Iker Casillas akan dikenang sebagai salah satu kiper terbaik di dunia. Bersama Real Madrid, namanya melegenda. Meskipun, ia menjalani akhir tak menyenangkan bersama klub ibu kota Spanyol tersebut.

Ada sejumlah alasan mengapa ia menjadi legenda. Berikut adalah sembilan alasan mengapa Iker Casillas adalah legenda.

1000 Penampilan

Jarang ada pesepakbola yang bisa mencatatkan 1000 penampilan dalam karier profesionalnya. Casillas adalah salah satunya.

From Korea With Love Concert

1000 penampilan tersebut ia catat pada 3 April 2018 di laga Porto menghadapi Belenenses. Ia bersanding bersama pesepakbola legendaris lain macam Peter Shilton, Roberto Carlos, dan Gianluigi Buffon.

Hingga akhir kariernya, ia mencatatkan 1052 laga dengan rincian 725 untuk Real Madrid, 155 untuk Porto, dan 167 bersama timnas Spanyol.

Kapten dengan Gelar Lengkap

Sebelumnya, cuma Franz Beckenbauer dan Didier Deschamps yang bisa mengangkat Piala Dunia, Piala Eropa, dan Liga Champions sebagai kapten. Casillas bersanding dengan keduanya pada 2014 silam.

Hebatnya, tiga trofi ini ia dapatkan hanya dalam waktu enam tahun. Casillas mengapteni timnas Spanyol saat juara Piala Eropa 2008 dan 2012. Casillas pula yang mengangkat trofi Piala Dunia di Afrika Selatan. Gelarnya lengkap ketika ia menjadi kapten Madrid saat menjuarai Liga Champions pada 2014.

From Zero to Hero

Casillas awalnya diragukan bisa mengapteni Madrid menjuarai Liga Champions 2014. Soalnya, semusim sebelumnya, ia disingkirkan oleh Jose Mourinho dari skuad utama.

Hal ini berdampak pada dirinya ketika kursi kepelatihan berpindah pada Carlo Ancelotti di musim 2013/2014. Namun, ia terus diturunkan di Copa del Rey. Casillas berhasil menjawab kepercayaan tersebut dengan tak membiarkan gawangnya kebobolan hingga laga final. Di final, Madrid menang 2-1 atas Barcelona.

Di Liga Champions, Madrid menghadapi Atletico. Di laga tersebut, gawang Casillas kebobolan lewat gol Diego Godin pada menit ke-36. Madrid hampir kalah. Untungnya, Sergio Ramos menyamakan skor pada menit ke-90+3. Di akhir pertandingan, justru Madrid yang menang 4-1.

Kontrak Panjang dari Real Madrid

Real Madrid menawarkan kontrak dengan jangka waktu panjang untuk Casillas dan Raul pada 2008. Saat itu, Casillas yang berusia 26 tahun dikontrak selama sembilan tahun dengan klausul pelepasan sebesar 113 juta paun.

“Pada hari ini, yang mana adalah hari Valentine, Iker, Raul, dan Real, bisa menyatakan rasa cinta mereka satu sama lain, bahwa mereka membutuhkan satu sama lain, dan memuji satu sama lain, serta berkomitmen sepanjang hayat,” tutur Presiden Real Madrid saat itu, Ramon Calderon.

Tangan yang Diasuransikan

Tentu wajar bagi seorang pekerja untuk melindungi aset terbaiknya. Casillas juga melakukan hal yang sama dengan mengasuransikan tangannya senilai 7,5 juta euro.

Lalu, ia berkelakar, “Kalau mereka merusak lututku, aku akan berpura-pura kalau tanganku yang sakit.”

Punya Yayasan

Casillas membangun yayasan yang berujuan mempromosikan pendidikan dan pengembangan lewat olahraga, memperbaiki kesehatan dan gaya hidup anak-anak muda, serta mempromosikan kesetaraan gender tak peduli ras atau agamanya.

Lewat kerja sama dengan Aspire Academy, Real Madrid, BBVA, Samsung, dan banyak lainnya, Casillas melakukan banyak hal bagus buat anak-anak muda dan orang-orang yang menderita karena pengasingan sosial.

Ikon Internasional

Casillas sudah bermain buat timnas Spanyol U-17. Saat berlaga di Piala Dunia U-17 pada 1997, ia adalah pemain termuda. Di kompetisi itu, Spanyol menempati peringkat ketiga.

Setelahnya, Casillas ditunjuk sebagai kapten. Ia menjuarai FIFA World Youth Championship pada 1999 dan UEFA-CAF Meridian Cup. Lewat penampilan bagusnya di klub, ia pun menjadi kiper utama timnas Spanyol di berbagai ajang penting.

Casillas adalah pemain dengan caps terbanyak di timnas Spanyol. Debutnya terjadi hanya 14 hari setelah ulang tahunya yang ke-19. Total, ia mencatatkan 167 penampilan.

Capaian terbaiknya tentu saja ketika memenangi Piala Eropa 2008 dan 2012, serta menjuarai Piala Dunia 2010. Ia juga meraih penghargaan Golden Glove di Piala Dunia 2010 tersebut.

Si Paling Juara

Sebagai kiper utama, Casillas tentu berperan besar dalam kemenangan timnya. Bersama Madrid, ia menjuarai La Liga sebanyak lima kali, tiga gelar Liga Champions, dua Copa del Rey, satu Piala Dunia Antarklub, dan dua Piala Interkontinental.

Dalam penghargaan pribadi, ia pun berhasil meraih 30 penghargaan mulai dari Bravo Award sebagai pemain muda terbaik Eropa dari majalan Italia, hingga Golden Foot pada 2017 sebagai penghargaan atas kariernya yang fenomenal.

Pemecah Rekor

Ada sejumlah rekor yang ia pecahkan, termasuk penampil terbanyak serta pencatat cleansheet tersering di Liga Champions.

Soal cleansheet ia pernah mencatakan 925 menit tanpa kebobolan. Ini merupakan rekor cleansheet terlama di sepakbola Spanyol.