OUR NETWORK

Indonesia di Piala AFF 2008: Kuat Lawan Tim Lemah, Lemah Lawan Tim Kuat

Tidak mau mengalami kegagalan seperti tahun-tahun sebelumnya, Indonesia bertekad untuk melepaskan dahaga juara Piala AFF pada turnamen tahun 2008. Caranya adalah dengan menjadi tuan rumah. Berstatus sebagai penyelenggara akan memudahkan Indonesia untuk meraih kemenangan karena dukungan besar dari para suporternya.

Masalah keamanan menjadi alasan dari Myanmar, yang seharusnya menggelar turnamen tersebut. Dalam sebuah rapat dewan yang dilakukan di Bali, AFF menunjuk Indonesia dan Thailand yang mengaku siap sebagai penyelenggara.

Turnamen ini kembali dihiasi sponsor. Perusahaan otomotif asal Jepang, Suzuki menjalin kemitraan dengan AFF yang berlangsung hingga saat ini. Masuknya Suzuki juga memberikan peningkatan dari sektor hadiah yang jauh lebih besar dibanding turnamen sebelumnya.

Kursi kepelatihan timnas Indonesia kembali mengalami pergantian. Gagalnya Indonesia melangkah ke babak final sepakbola Sea Games, membuat BTN (Badan Tim Nasional) dan PSSI kompak memecat Kolev. Nama Benny Dollo kemudian diangkat sebagai pelatih anyar. Mantan juru racik Persita Tangerang ini mengalahkan Rahmad Darmawan, Jaya Hartono, dan Daniel Roekito yang juga masuk kandidat.

Tiga bulan sebelum kejuaraan, Indonesia menggelar turnamen mini bertajuk Piala Kemerdekaan sebagai bagian dari persiapan. Dalam ajang yang diikuti enam kesebelasan tersebut, Indonesia menjadi juara setelah menang 3-1 melawan Libya di partai puncak. Namun dalam pertandingan final tersebut, Indonesia tidak sekalipun mencetak gol. Libya yang pada babak pertama unggul 1-0 memutuskan untuk Walk Out. Pemukulan yang diterima pelatih mereka, Gamal Abu Nowara menjadi alasan mundurnya wakil dari Afrika tersebut.

Meski juara dengan tidak mengenakkan, namun piala tersebut menjadi modal bagus untuk bertarung di Piala AFF. Indonesia mendapat grup yang relatif mudah karena hanya Singapura lawan yang tergolong kuat, sementara dua lainnya adalah Myanmar dan Kamboja.

Coach Bendol juga melakukan beberapa modifikasi dalam skuadnya. Tidak ada lagi nama Ilham Jaya Kesuma, Zaenal Arief, Maman Abdurahman, dan Hendro Kartiko. Kejutan terbesar adalah tidak dipanggilnya Boaz Salossa yang saat itu sedang bersinar bersama Persipura.

Meski menyisihkan beberapa pemain senior, namun Bendol justru menggantinya dengan sesama pemain senior juga yang belum memiliki pengalaman di timnas. Sebut saja nama T.A. Musafri, Aliyudin, Muhammad Ilham, Irsyad Aras, dan Nova Arianto, yang dipanggil untuk masuk dalam skuad AFF 2008. Performa di level klub menjadi alasan pemain-pemain tersebut dipanggil. Hanya Muhammad Roby, satu-satunya pemain yang berusia di bawah 25 tahun yang dipanggil Bendol.

Indonesia mengawali turnamen dengan sangat baik. Gol Budi Sudarsono, Firman Utina, dan Bambang Pamungkas memberikan kemenangan 3-0 melawan Myanmar. Pada pertandinga kedua, hattrick Budi dan satu gol Bepe membawa Indonesia mengalahkan Kamboja 4-0 sekaligus memastikan lolos ke babak empat besar. Laga melawan Singapura menjadi penentuan siapa yang akan menjadi juara grup.

Akan tetapi, ketajaman Indonesia tampak sudah habis ketika melawan Kamboja. Meski menurunkan skuad terbaiknya, namun Indonesia justru tampil kurang bergairah dan bermain seadanya. Indonesia takluk 0-2 lewat gol Baihakki Khaizan dan Shi Jiayi. Mereka harus puas sebagai runner-up dan harus berhadapan dengan Thailand.

Melempemnya permainan Indonesia terus berlanjut ketika menjamu tim Gajah Putih. Sundulan Teerasil Dangda memberikan kemenangan tandang untuk Thailand sekaligus mempersulit langkah Indonesia karena harus berhadapan dengan mereka di depan publik Bangkok empat hari berselang.

Asa untuk melangkah ke final sebenarnya muncul setelah Nova Arianto mencetak gol pada menit kesembilan. Akan tetapi, Thailand terlalu tangguh dan membalikkan keadaan pada babak kedua melalui gol Teeratep Winothai dan Ronnachai Rangsiyo. Indonesia kembali mengubur harapan untuk menjadi juara.

Prestasi timnas pada 2008 sebenarnya jauh lebih baik karena setahun sebelumnya mereka gagal lolos dari fase grup. Namun melihat penampilan mereka yang hanya bagus melawan tim lemah namun melempem menghadapi tim penuh sejarah macam Thailand dan Singapura membuat AFF 2008 juga sama mengecewakan dengan tahun sebelumnya.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah jarangnya Benny Dollo melakukan rotasi. Hal ini yang disebut-sebut menjadi alasan Indonesia gagal melangkah ke partai final. Selalu mengandalkan starter yang itu-itu saja membuat beberapa pemain cepat mengalami kelelahan.

Meski gagal, Indonesia kembali mendapat hadiah hiburan berupa gelar top skor. Budi Sudarsono meneruskan prestasi yang dibuat Gendut Dony, Bambang Pamungkas, dan Ilham Jaya Kesuma. Sayangnya, Budi tidak sendirian. Dia ditemani oleh Agus Casmir dan Teerasil Dangda yang sama-sama mencetak empat gol. Turnamen ini sendiri dimenangi oleh Vietnam setelah menang agregat 3-2 melawan Thailand

Loading...