OUR NETWORK

Ada Apa dengan Kutukan Drake?

Ada yang mengejutkan ketika akun Twitter AS Roma mencuit kalau mereka melarang semua pemain AS Roma berfoto bersama dengan Drake hingga akhir musim. Aturan ini terbilang aneh, mengingat wajar kalau ada pesepakbola yang ingin berfoto dengan artis idolanya. Namun, melihat tren belakangan ini, larangan AS Roma ini terbilang wajar.


Drake adalah musisi berkebangsaan Kanada yang bisa melakukan berbagai hal: nge-rap, bernyanyi, menulis lagu, berakting, juga sebagai produser. Bakat yang dimiliki Drake di dunia musim memang luar biasa. Namun, untuk penggemar sepakbola dan olahraga lainnya, ada bakat lain yang membuatnya ditakuti. Bakat itu sebenarnya lebih mirip sebagai kutukan, karena pesepakbola yang berfoto dengannya, akan mengalami kekalahan.

Yang terbaru adalah bek Paris Saint-Germain, Layvin Kuzawa. Setelah berfoto, Paris Saint-Germain mengalami kekalahan memalukan 1-5 dari Lille. Kekalahan ini pun membuat PSG gagal menggelar pesta juara di kandang rivalnya tersebut.

Ini yang membuat Roma was-was kalau para pemainnya berfoto dengan Drake, maka hasil buruk akan mengikuti. Roma mungkin saja bercanda, karena mereka memang cukup santai di media sosial. Namun, tak ada yang salah bukan untuk melarang pemainnya berfoto bersama dengan Drake? Apalagi, sejumlah kesebelasan di Inggris juga di Eropa berharap mereka bisa melarang para pemain berfoto dengan Drake.

Mengapa sejumlah pesepakbola Eropa bisa berfoto dengan Drake sementara ia berkarier di Amerika Serikat? Ini tak lain karena selama sebulan ini, Drake berkeliling Inggris dan Eropa untuk menggelar tur Assassination Vacation-nya. Ini yang membuat para pesepakbola berkesempatan untuk menonton langsung konser Drake dan berfoto bersama.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

With the 🦉 @champagnepapi 🙏🏽 📸 @bassforreal

Sebuah kiriman dibagikan oleh Layvin Kurzawa 20 (@kurzawa_20) pada

Hal serupa juga dilakukan oleh Paul Pogba yang menyaksikan Drake tampil di Manchester Arena. Tentu, sebagai penutup, ia berfoto bersama. Tak lama kemudian, Manchester United pun kalah 1-2 dari Wolverhampton Wanderers di perempatfinal Piala FA.

Hal serupa juga terjadi pada Pierre-Emerick Aubameyang yang menyaksikan Drake di O2 London. Pasalnya, empat hari sebelum kekalahan 0-1 dari Everton, Auba berpose bersama Drake.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

About last night 👌🏽🔥 @champagnepapi

Sebuah kiriman dibagikan oleh Aubameyang (@aubameyang97) pada

Hal senada juga terjadi pada Sergio Aguero. Di pertandingan penting menghadapi Tottenham Hotspur di perempat final Liga Champions, Aguero gagal mengeksekusi tendangan penalti. Ini membuat Manchester City kalah 0-1 di tangan Spurs.

Apa masalahnya? Karena pada 11 Maret, Aguero memosting foto bersama Drake. Bukan cuma satu, tapi dua postingan dengan yang satu berbentuk video.

Hal serupa juga menimpa Jadon Sancho yang dikabarkan hang out bersama Drake. Hasilnya? Borussia Dortmund kalah 0-5 dari Bayern Munich.

Bukan Cuma di Sepakbola

Kutukan Drake juga terjadi di olahraga lain. Misalnya saja ketika Drak ditunjuk sebagai global ambassador untuk Toronto Raptors pada 2013. Ia sering menemani tim bahkan sampai di pinggir lapangan kapanpun mereka menghadapi pertandingan besar. Sialnya, selama enam tahun terakhir, Raptors punya reputasi buruk ketika menghadapi pertandingan besar.

Pada 2015, ia pun “mengacaukan” ambisi Serena Williams untuk menjadi perempuan pertama yang memenangi empat tenis Grand Slam dalam satu tahun kalender sejak Steffi Graf melakukannya pada 1988. Kala itu, Drake sering hadir di pertandingan Serena. Ia pula hadir ketika Serena kalah di US Open dari petenis non-unggulan, Roberta Vinci.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

The 6 God and The 12 animal!

Sebuah kiriman dibagikan oleh Conor McGregor Official (@thenotoriousmma) pada

Hal serupa juga pernah terjadi ketika Conor McGregor berfoto dengan Drake jelang pertandingan penting menghadapi Khabib Nurmagomedov. Hasilnya tentu kita sudah bisa menebak.

Drake sebenarnya sudah menyadari akan hadirnya “kutukan” ini. Untuk itu, ia ingin menghapuskannya dengan mengenakan baju dengan logo semua tim yang berlaga di semifinal Super Bowl. Alasannya? Tentu karena ia tak ingin “merugikan” satu tim, sehingga ia mengenakan keempat-empatnya.

Apakah kutukannya berhasil? Kelihatannya begitu, tapi ada yang mengejutkan di final Superbowl. Mereka mencatatkan rekor gol terendah dalam sejarah! Apakah ini karena Drake?

Loading...