OUR NETWORK

Asal-usul Hattrick

Para penggemar sepakbola jelas tahu istilah “hat-trick”. Istilah “hat-trick” adalah kondisi di mana seorang pemain mencetak tiga gol dalam satu pertandingan. Lantas, mengapa namanya “hat-trick” dan bukan “tri-goal” misalnya?

Sejarah Hattrick

Istilah “Hat-trick” bukan berasal dari sepakbola, melainkan dari kriket. Istilah ini diberikan bagi pelempar atau bowler yang berhasil mengenai tiang dengan tiga lemparan beruntun. Lalu kenapa “hat” atau topi?

Ada sejumlah cerita soal sejarah hattrick. Namun, rata-rata berasal dari kriket. Yang paling terkenal tercantum dalam kamus Oxford.

Dalam Oxford English Dictionary, istilah ini bermula pada 1858 ketika pemain kriket bernama H. H. Stephenson berhasil melempar bola dan mengenai tiang sebanyak tiga kali. Penggemar lalu membelikannya topi sebagai bentuk penghormatan atas keberhasilan itu. Dan sejak itu, istilah ini dinamai penggemar sebagai “hat-trick”.

Di olahraga hoki, istilah ini muncul di koran pada akhir 1930-an. Hockey Hall of Fame menyebut kalau istilah ini berasal ketika pebisnis Toronto, Sammy Taft, mempromosikan bisnisnya dengan memberikan topi bagi pemain yang bisa mencetak tiga gol dalam pertandingan NHL di Toronto.

Taft tidak serandom itu memberikan topi. Sebelumnya, pada 26 Januari 1946, pemain Chicago Black Hawks, Alex Kaleta, datang ke toko Taft. Ia menyukai sebuah fedora tapi uangnya tak cukup. Taft pun berjanji memberi fedora itu secara gratis asal Kaleta mencetak tiga gol di pertandingan melawan Toronto Maple Leafs.

Kaleta mencetak empat gol di pertandingan tersebut. Ia pun berhasil mendapatkan fedora yang diinginkannya secara gratis. Koran-koran setempat menyebut itu sebagai trik untuk mendapatkan topi alias “hat-trick”.

Hattrick di Sepakbola

Di sepakbola, hattrick juga berarti mencetak tiga gol. Namun, di beberapa kompetisi, budayanya berubah bahwa yang bisa disebut hattrick adalah mencetak tiga gol secara beruntun.

Seseorang disebut mencetak hattrick di 90 menit pertandingan maupun di 30 menit perpanjangan waktu. Gol di babak adu penalti tidak dimasukkan ke dalam catatan hattrick.

“Perfect hat-trick” atau hattrick yang sempurna adalah ketika pemain mencetak tiga gol dengan satu kaki kanan, satu kaki kiri, dan satu lewat sundulan, dalam satu pertandingan. Di Jerman dan Austria ada istilah “Lupenreiner” atau “flawless hattrick”. Kondisi ini terjadi ketika seorang pemain mencetak hattrick hanya di satu babak, tanpa terpotong turun minum ataupun terinterupsi gol lain yang dicetak kawan atau lawan. Di Belanda istilah ini bernama “zuivere hattrick” atau “hattrick yang murni”.

Hattrick pertama di pertandingan Internasional terjadi pada 2 Maret 1878 oleh John McDougall ketika negaranya, Skotlandia, menghadapi Inggris. Sementara itu, hattrick pertama di Piala Dunia terjadi pada 1930, saat Bert Patenaude menjebol gawang Paraguay di matchday kedua. Patenaude membawa Amerika Serikat menang 3-0 dan lolos ke semifinal.

Hanya ada dua pemain yang mencetak hattrick di final Piala Dunia. Mereka adalah Geoff Hurst yang membela Inggris di Piala Dunia 1966 menghadapi Jerman Barat. Yang kedua adalah Carli Lloyd yang membela Amerika Serikat di Piala Dunia Perempuan 2015 menghadapi Jepang.

Lloyd menjadi pencetak hattrick tercepat di final Piala Dunia. Sementara pencetak hattrick tercepat di Piala Dunia adalah Fabienne Humm yang berkostum Swiss, yang mencetak tiga gol dalam waktu lima menit ke gawang Ekuador di Piala Dunia Perempuan 2015.

Rekor Hattrick Tercepat

Rekor hattrick tercepat terjadi pada 2013 yang dicatatkan Alex Torr dalam waktu 70 detik! Alex merupakan pemain yang berkompetisi di Meadowhall Sunday League One dan membela Rawson Springs.

Dalam pertandingan menghadapi Winn Gardens tersebut, Alex mencetak gol pada menit ke-11. Lalu, 30 detik kemudian, ia mencetak gol kedua. Tak butuh waktu lama, pada menit ke-12 dan 10 detik, ia kembali mencetak gol yang ketiga. Golnya ini berkontribusi dalam kemenangan Rawson 7-1 atas Winn.

Hattrick-nya ini merupakan yang tercepat barangkali di dunia. Sebelumnya, hattrick tercepat terjadi pada 1964 ketika pemain Ross County, Tommy Ross, mencetak tiga gol dalam waktu 90 detik di pertandingan menghadapi Nairn, di Liga Skotlandia.

Alex pun berencana mendaftarkan capaiannya ini ke Guiness Book of Record. Sebelumnya, hattrick bukanlah hal baru buat pemain yang saat itu berusia 20 tahun ini. Tiga hari sebelumnya, ia mencetak hattrick dalam waktu tiga menit dalam kemenangan 7-0 atas Penistone Church.

Di Football League, hattrick tercepat dicatatkan pemain Bournemouth, James Hayter, dalam waktu dua menit 20 detik pada 2004 ke gawang Wrexham. Sementara rekor hattrick tercepat di Premier League terjadi pada Agustus 1994. Ketika itu, Robbie Fowler mencetak tiga gol dalam durasi empat menit 33 detik menghadapi Arsenal.

Sudah Bukan Topi

Kalau dulu pencetak hattrick diberikan topi, lain lagi dengan sekarang. Pencetak hattrick biasanya mengambil bola pertandingan. Lantas, bagaimana kalau ada dua pemain yang mencetak hattrick di pertandingan tersebut?

Sejatinya, tidak ada aturan untuk ini. Contohnya terjadi pada pertandingan Empoli menghadapi Juventus yang berakhir dengan skor 3-3 pada 25 Januari 2004. Tommaso Rocchi mencetak hattrick buat tuan rumah. Pun dengan David Trezeguet yang mencetak semua gol Juventus. Namun, berdasarkan konsensus umum, pencetak hattrick pertama-lah yang berhak mendapatkannya.

 

Loading...