Pada 12 September 2022 lalu, pertandingan antara Barcelona melawan Cadiz dihentikan. Bukan karena ada kerusuhan, melainkan karena seorang suporter terkena serangan jantung.

Berdasarkan keterangan dari pihak Cadiz, pria tersebut berhasil dirawat dengan menggunakan defibrillator oleh tim medis. Ia dievakuasi dengan tandu dan dibawa ke rumah sakit setempat.

Serangan jantung begitu mendadak tidak kenal tempat. Christian Eriksen mengalami gagal jantung di tengah laga Euro 2020. Ia berhasil selamat setelah ditangani tim medis. Namun, ada sejumlah pesepakbola yang tidak seberuntung Eriksen saat terkena serangan jantung.

Lantas, apa itu serangan jantung? Seperti dikutip dari Kementerian Kesehatan Inggris, berikut kami sajikan untuk Anda.

Serangan jantung adalah keadaan darurat yang sangat serius. Ini terjadi saat pasokan darah ke jantung tiba-tiba tersumbat, biasanya oleh bekuan darah. Kurangnya darah ke jantung dapat menyebabkan kerusakan serius pada otot jantung dan mengancam nyawa.

Gejala Serangan Jantung

Gejala dari serangan jantung bisa berupa,

  • nyeri dada – perasaan tertekan, berat, sesak, atau tertekan di dada,
  • nyeri di bagian tubuh lain – rasanya nyeri menjalar dari dada ke lengan (biasanya lengan kiri, tapi bisa juga menyerang kedua lengan), rahang, leher, punggung, dan perut,
  • merasa pusing atau pening,
  • berkeringat,
  • sesak napas,
  • merasa mual sampai muntah,
  • perasaan cemas yang luar biasa (mirip dengan serangan panik),
  • batuk atau keluar suara dari hidung saat bernafas.

Nyeri dada yang dirasakan seringkali terasa parah. Namun beberapa orang mungkin hanya mengalami nyeri ringan, mirip dengan gangguan pencernaan.

Meskipun gejala yang paling umum adalah nyeri dada, gejalanya bisa berbeda-beda pada setiap orang. Beberapa orang mungkin mengalami gejala lain seperti sesak napas, merasa atau sakit, dan nyeri punggung atau rahang tanpa nyeri dada.

Kalau mengalami serangan jantung, segera hubungi dokter atau pusat kesehatan terdekat. Karena semakin cepat bertindak, semakin besar peluang untuk bisa disembuhkan.

Menangani Serangan Jantung

Menurut Kementerian Kesehatan Inggris, saat menunggu bantuan ambulans atau dalam perjalanan menuju rumah sakit, bisa sembari menelan aspirin 300 miligram. Soalnya, aspirin membantu mengencerkan darah dan meningkatkan aliran darah ke jantung.

Saat tiba di rumah sakit, perawatan untuk pasien serangan jantung tergantung dari jenisnya dan seberapa serius. Ada dua perawatan utama yakni, (1) menggunakan obat untuk melarutkan bekuan darah, dan (2) operasi untuk mengembalikan darah ke jantung.

Penyebab Serangan Jantung

Penyakit jantung koroner (PJK) adalah penyebab utama serangan jantung.  PJK adalah suatu kondisi di mana pembuluh darah utama (arteri koroner), yang memasok darah ke otot jantung, tersumbat oleh timbunan zat lemak, yang disebut plak.

Sebelum serangan jantung, salah satu plak pecah menyebabkan terbentuknya bekuan darah di lokasi pecahnya. Gumpalan tersebut dapat menghalangi suplai darah ke jantung, sehingga memicu serangan jantung.

Pemulihan Setelah Serangan Jantung

Waktu yang dibutuhkan untuk pulih dari serangan jantung akan bergantung pada besarnya kerusakan di otot jantung. Kebanyakan orang bisa kembali bekerja setelah mengalami serangan jantung. Seberapa cepat pasien dapat kembali bekerja tergantung pada kesehatan, keadaan hati, dan jenis pekerjaan pasien tersebut.

Proses pemulihan serangan jantung sendiri bertujuan untuk mengurangi risiko serangan jantung lainnya melalui kombinasi perubahan gaya hidup. Pasien disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat dan menggunakan obat-obatan seperti statin yang membantu menurunkan kadar kolesterol darah. Selain itu juga dilakukan untuk memulihkan kebugaran fisik agar bisa melanjutkan aktivitas secara normal.

Komplikasi Serangan Jantung

Serangan jantung juga berpotensi menghadirkan penyakit lain atau menimbulkan komplikasi. Dari komplikasi ini yang bisa menjadi penyakit serius bahkan membahayakan jiwa.

Ada sejumlah komplikasi yang biasaya terjadi mengiringi serangan jantung seperti (1) aritmia, yang merupakan detak jantung tidak normal. Beberapa jenisnya bahkan bisa menghentikan detak jantung!

Komplikasi lainnya yakni (2) syok kardiogenik. Ini merupakan kondisi di mana otot-otot jantung rusak parah dan tidak dapat lagi berkontraksi dengan baik untuk memasok cukup darah guna mempertahankan banyak fungsi tubuh. Yang mengerikan adalah (3) pecah jantung, di mana otot, dinding atau katup jantung terbelah.

Komplikasi ini dapat terjadi dengan cepat setelah serangan jantung dan merupakan penyebab utama kematian. Beberapa orang meninggal mendadak akibat komplikasi serangan jantung sebelum mencapai rumah sakit atau dalam waktu 1 bulan setelah serangan jantung. Namun dengan pengobatan, banyak orang yang selamat dari serangan jantung.

Ada sejumlah faktor yang juga mengiringinya seperti usia. Komplikasi serius lebih mungkin terjadi seiring bertambahnya usia. Selain itu, tingkat keparahan serangan jantung juga berpengaruh. Misalnya, seberapa banyak otot jantung yang rusak selama serangan tersebut. Yang tidak kalah penting adalah seberapa lama sebelum pasien menerima pengobatan. Soalnya, pengobatan untuk serangan jantung harus dimulai sesegera mungkin.

Mencegah Serangan Jantung

Takdir memang bukan kita yang punya, tapi tidak ada salahnya untuk melakukan sejumlah pencegahan dari terjadinya serangan jantung. Ada sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terkena serangan jantung:

  • Perokok harus berhenti. Karena selain berbahaya untuk tubuh sendiri juga merugikan orang lain. Merokok tidaklah keren.
  • Mengurangi berat badan kalau Anda overweight atau obesitas.
  • Lakukan olahraga secara rutin. Orang dewasa setidaknya melakukan 150 menit latihan aerobik setiap pekannya. Jadi, mulailah berolahraga.
  • Makan makanan yang rendah lemak, tinggi serat, termasuk biji-bijian dan setidaknya lima prosi buah dan sayuran setiap hari.
  • Kurangi konsumsi minuman beralkohol. Apalagi buat muslim kan seharusnya tahu apa hukumnya meminum alkohol.

Semoga kita semua sehat selalu dan bisa mulai gaya hidup sehat.

Sumber: Kementerian Kesehatan Inggris