OUR NETWORK

Ketika MLS Mengubah Aturan Demi David Beckham

Pemerintah Spanyol membuat aturan khusus soal pajak dan diberi nama “Beckham Law” yang disahkan pada 2005. Salah satu tujuannya adalah untuk mendatangkan talenta hebat tanpa dihantui potongan pajak yang terlalu besar.

Inspirasi dari aturan ini tak lain adalah David Beckham yang pindah ke Real Madrid pada 2003 dalam proyek Los Galacticos. Setelah aturan tersebut rampung pada 2005, dua tahun kemudian Beckham pindah ke Amerika Serikat.

Secara aturan, Beckham tak mungkin bermain di sana karena adanya pembatasan gaji. Namun, pesona Beckham lebih tinggi dari aturan yang telah ada. Karena itu, MLS merevisi aturan mereka dan membuat aturan baru bernama “The Designated Player Rule” atau lebih dikenal dengan “Beckham Rule”.

Sederhananya, kesebelasan MLS diperbolehkan merekrut tiga pemain yang gajinya melebihi salary cap atau batas gaji yang ditetapkan operator liga. Aturan ini disahkan mulai musim 2007, membuat tim di MLS akhirnya bisa merekrut pemain bintang bernama besar. Lewat aturan ini, hingga 2019, terdapat 208 “Designated Players” yang main di MLS.

Gara-Gara Ribut di Madrid

Musim 2006/2007 menjadi musim yang sulit buat El Real. Alasannya adalah karena pemilihan presiden klub di mana Ramon Calderon yang akhirnya terpilih. Ia menyingkirkan semua staf klub dan menggantinya dengan yang baru. Ia pun mendatangkan Fabio Capello sebagai pelatih utama.

Di bawah Capello, Beckham tak mendapatkan kesempatan. Posisinya tergantikan oleh Jose Antonio Reyes. Di musim terakhirnya tersebut, negosiasi kontrak juga tak berjalan dengan mulus. Bahkan, Direktur Olahraga Madrid, Predrag Mijatovic, bilang pada 10 Januari 2007 kalau Beckham tak akan bersama El Real setelah musim berakhir.

Keesokan harinya, Beckham mengumukan kalau ia akan bergabung dengan LA Galaxy mulai 1 Juli 2007 dengan kontrak lima tahun. Ini bikin Capello dan Calderon kecewa. Capello lantas bilang kalau Beckham tak akan dimainkan lagi. Namun, mantan pemain Manchester United tersebut diperblehkan tetap berlatih bersama tim utama.

Hal ini juga memancing Calderon untuk menjelek-jelekan Beckham. Ia menyebut kalau Beckham pindah untuk menjadi aktor. Calderon bilang kalau tak ada klub lain di dunia yang mengiginkan Beckham kecuali LA Galaxy.

Akan tetapi ucapan tersebut tak terbukti karena pada 10 Februari 2007, Beckham justru diturunkan dalam pertandingan menghadapi Real Sociedad. Di luar dugaan, performa Beckham amat penting buat El Real yang berhasil mengangkat trofi La Liga di akhir musim.

Setelah musim berakhir, Capello menginginkan Beckham untuk bertahan. Madrid pun mengumumkan kalau mereka akan mencoba memutus transfer ke LA Galaxy. Manajemen Madrid bahkan mengontak pemilik LA Galaxy untuk merekrut kembali sang pemain. Namun, mereka menolak.

Madrid pun kehilangan dua hal: pemain bagus, dan pendapatan besar dari penjualan merchandiseForbes mencatat kalau sepanjang empat tahun bersama Madrid, ada kenaikan luar biasa dari penjualan merchandise menjadi 436 juta paun!

Kepindahan yang Sudah Disiapkan

Beckham sudah menandatangani kontrak dengan LA Galaxy sejak 11 Januari 2007, tapi baru resmi bergabung pada 1 Juli 2007. Kabar bergabungnya Beckham dengan Galaxy langsung mengguncang media. Galaxy membayar Beckham dengan mahal: 32 juta USD buat lima tahun. Namun, mereka mendapatkan imbalan setimpal.

Herbalife mengesponsori Galaxy dengan nilai 20 juta USD untuk lima tahun. Tiket terusan terjual lebih dari 10 ribu kursi, dan tiket VVIP ludes terjual. Pemilik Galaxy, Anschutz Entertaiment Group, mengalami peningkatan kinerja bisnis.

Namun, semua ini harusnya tak akan terjadi karena MLS punya aturan pembatasan gaji. Pada 2007, salary cap ditetapkan pada angka 2,1 juta USD dan mengalami kenaikan 200 ribu USD ketimbang tahun sebelumnya.

Untuk itu, dibuatlah aturan baru untuk mengakomodasi kehadiran Beckham dan bintang lainnya di masa depan. Sistemnya seperti ini: 400 ribu USD gaji pemain tetap dialokasikan ke salary cap sementara sisanya dibayar oleh pemilik klub.

Pada 2007, ada tiga pemain yang berstatus designated player seperti Beckham: Claudio Reyna dari New York Red Bulls, Cauhtemoc Blanco dari Chicago Fire, dan Denilson dari FC Dallas. Sementara itu, sebelum 2007, cuma ada tiga pemain yang gajinya di atas 400 ribu USD setahun: Landon Donovan, Carlos Ruiz, dan Eddie Johnson.

“Beckham Rule” tetapi digunakan di MLS hingga saat ini. Ini berarti aturan salary cap tetap digunakan yang sebenarnya punya tujuan bagus: agar klub MLS tidak berlebihan mengeluarkan uang buat menggaji pemain. Dengan harapan, mereka memiliki finansial yang lebih stabil.

Loading...