OUR NETWORK

Apakah Pesepakbola Ganti Sepatu Tiap Pertandingan?

Sebagai pesepakbola profesional dengan gaji yang di luar nalar, tentu bukan hal yang sulit untuk sekadar mengganti jersey seharga 1 juta rupiah setiap pertandingan. Pesepakbola juga tak akan sulit untuk mengeluarkan 2 juta rupiah untuk mengganti sepatu setiap pertandingan.

Yang jadi pertanyaan, apakah pesepakbola mengganti sepatunya setiap bertanding?

Dicuci Lebih Utama

Sejatinya, pesepakbola tak mengganti jersey dan sepatunya setiap pertandingan. Sepanjang tidak rusak, jersey dan sepatu bekas pakai biasanya dicuci kemudian disimpan oleh klub. Peralatan tersebut kemudian dipakai lagi di pertandingan selanjutnya.

Pesepakbola sangat mungkin untuk membeli sepatu setiap pertandingan. Akan tetapi ada faktor yang tak bisa dibeli dengan uang yakni kenyamanan. Sepatu baru biasanya keras sehingga membuat area kaki bisa saja menjadi cedera. Di sisi lain, sepatu lama biasanya sudah mengikuti kontur kaki pemain dan tidak terlalu kaku. Ini yang membuat pesepakbola hanya mengenakan sepatu baru mereka saat latihan atau pemanasan jelang pertandingan.

Punya Sepatu Cadangan

Meski dicuci usai bertanding, tapi pemain juga punya sejumlah sepatu cadangan. Sepatu-sepatu ini juga biasanya dibawa di setiap pertandingan.

Alasannya beragam. Ada yang punya feeling terhadap sepatu tertentu, ada pula yang untuk keperluan teknis. Misalnya, sepatu utama digunakan ketika lapangan kering, sementara sepatu kedua ketika hujan deras turun. Soalnya, jenis “pul” sepatu berbeda-beda dan salah satu fungsinya untuk digunakan ketika lapangan basah.

Sepatu cadangan ini berguna ketika sepatu utama mereka rusak. Mereka tak perlu pakai sepatu baru yang kaku karena sepatu cadangan biasanya sudah diuji coba di tempat latihan.

Sepatu Khusus dari Endorse

Alasan lainnya adalah karena pesepakbola top biasanya diendorse apparel. Ini yang membuat sepatu mereka juga dirancang khusus untuk kaki mereka sendiri. Oleh karena itu, sulit bagi mereka untuk membeli sepatu baru ke toko, karena sepatu yang paling cocok di kaki mereka adalah sepatu yang didesain khusus apparel.

Kalau pun sang pemain cuma di-endorse dan tidak dibuatkan khusus, tentu pemain tak bisa membeli, misalnya, 1000 pasang sepatu. Soalnya, desain atau warna sepatu dari apparel tak sebanyak itu.

Selain itu, pemain biasanya hanya menggunakan satu jenis sepatu. Contohnya, Cristiano Ronaldo hanya menggunakan jenis “Vapor” dari Nike. Sepatu ini lebih ringan sehingga membantu Ronaldo ketika sprint. Xavi Hernandez dan Steven Gerrard memakai “Predator” dari Adidas yang fokusnya mengontrol bola.

Artinya, kalaupun Ronaldo beli ke toko sepatu, dia cuma akan beli jenis “Vapor” tapi warnanya berbeda. Mungkin.

Ganti Sepatu Karena Klenik

Kalau pesepakbola pada umumnya punya sepatu dengan umur yang cukup lama, berbeda dengan John Terry. Mantan bek Chelsea ini masih percaya klenik dan salah satunya soal sepatu.

Di hari pertandingan, Terry harus mengenakan tiga pasang sepatu. Satu untuk pemanasan, satu di babak pertama, dan satu di babak kedua. Terry percaya kalau sepatu akan kehilangan sentuhannya setelah dimainkan. Ini yang membuatnya memilih mengganti-ganti sepatu.

Ke mana sepatu lamanya? Untungnya, ia donasikan.

Namun, ada pula yang tidak mengganti sepatu karena urusan klenik. Mereka percaya pada keberuntungan yang dimiliki oleh sepatu lama mereka. Sementara ketika menggunakan sepatu baru, mereka merasa sepatu tersebut belum memberikan keberuntungan yang cukup buatnya karena mereka baru “kenal”.

Loading...