OUR NETWORK

Bonus-Bonus Aneh di Sepakbola

Untuk memenangi sebuah pertandingan atau sebuah kejuaraan, tidak jarang klub sepakbola menjanjikan bonus atau hadiah untuk para pemainnya. Bonus-bonus tersebut diberikan untuk membuat si pemain tetap bersemangat untuk dapat merealisasikan targetnya tersebut. Tidak hanya dari klub, bonus juga kerap hadir dari penyelenggara turnamen dalam bentuh penghargaan kepada individu. Bonus-bonus aneh di sepakbola

Beberapa bulan lalu kejadian unik terjadi di sepak bola Afrika Selatan. Dalam turnamen The Telkom Knockout, seorang pemain Bidvest Wits mendapat predikat sebagai Man of the Match setelah bermain apik melawan Bloemfontein Celtic. Anehnya, bukan sebuah Piala atau plakat, si pemain tersebut justru mendapat hadiah berupa kuota data internet sebesar 5 gigabyte. Kejadian ini kemudian sempat menjadi olok-olok di jagad dunia maya.

Bonus-Bonus Aneh di Sepakbola

Lain di Afrika Selatan, lain pula di Inggris. Pada babak ketiga Piala FA 2018 lalu, perusahaan pizza Papa Johns yang menjadi sponsor kesebelasan Fleetwood Town menjanjikan suplai pizza selama setahun penuh untuk penjaga gawang mereka Chris Neal apabila tidak kebobolan ketika menghadapi Leicester City.

Bonus-Bonus ANeh di Sepakbola

Neal pun meraih bonus tersebut setelah pertandingan berakhir imbang 0-0. Hal serupa juga pernah dilakukan Claudio Ranieri ketika Leicester meraih nirbobol pertamanya pada 2015 lalu.

Selain kuota data dan pizza, tercatat ada beberapa kesebelasan yang menjanjikan bonus-bonus unik dengan persyaratan-persyaratan yang juga sama uniknya. Berikut di antaranya:

Tanah yang tidak bisa digarap

Enam tahun lalu, kesebelasan nasional Zambia membuat kejutan dengan menjuarai Piala Afrika untuk kali pertama sepanjang sejarah. Hal itu tidak terlepas dari penampilan sang penjaga gawang Kennedy Mweene. Penjaga gawang 34 tahun tersebut hanya kebobolan tiga gol yang semuanya terjadi di penyisihan grup.

Penampilan apiknya tersebut membuati dirinya diganjar bonus oleh pemimpin daerah Swaka, Chief Kanyesha berupa tanah seluas 250 hektar plus dua ekor sapi. Sayangnya, tanah tersebut tidak diambil oleh Mweene karena dirinya tinggal di Afrika Selatan.

Kesepakatan rum yang berantakan

Trinidad dan Tobago lolos ke putaran final Piala Dunia dan harus bertemu Inggris di fase grup Piala Dunia. Untuk meningkatkan semangat Dwight Yorke dkk., produsen rum Angostura menjanjikan 247 liter rum atau 430 gelas untuk mereka apabila mampu mengalahkan Inggris. Sayangnya bonus tersebut tidak bisa terealisasikan karena mereka takluk 0-2 dari Inggris. Di satu sisi, mungkin mereka kecewa. Namun, di sisi lain mereka telah menyelamatkan liver mereka.

Masakan Babi untuk Osasuna

Klub yang bermarkas di kota Pamplona, yaitu Osasuna pernah dijanjikan sebuah bonus unik. Peternak babi bernama Luis Miguel Arraztoa menjanjikan 12 masakan anak babi apabila mereka bisa meraih kemenangan setelah tertinggal terlebih dahulu. Namun, bonus ini tidak berlaku untuk para pemain muslim. Mereka yang tidak mengonsumsi babi diganti oleh beberapa ekor ayam dan binatang lainnya.

Bus untuk pulang

Bonus-Bonus Aneh di Sepakbola

Kesebelasan asal Kenya, Tusker SC, adalah klub yang terbilang sangat sukses di negaranya. Klub yang berlogo Gajah ini merupakan juara 11 kali Liga Primer Kenya. Meski mereka tergolong sukses, namun mereka tidak memiliki bus tim untuk bepergian.

Mendengar keluhan tersebut, perusahaan bir East Africa Breweries berjanji akan memberikan satu buah bus tim dengan catatan mereka menjuarai liga pada 2011. Breweries kemudian memenuhi janjinya tersebut setelah Tusker menjuarai liga dengan selisih satu poin saja. Bus tersebut pun memudahkan mereka untuk melakukan perjalanan mengingat dalam skuad mereka hanya ada dua pemain saja yang punya kendaraan pribadi.

Tidak ada wajib militer

Korea Selatan memiliki kewajiban untuk para pemuda di negara mereka yaitu aturan mengikuti wajib militer selama 21 bulan. Namun, keberhasilan Taeguk Warriors meraih medali perunggu di cabang sepak bola Olimpiade London membuat Menteri olahraga mereka, Choe Kwang Shik, memperbolehkan mereka untuk tidak mengikuti wajib militer.

Sayangnya, perayaan kemenangan mereka tercoreng atas ulah pemainnya, Park Jong Woo. Sesaat setelah pertandingan usai, Park berlari mengelilingi Millenium Stadium dengan mengangkat karton bertuliskan “Dokdo adalah pulau kami”.

Dokdo sendiri adalah pulau yang menjadi rebutan antara Korea Selatan dan Jepang. Beruntung, tingkah Park hanya diganjar berupa larangan mengikuti seremoni pemberian medali saja dan tetap diperbolehkan oleh Korea Selatan untuk tidak mengikuti kewajiban tersebut.

Tidak ada bir untuk Ivica Vastic

Sesaat setelah dirinya mencetak gol di injury time dalam pertandingan melawan Polandia di Euro 2008, Ivica Vastic merayakannya sambil memikirkan bonus yang dijannjikan oleh Ottakringer Brauerei berupa pasokan bir gratis seumur hidup. Sayangnya, pihak federasi meminta perusahaan bir tersebut agar membatalkan pemberian hadiah tersebut.

Loading...