OUR NETWORK

1.FC Union, Bentuk Perjuangan Sisi Timur Berlin

Berlin Timur memiliki citra yang cukup suram dalam buku sejarah. Dikuasai oleh Uni Soviet selama Perang Dunia Kedua, area itu dikenal mencekam pada masa perebutan kekuasaan. Ketika tembok di daerah Berlin Barat dihiasai berbagai mural dengan warna cerah, bagian timur dijaga oleh pos keamanan. Bahkan kendaraan pun tidak boleh melintas di depannya.

Hidup di bawah tekanan, masyarakat Jerman Timur tak punya kebebasan mengekspresikan diri mereka. Berlin sebagai ibu kota juga bukan pengecualian. Tapi sepakbola tetap hidup di sana. Setidaknya ketika Jerman Timur lolos ke Piala Dunia 1974, tim dari Berlin Timur ikut mengirim wakil mereka lewat Reinhard Lauck.

Lauck saat ini membela BFC Dynamo. Tapi sebelumnya, ia merupakan mantan pemain 1. FC Union Berlin, kesebelasan paling populer di ibu kota Jerman. Entah itu barat atau timur,  Die Eisernen disebut sebagai kesebelasan utama di Ibu Kota Jerman.

Bahkan menurut Max Regenhuber dari Bundesliga Fanatics, Union lebih populer ketimbang Hertha sejak periode Mauerjahre atau pemisahan tembok. Lahir pada 1906, Union bukan kesebelasan tertua di Ibu Kota Jerman. Status itu dimiliki oleh BFC Germania yang lahir di 1888. Meski demikian, Union tetaplah klub utama. Sekalipun mereka tidak pernah tampil di 1.Bundesliga.

Didirikan oleh kelas pekerja, klub yang awalnya dinamakan SC Union 06 Oberschöneweide 1950-an. Sialnya, tembok Berlin yang dibangun pada 1961 memecah klub jadi dua. Mereka yang ada di sisi barat memisahkan diri dan membentuk SC Union 06 Berlin.

Sementara itu di sisi timur, 1.FC Union Berlin dibentuk menggunakan tanah warisan Oberschoneweide. Angka satu di depan nama klub menjelaskan bahwa mereka yang pertama, bukan SC Union 06.

Oposisi Pemerintah (?)

Foto: Beyond the Last Man

Prestasi terbaik Die Eisernen lahir tak lama setelah nama 1.FC Union digunakan. Menjuarai Piala Jerman Timur pada 1968. Tapi lagi-lagi momentum mereka terhenti karena masalah di luar sepakbola. Sebagai klub kelas pekerja, suporter Union sering memprotes kebijakan pemerintah Jerman Timur dari tribun.

Diisi oleh anak-anak muda, umpatan biasanya mereka keluarkan ketika bertemu BFC Dynamo yang dekat dengan pemerintah dan pihak kepolisian. Berteriak meminta badan inteligen Jerman Timur alias Stasi keluar dari daerah mereka. Ataupun memprotes tembok Berlin yang memisahkan mereka dengan saudara-saudaranya.

Union disebut tempat anak-anak muda bermasalah dan tukang onar berkumpul oleh pihak pemerintah. Mereka sempat berusaha menjatuhkan Union, tapi pihak klub membalas lewat surat suporter. “Menurut saya masalah yang dialami saat ini [keonaran anak-anak muda] bukanlah milik Union semata,” buka Wilhelm Meissgeier, salah satu suporter Union.

“Semua kesebelasan di Jerman Timur mengalami masalah serupa. Setidaknya pihak Union sudah berusaha mempromosikan dukungan yang sehat. Termasuk menggunakan spanduk Iron Union yang bertuliskan ‘olahraga dan adil’,” lanjutnya.

Anggapan bahwa Union adalah oposisi Jerman Timur juga dibantah oleh pihak klub. “Kami tidak melawan negara. Hampir semua suporter di sini adalah orang biasa. Mereka datang ke pertandingan Union untuk meluapkan emosinya. Cerita bahwa kami adalah oposisi dari Jerman Timur hanya khayalan belaka,” aku Perwakilan Relasi Suporter Union Theo Koerner.

Menolak 10 Juta Euro dari Sponsor

Walaupun tidak mau disebut anti pemerintah Jerman Timur, Union tetap menjalankan sikap-sikap anti-komunis dan peduli sesama. Dapat dikatakan, mereka adalah St.Pauli, sebelum bendera Jolly Rogers populer di dunia sepakbola.

Kultur itu tetap dijalanjkan Union ratusan tahun setelah klub didirikan. Pada 2009, mereka bahkan membatalkan kesepakatan dengan International Sport Promotion (ISP) setelah Der Spiegel membocorkan bahwa Presiden ISP Jurgen Czilinsky pernah menjadi bagian stasi.

Union dan ISP awalnya menandatangani kontrak 10 juta euro selama lima tahun. Setelah laporan Der Spiegel muncul, hal itu dibatalkan karena alasan sejarah. “Mempelajari lebih lanjut tentang kesepakatan yang ada, kami tak bisa melanjutkan kerja sama dengan ISP,” kata Presiden Union Dirk Zingler.

“Kami selalu percaya bahwa kepemimpinan sebuah klub tidak akan lepas dari masa lalu. Itu selalu jadi kunci kami,” tambah Antonio Hurtado yang mengurusi masalah bisnis Union. Die Eisernen padahal pernah dua kali mengalami masalah finansial di era Bundesliga. Tapi mereka masih berani menolak sponsor demi mengedepankan nilai-nilai klub.

Tak lama kemudian, Zingler juga dilaporkan pernah menjadi bagian dari militer di bawah Stasi. Tapi beda dengan ISP, posisinya sebagai presiden klub tetap dipertahankan. “Saya terpaksa masuk militer. Saat itu saya masih 18 tahun dan mereka mengancam, jika mau bertahan di Berlin, harus masuk militer. Bagi saya Berlin adalah kota yang sangat penting,” jelas Zingler.

Mencetak Sejarah

Foto: Playbuzz

Perjudian Union akhirnya berbuah hasil 10 tahun setelah menolak ISP. Perlahan tapi pasti mereka menunjukkan kredibilitas sebagai kesebelasan modern. Berhasil menyatukan publik seperti impian suporter di era Mauerjahre dan membangun daerah sekitar stadion dengan teknologi kelas dunia.

Diasuh mantan bek tim nasional Swiss, Urs Fischer, Union berhasil mengakhiri musim 2018/2019 sebagai peringkat tiga klasemen akhir 2.Bundesliga. Unggul satu poin dari Hamburg SV yang merupakan unggulan untuk promosi.

Dengan keberhasilan ini, mereka pun layak mendapat kesempatan memperebutkan tiket 1.Bundesliga lawan peringkat 16 divisi tertinggi Jerman, Stuttgart. Mengantongi dua gol tandang dan menahan imbang Die Schwaben tanpa gol di Berlin, Union promosi untuk pertama kalinya sepanjang serajah klub.

Mereka juga tampil di Piala UEFA setelah jadi finalis DFB Pokal 2001. Menyingkirkan VfL Bochum dan Borussia Mönchengladbach sebelum ditekuk Schalke pada partai puncak. Ketika itu mereka masih main di divisi tiga Jerman. Keluar sebagai juara 2000/2001 untuk melengkapi prestasinya di DFB Pokal.

Musim 2019/2020 adalah yang pertama kalinya Union Berlin masuk 1.Bundesliga. Tanpa Bobby Shou Wood, Kristian Pedersen, ataupun Uchida Atsuto, Fischer mengandalkan Felix Kroos, Akaki Gogia, dan Sebastian Andersson sebagai tumpuan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, derby antara Berlin Timur dan Barat pun akan tersaji di 1.Bundesliga