OUR NETWORK

Tendangan Pisang Roberto Carlos

Ajang Tournoi de France pada 1997 seharusnya hanya menjadi turnamen pemanasan bagi tuan rumah Prancis sebagai bagian dari persiapan mereka jelang Piala Dunia yang akan digelar setahun setelahnya. Meski sifatnya hanya turnamen pemanasan, namun ajang tersebut meninggalkan kesan yang mendalam bagi seorang Roberto Carlos.

Pemain yang saat itu baru saja menjalani musim pertamanya bersama Real Madrid tampil sebagai pencetak gol pertama pada turnamen tersebut. Gol yang hadir dari sebuah eksekusi tendangan bebas yang luar biasa. Gol yang akan selalu mengingatkan kita semua kepada sosok yang sering menjadi striker dalam Winning Eleven PS1.

Menghadapi Prancis pada laga pertama, Brasil mendapatkan tendangan bebas setelah Patrick Vieira melanggar Ronaldo. Jarak lokasi pelanggaran dengan gawang Prancis saat itu adalah 35 yard. Tentu sangat sulit untuk mencetak gol dari posisi sejauh itu.

Namun hal itu tidak ada dalam kamus seorang Roberto Carlos. Setelah menaruh bola di atas rumpur, ia langsung mengambil ancang-ancang yang sangat jauh. Setelah peluit dibunyikan, ia langsung mengeluarkan gaya lari khas dirinya sebelum menendang bola kencang-kencang ke gawang Barthez.

Boom…. Empat pemain Prancis yang menjadi pagar betis tidak berguna sama sekali. Barthez hanya bisa bengong ketika bola masuk dari posisi yang terbilang cukup jauh. Penonton yang menyaksikan laga tersebut melalui televisi semakin dibuat takjub ketika melihat tayangan lambat.

Bola yang ditendang Carlos ternyata melengkung dan lalu meluncur deras ke pojok gawang Barthez. Bola sempat menyentuh tiang sebagai sinyal betapa akuratnya sepakan Carlos pada saat itu. Seketika itu, Carlos langsung disambut oleh rekan setimnya yang juga tidak percaya karena melihat gol indah tersebut.

“Terkadang, mereka bertanya kepada saya tentang gol ini. Bola saat itu tidak terlalu berat, pemain lain mencoba membantu saya, dan saya tinggal menendangnya ke gawang,” kata Carlos yang dikutip dari AS.

“Saya selalu mencoba untuk mengambil titik tengah bola saat mengambil tendangan bebas karena bagian itu adalah bagian terkeras dari bola dan Anda akan memperoleh tenaga besar dari sana,” ujar Carlos yang dikutip dari FourFourTwo.

Yang menarik, Carlos menggunakan papan iklan brand ‘LA Poste’ sebagai sasaran untuk membuat gol tersebut. Ia mengincar huruf ‘A’ dari tulisan ‘LA Poste’ yang sayangnya bola justru bergerak menjauh dari target. Carlos tidak menyangka kalau dari kegagalan menemui sasaran berupa huruf ‘A’ tersebut justru membuat bola bergulir ke sasaran yang lain yaitu gawang Prancis.

Saat melakukan sesi wawancara dengan Guillem Balague, Carlos menuturkan kalau dia sebenarnya yakin bisa mencetak gol, namun ia tidak menyangka kalau golnya bisa hadir dengan cara elegan seperti itu. Bahkan ketika bola sudah masuk ke gawang pun dia masih tidak percaya.

“Satu hal yang membuat saya tercengang dari gol tersebut adalah ketika melihat putaran bola tersebut. Setelah bola menghujam jaring gawang, bola tersebut justru berputar ke arah sebaliknya. Simak sekali lagi dan Anda akan melihatnya,” kata Carlos menambahkan.

“Sejujurnya sampai hari ini saya tidak tahu bagaimana bisa saya melakukan itu. Itu adalah gol yang indah dan butuh banyak latihan dan kerja keras sepanjang karier saya. Kerja keras itu terbayar, karena saya dapat mencetak gol itu dengan indah yang merupakan momen istimewa bagi saya,” ujarnya.

Saking bersejarahnya gol tersebut, Carlos tidak mau jika diminta untuk mencoba menendang seperti itu lagi. Dia sadar kalau hal itu sulit untuk diulang kembali. Ia pernah melakukan itu dan hasilnya bola justru melenceng meski lengkungannya mirip seperti yang ia lakukan 23 tahun lalu.

Gol ini bahkan menarik minat beberapa peneliti untuk mengkaji gol tersebut. Mereka berpendapat kalau gol ini bisa saja terjadi lagi oleh pemain lain jika dia memiliki kemampuan menendang kencang sejauh 35 meter dan punya power seperti Carlos.

Meski begitu, pendapat tersebut dibantah oleh Luis Fernando Fontanari dari Sao Roberto Carlos Physics Institute, Universitas Sao Paolo. Menurutnya, gol Roberto Carlos itu sifatnya sangat spesial dan tidak akan ada yang bisa untuk mengulanginya.

“Saya tidak yakin bisa melihat gol seperti ini lagi. Meski fisika bisa menjelaskan dengan sempurna bola bisa berubah entah itu dari sentuhan atau sejumlah faktor lain, namun gol ini sangat langka dan hanya layak untuk disebut sebagai sebuah keajaiban,” ujarnya.

Sepanjang kariernya, Carlos telah mencetak 104 gol. Banyak dari golnya tersebut yang dicetak dengan cara yang indah. Ia pernah membuat gol dari samping ketika melawan Tenerife. Chip-nya pernah memperdaya penjaga gawang Real Sociedad. Namun menurut dirinya pribadi, gol ke gawang Prancis pada ajang ini yang layak disebut terbaik sepanjang karier.

“Gol ini jauh lebih spektakuler dibanding gol saya ke gawang Tenerife,” ujarnya.

Sayangnya, gol ini tidak membawa Brasil menang pada saat itu. Prancis menyamakan kedudukan melalui Marc Keller. Tim Samba sendiri gagal menjadi juara karena kalah satu poin dari Inggris yang menjadi pemenang. Meski begitu, orang-orang lebih sering mengingat gol tersebut ketimbang siapa yang menjadi juara pada turnamen itu.

Loading...