Berdasarkan Dailymail, Salah ingin semua orang punya kesempatan untuk mengubah diri mereka menjadi lebih baik. Dan ini pula yang agaknya jadi alasan mengapa Salah begitu dihormati di Mesir dan dianggap sebagai pemersatu bangsa.

“Dia melakukan pekerjaan luar biasa. Rahasia atas kecemerlangannya? Adalah kesederhanaannya,” kata asisten manajer timnas Mesir, Mahmoud Fayez.

Fayez menggambarkan bahwa Salah adalah seorang pemain bintang. Akan tetapi ia menjalani hidupnya dengan sederhana. “Dia menggunakan kemampuannya untuk melayani negaranya. Dan Anda bisa melihat apa artinya buatnya ketika ia menyanyikan lagu kebangsaan,” ungkap Fayez.

“Dia bertarung setiap detik, setiap momen, setiap sprint, setiap tekel, setiap tendangan. Dia bertarung. Ini Salah. Inilah kenapa dia adalah pahlawan bagi setiap warga Mesir.”