OUR NETWORK

Tur Dunia Timnas Brasil, Cara Federasi Maksimalkan Potensi

Hard Rock Stadium adalah kandang The Miami Dolphins, tim American Football yang berlaga di National Football League. Namun, Jumat (6/9) malam lalu, stadion berkapasitas 65 ribu tersebut dipenuhi ribuan suporter berkostum kuning: sebagian penggemar Brasil, sebagian lain penggemar Kolombia. Mereka bersorak menyaksikan dua kesebelasan yang bertemu di perempatfinal Piala Dunia 2014 tersebut dalam tajuk pertandingan persahabatan.

Kalau merujuk pada jumlah tiket yang terjual, berarti hanya ada 94 kursi kosong di Hard Rock Stadium. Hal ini terbilang mengejutkan mengingat ini (1) Bukanlah pertandingan yang memperebutkan trofi atau kualifikasi tertentu, (2) bukan pula kandang Brasil dan Kolombia, bahkan tak terletak di Amerika Selatan, dan (3) ini adalah Amerika Serikat, tempat di mana sepakbola bukan cabang olahraga paling populer.

Dalam pertandingan tersebut, kedua kesebelasan bermain imbang 2-2. Brasil sempat tertinggal 1-2 lewat dua gol Luis Muriel, sebelum Neymar mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-48.

Di luar hasil pertandingan, apa yang terjadi di Miami memang unik. Pasalnya, kalau melihat dari yang tertera di papan iklan elektronik, terlihat kalau penyelenggara pertandingan ini adalah Federasi Sepakbola Brasil, CBF, itu sendiri. Unik karena pemilihan tempat yang tak biasa karena diselenggarakan bukan di Brasil melainkan di Amerika Serikat.

Pemilihan tempat yang tak biasa ini tak menyurutkan para penggemar Brasil. Berjam-jam sebelum pertandingan, para penonton sudah memadati area di sekitar stadion. Mereka menikmati momen yang tak biasa ini dengan berjoget dan mendribel bola. Ini seperti menjadi pengulangan lima tahun sebelumnya, di mana jumlah penonton yang hadir mencapai 73 ribu, karena kapasitas stadion lebih besar sebelum renovasi dilakukan di Hard Rock Stadium.

Sebagian besar penggemar ingin melihat penampilan Neymar yang memainkan penampilan pertamanya sejak mengalami cedera ankle pada tiga bulan lalu. Meskipun demikian, semua skuat Brasil memang layak dinantikan penampilannya: Ederson (Manchester City), Dani Alves (Sao Paulo FC), Marquinhos (Paris Saint Germain), Alex Sandro (Juventus), Thiago Silva (Paris Saint Germain), Casemiro (Real Madrid), Arthur (Barcelona), Coutinho (Bayern Munich), Firmino (Liverpool), dan Richarlison (Everton).

“Brasil baru saja memenangi Copa America, jadi aku pikir kami ke sini dengan amat bersemangat. Aku pikir timnas Brasil terlalu bergantung pada Neymar, tapi sekarang lebih mirip seperti pasukan dan mesin yang diminyaki dengan baik. Sang pelatih, Tite, telah melakukan pekerjaan yang fenomenal. Setiap Brasil melawan Kolombia, atmosfernya selalu luar biasa. Ini adalah rivalitas Amerika Selatan, jadi sungguh hebat bisa di sini dan aku harap kami bisa menang,” kata fans Brasil, Joao Montarroyos, dikutip dari Miami Herald.

Tur Global Timnas Brasil

Timnas Brasil menyiapkan dengan prima pertandingan persahabatan mereka. Brasil tak sekadar memaksimalkan jeda internasional untuk mengasah para pemain di timnas, tapi juga mengeruk untung.

Sejak Oktober 2012, pertandingan persahabatan timnas Brasil disponsori oleh Chevrolet dengan Pitch International sebagai panitia penyelenggara. Tur dengan nama resmi Chevrolet Brasil Global Tour ini akan berlangsung hingga Piala Dunia 2022 mendatang.

Federasi Sepakbola Brasil, CBF, paham kalau Brasil adalah salah satu kesebelasan negara yang bukan cuma terbaik, tapi juga paling populer di dunia. Timnas Brasil menjadi benchmark kekuatan sepakbola dunia. Sehingga mereka tak akan kekurangan peminat untuk mengundang Neymar dan kolega bertanding dalam tajuk “persahabatan”.

Salah satu pemicu yang membuat CBF mengemas pertandingan persahabatan ini adalah Piala Dunia 2014. Kala itu, Brasil yang menjadi tuan rumah tak perlu melakoni pertandingan kualifikasi. Ini berarti ada sekitar satu tahun tanpa pertandingan penting yang menentukan yang harus dilalui Brasil. Brasil pun hanya melakoni laga persahabatan pada saat itu.

Pitch International kemudian hadir menggantikan Kentaro, agensi yang sebelumnya mengurusi pertandingan persahabatan Brasil. Sebelum bekerja sama dengan Pitch International, CBF menyatakan kalau timnas Brasil kerap sulit menghasilkan uang dari pertandingan persahabatan, meski mereka bertanding di kandang, dan punya nama besar. Namun, setelah kerja sama, CBF mendapatkan bayaran sekitar 1 juta USD per pertandingan, sementara Pitch International mendapatkan 2-3 juta USD per pertandingan.

Hingga saat ini, ada 47 pertandingan yang dilakoni Brasil di enam benua. Brasil pernah bermain sekali di Afrika, enam kali di Asia, dua kali di Oceania, 17 kali di Eropa, 11 kali di Amerika Utara, dan 10 kali di Amerika Selatan.

Sisa pertandingan persahabatan Brasil tahun 2019 ini tersisa empat pertandingan lagi yakni melawan Peru di Los Angeles pada 10 September esok, Thailand di Kallang Singapura pada 11 Oktober 2019, Argentina di Yokohama pada 14 November, serta Jepang pada 19 November di Suita, Jepang.

Loading...