Tim papan bawah biasanya hadir karena satu hal: inkonsisten. Sementara tim yang terdegradasi biasanya konsisten tak mendapatkan poin di setiap pertandingan. Untuk itu, enam pelatih dari peringkat ke-13 sampai ke-16 serta dua tim promosi, wajib menjaga konsistensi permainan agar tak terdegradasi di musim 2022/2023 ini.

Bochum: Thomas Reis

Reis menghabiskan lebih dari separuh karier sepakbolanya di Bochum. Usai pensiun, ia kembali ke Bochum. Awalnya menjabat sebagai pelatih tim muda, tim perempuan, asisten pelatih tim utama, sampai pada 2019 ia ditunjuk sebagai pelatih tim utama.

Reis membawa Bochum promosi ke Bundesliga pada musim 2020/2021. Musim lalu, ia menjaga Bochum ada di peringkat ke-13. Ia berjarak sembilan poin dari zona degradasi. Musim lalu, Reis membawa Bochum menang atas Bayern dan Dortmund!

From Korea With Love Concert

Augsburg: Enrico Maassen

Direktur Olahraga Augsburg, Stefan Reuter, bilang kalau timnya sudah mengikuti perkembangan Maassen sejak lama. Ia adalah pelatih yang haus kesuksesan dan ingin terus berkembang.

Maassen sebelumnya menangani Dortmund II sejak 2020 lalu. Ia menjadi pelatih ketiga di Bundesliga saat ini yang pernah mengangani tim kedua Dortmund.

Maassen awalnya adalah pemain pro, meski tak pernah mencapai karier yang mengesankan. Pada 2014 ia pensiun karena cedera lutut di tim yang baru promosi ke Divisi Lima, Drochtersen/Assel. Ia pun menjadi pelatih baru mereka tak lama kemudian.

Maassen menerapkan gaya main sepakbola menyerang. Ini pula yang membuat Drochtersen/Assel promosi ke Divisi Empat hanya dalam waktu dua tahun. Di DFB Pokal 2016/2017, mereka cuma kalah 0-1 dari tim Bundesliga, Borussia Moenchengladbach.

Ia mengubah gaya mainnya di Rodinghausen pada 2018. Ia fokus pada pertahanan sebelum fokus melakukan penyerangan. Caranya ini hampir berhasil setelah hanya kalah tipis 1-2 dari Bayern Munchen di DFB Pokal.

Di Dortmund II ia berhasil membawa mereka promosi ke Divisi Tiga pada musim pertamanya. Dan menempati peringkat kesembilan untuk kemudian ditarik menjadi pelatih Augsburg.

VfB Stuttgart: Pellegrino Matarazzo

Musim 2021/2022 menjadi musim yang tidak bagus buat Stuttgart. Akan tetapi, Matarazzo enggan menyerah dengan cara mengundurkan diri. Apalagi, musim lalu, Stuttgart berjuang sampai akhir dan berhasil lolos dari jurang degradasi. Stuttgart memiliki poin sama dari peringkat ke-16, Herta Berlin yang harus menjalani babak play-off.

Matarazzo menjalani pendidikan kepelatihan di Hennes Weisweiler Akademie di Hoffenheim. Ia adalah rekan sekamar Julian Nagelsmann di pusat kepelatihan tersebut pada 2015. Setelahnya, Matarazzo menjadi bagian dari staf kepelatihan Naglesmann di Hoffenheim pada 2017 dan menjadi pelatih tim muda pada 2018.

Pada Desember 2019, Sven Mislintat merekrut Matarazzo sebagai pelatih tim utama Stuttgart. Di musim pertamanya, Stuttgart menempati peringkat kesembilan. Sementara di musim lalu, ada di peringkat ke-15 yang dihiasi dengan banyaknya cedera dan inkonsistensi.

Herta Berlin: Sandro Schwarz

Herta Berlin lolos dari jerat degradasi usai memenangi babak play-off menghadapi Hamburger SV. Akan tetapi, Berlin tak mempermanenkan Felix Magath yang sukses mengamankan posisi di Bundesliga. Berlin justru menunjuk Sandro Schwarz sebagai pelatih baru.

Schwarz sendiri asli Jerman. Ia menangani Dynamo Moscow sejak 2020 lalu. Musim lalu, ia mengantarkan Dynamo ke peringkat ketiga Liga Rusia dan ke final Russian Cup. Usai final terebut, Schwarz mengundurkan diri dan menandatangani kontrak dengan Berlin hingga 2024 mendatang.

Schalke: Frank Kramer

Ini adalah kali kedua Kramer menggantikan Mike Buskens untuk menangani tim promosi. Sebelumnya, Buskens ditunjuk sebagai pelatih interim dan berhasil mengantarkan Schalke promosi.

Posisi pelatih utama Schalke untuk mentas di Bundesliga diberikan pada Kramer. Sebelumnya, Kramer pernah melatih Greuther Furth, Fortuna Dusseldorf, hingga timnas Jerman U-18, U-19, dan U-20. Setelahnya, ia menyelamatkan Arminia Bielefeld dari degradasi pada musim 2021/2022, tapi dipecat pada April musim lalu.

Werder Bremen: Ole Werner

Ole sudah menangani Werder sejak November 2021. Ia berhasil mememenangi 28 poin dari maksimal 30 poin di 10 pertandingan pertamanya. Ini menjadikan Bremen berada di paling depan untuk promosi.

Kunci utamanya adalah tak mengganti skuad utama terlalu sering. Bremen pun berhasil menempati peringkat kedua dengan capaian 13 kemenangan, empat seri, dan dua kekalahan.