Andres Iniesta masih berusia 20 tahun ketika tawaran menarik itu datang pada 2004. Iniesta belum menjadi pemain utama Barcelona kala itu. Ia baru menjalani dua musim dan belum banyak bermain. Dari dua musim tersebut, Iniesta baru main 26 kali.

Iniesta punya potensi besar dan itu yang dilihat oleh Alex McLeish. Saat itu, McLeish adalah Pelatih Rangers. Ia tengah mencari pengganti Barry Ferguson yang pindah ke Blackburn Rovers.

Kehilangan pemain utama membuat McLeish menugaskan asistennya, Jan Wouters, untuk mencari pengganti Barry. Kebetulan, Wouters punya kenalan di Camp Nou. Kenalan Wouters tidak main-main karena dia adalah Henk ten Cate yang merupakan asisten Frank Rijkaard. Rijkaard sendiri saat itu adalah Pelatih Barcelona.

From Korea With Love Concert

Proses peminjaman hampir terjadi karena McLeish pun setuju dengan perekrutan Iniesta. Akan tetpai, seminggu kemudian, Barcelona justru mempromosikan Iniesta ke tim utama. Ini membuat sang pemain memilih tetap di Catalonia karena peluangnya lebih besar.

Dalam wawancara denganĀ Record Sport, McLeish menjelaskan kalau kondisi Rangers waktu itu tengah membutuhkan pemain karena kepergian Barry. Ia perlu pemain berkualitas yang bisa membawa bola di lini tengah.

“Jan Wouters menelepon Henk ten Cate, yang merupakan asisten Rijkaard di Barcelona. Jan bertanya apakah ada seseorang yang bisa mereka dapatkan dan diberitahu soal seorang anak muda bernama Iniesta.”

“Waktu itu dia masih 18 tahun. Kami bertanya apakah kami bisa membawanya ke Skotlandia dan kami diberitahu bahwa mereka akan mengusahakannya di Barcelona dan membawanya pada kami.”

Alasan Barcelona berpikir meminjamkan Iniesta adalah karena sang pemain perlu mendapatkan menit bermain. Di sisi lain, Rangers menyediakan satu tempat untuknya di tim utama.

Sebelumnya, Rangers pernah bekerja sama dengan Barcelona. Mereka mendatangkan Mikel Arteta pada 2002 dari Barcelona B. Arteta menjadi pemain utama di sana. Ia memuji penampilannya di Rangers bisa membantunya berkembang sebagai pemain. Soalnya, permainan sepakbola Skotlandia yang sangat keras dan fisikal.

Melirik keberhasilan Arteta, McLeish ingin mengulanginya dengan kembali mendatangkan pemain muda dari Barcelona, meski berstatus pinjaman. Sayangnya, keinginan tersebut tak tercapai. Namun, setelah dipikir-pikir lagi, McLeish hanya bisa tertawa.

“Aku tak sadar aku telah menciptakan badai di Barcelona. Senin setelah Jan menelepon, Iniesta dipindahkan ke tim utama. Saat Henk ten Cate menghubungi kembali, kami bertanya soal Iniesta dan diberi tahu: ‘Dia telah ada di tim utama sekarang,” terang McLeish.

Agaknya, Barcelona khawatir bakat Iniesta jatuh ke tangan tim lain. Sehingga, ketika Rangers tertarik mendatangkannya, Barca langsung menaikkannya ke tim utama. Bahkan, pada musim 2004/2005, Iniesta tampil di total 46 pertandingan!

Sebenarnya, bukan cuma Iniesta yang akan dipinjam McLeish. Soalnya, ia juga menaksir Lionel Messi. Akan tetapi, pihak Barca langsung dengan cepat menolaknya.

“Kami bertanya soal membawa Messi ke Rangers dengan status pinjaman [pada 2004] dan dijawab dengan tegas: ‘Tidak mungkin. Sama sekali tak ada kesempatan,” terang McLeish.

Sumber: Daily Record