La Cola de Vaca, “Tarian” yang Dipopulerkan Romario di Lapangan Hijau

Ada banyak gerakan indah yang dilakukan para pemain sepakbola. Mereka beratraksi memainkan si kulit bundar untuk menipu lawan agar bisa dilewati, dan hingga menciptakan peluang mencetak gol. Dari sekian banyak “tarian” di lapangan hijau itu, ada salah satu yang fenomenal di era 1990-an, yaitu la cola de vaca yang melekat pada sosok Romario ketika masih berseragam Barcelona di Spanyol.

“Dijuluki la cola de vaca atau ‘ekor sapi’, itu adalah gerakan yang mengabadikan Romario dalam salah satu cerita sepak bola Spanyol; gol yang selalu direferensikan oleh para penggemar Barcelona dari generasi tertentu,” tulis Planet Football.

Gerakan tipuan itu dilakukan oleh legenda Brasil tersebut sebelum mencetak gol ke gawang Real Madrid dalam salah satu laga El Clasico musim 1993/1994.

Barcelona vs Real Madrid

9 Januari 1994, dua gaya sepakbola yang berlawanan berhadapan di Camp Nou dalam laga La Liga Spanyol; Barcelona dengan tontonan sepakbola Johan Cruyff melawan permainan taktis dan tidak terlalu menyenangkan dari Benito Floro di kubu Madrid. Tetapi, malam itu menjadi pesta bagi tim impian yang dipimpin Romario, pemain bintang yang menghancurkan lawan dengan hat-trick-nya.

“Gol pertama pemain Brasil itu tetap menjadi perhatian para penggemar permainan indah tersebut,” tulis media Spanyol, 20minutos. “Gol itu membuat tim besutan Floro hilang sama sekali. Luis Milla, yang dikejar sepanjang lapangan oleh Jose Mari Bakero yang tak kenal lelah, tak dapat meluruskan jalan rekan-rekannya yang tidak mampu mendekati wilayah (kiper) Andoni Zubizarreta,” tambahnya.

Hanya tertinggal 0-1 saat turun minum, Madrid tetap tak bisa memperbaiki keadaan di babak kedua. Tembakan meriam Ronald Koeman membuat El Real semakin tak berdaya. Romario lalu melengkapi dengan dua gol lagi, sebelum Ivan Iglesias menutup pesta itu dengan skor 5-0; untuk membalaskan dendam Lau Blaugrana atas kekalahan mereka di Piala Super Spanyol beberapa bulan sebelumnya.

Menggiring Bola

La cola de vaca dikenal sebagai salah satu teknik menggiring bola dalam sepakbola. Media Spanyol esFUTBOL.net menyebut istilah ini muncul dalam tulisan Rafael Gonzalez berjudul ”El dribbled cola de vaca”. Aksi itu dilakukan pemain sepakbola bukan hanya untuk keindahan permainan, tetapi tentu demi mendapatkan hasil maksimal dalam menyerang gawang lawan hingga bisa membuahkan gol.

Dalam gerakan la cola de vaca itu, pemain berada dalam posisi membelakangi bek ketika menerima bola dari rekannya. Dia akan berusaha menjaga bola dengan bagian dalam kakinya, sebelum berputar 180 derajat sambil tetap mempertahankan bola di kaki, lalu berlari dengan kecepatan penuh untuk meninggalkan sang lawan. Putarannya tampak seperti ekor sapi ketika mengibaskan punggungnya.

Itulah yang dilakukan Romario ketika mencetak gol pertamanya ke gawang Madrid dalam laga El Clasico pertama di La Liga 1993/1994 tersebut. Saat itu, dia menerima bola dari Pep Guardiola tepat di depan kotak penalti Madrid. Di belakangnya ada bek Rafael Alkorta yang menjaganya. Dengan cepat, tiba-tiba sang striker berbalik ke arah lawan dengan bola tetap lengket di kaki kanannya.

Alkorta tampak tak menyadarinya, dan mungkin berpikir gerakan itu tak akan menciptakan ancaman yang nyata bagi gawang timnya. Tapi, Romario telah melesat melewatinya, terus menusuk masuk ke dalam kotak penalti dengan menggiring bola, sebelum dia menendangnya dengan bagian luar kaki kanannya, dan bola berhasil bergulir melewati kiper Madrid, Paco Buyo hingga bersarang di gawang.

Dari Pele hingga Del Piero

Banyak orang yang berpikiran bahwa trik la cola de vaca hanya bisa dilakukan oleh pemain Brasil. Apalagi karena El Bajinho, panggilan Romario di Barcelona yang telah membuatnya terus diingat semua orang. Mungkin, karena struktur fisiknya, pusat gravitasinya yang rendah hingga kemampuan bawaannya dianggap menjadikannya bisa melakukan gerakan indah tersebut untuk mencetak gol.

Lebih 30 tahun sebelumnya, Pele yang juga berasal dari Brasil pernah pula melakukannya. Dalam laga ulangan final Copa Libertadores 1962, setelah dua leg menghasilkan agregat skor sama, Pele terlihat melakukan trik la cola de vaca untuk mengecoh lawan sebelum mencetak gol pertamanya. Gol itu membawa Santos unggul 2-0 atas Penarol, sebelum dia menutup pertandingan dengan satu gol lagi.

Tapi jangan salah, ternyata bukan hanya pemain Brasil yang bisa melakukan la cola de vaca. Striker Italia, Alessandro Del Piero pun rupanya pernah mengeluarkan teknik yang sama dengan sempurna dalam laga semi final Liga Champions 2002/2003, saat membela Juventus versus Madrid. Penyerang legendaris itu melakukannya dengan sempurna; menggiring bola sambi memutar untuk melewati bek lawan. Sayangnya, upaya itu gagal membuahkan gol setelah rekan-rekannya gagal memanfaatkan.

Sumber: Planetfootball, 20 Minutos, Es Futbol