OUR NETWORK

Penerapan Beckham Law dalam Aturan Pajak di Spanyol

Spanyol merupakan negara yang memberlakukan pajak tinggi buat masyarakatnya. Pendapatan hingga 12.450 euro pertahun dipajaki 19 persen, sementara buat yang menghasilkan lebih dari 300 ribu euro pertahun, harus menyisihkan 47 persennya buat pajak.

Hal ini sempat membuat kesal warga negara asing yang bekerja di sana atau disebut ekspatriat. Apabila mereka tinggal lebih dari 183 hari, maka mereka harus membayar “resident tax” atau pajak yang diterapkan buat masyarakat Spanyol.

Untungnya, David Beckham membuat Spanyol merevisi aturan tersebut lewat Royal Decree 687/2005 yang disahkan pada Juni 2005. Undang-Undang ini diberi nama dari bintang Real Madrid tersebut. Ia pula yang menjadi orang pertama yang mendapatkan keuntungan dari UU tersebut.

Beckham Law begitu membantu para ekspatriat dalam menghemat uang mereka yang banyak. Soalnya, Beckham Law memberikan keringanan buat ekspatriat untuk membayar hanya 24 persen dari penghasilan yang mereka dapatkan di Spanyol. Beckham Law membuat warga asing ini membayar pajak lebih rendah dari “resident tax” yang seharusnya.

Tujuan dari Beckham Law adalah menarik bakat dan pekerja berkualitas untuk berdinas di Spanyol; salah satunya di bidang sepakbola.

Sebelumnya, semua warga negara asing yang pindah ke Spanyol dan menghabiskan lebih dari enam bulan pertahunnya, harus membayar “tax residents”. Saat ekspatriat berubah status menjadi “tax residents” ada dua hal yang terjadi:

  • Ia harus membayar pajak dari penghasilan yang didapatkan dari seluruh dunia. Artinya, ekspatriat yang juga mendapatkan penghasilan dari luar Spanyol juga harus bayar pajak.
  • Angka pajaknya tidak pasti, melainkan progresif. Angka ini naik tergantung seberapa besar pendapatan, mulai dari 19 persen untuk yang terendah, hingga 45 persen kalau pendapatannya lebih dari 60 ribu euro.

Aturan ini berubah setelah Beckaham Law disahkan. Buat ekspatriat yang tinggal kurang dari enam tahun, mereka bisa menerapkan aturan tersebut, soalnya:

  • Di bawah Beckham Law, kalaupun tinggal lebih dari 183 hari di Spanyol, Anda hanya akan membayar pajak buat “non-residents”.
  • Ekspatriat hanya membayar pajak dari penghasilan yang mereka dapatkan di Spanyol.
  • Anda tak membayar pajak dengan angka progresif sesuai penghasilan, melainkan angka tetap yakni 24 persen buat pendapatan sampai 600 ribu euro. Kalau angkanya di atas itu, maka angka pajaknya meningkat menjadi 45 persen.

Buat para ekspatriat ini, menghemat pembayaran pajak akan berdampak sangat besar. Kalau pajak “residents” membuat mereka harus membayar 45 persen, lewat “Beckham Law” menjadi hanya 24 persen, atau berkurang 21 persen.

Misalnya, ia mendapatkan 1 miliar rupiah, maka 450 juta harus disetorkan ke negara. Sementara setelah Beckham Law disahkan, mereka hanya membayar 240 juta saja.

Aturan ini jadi penting juga buat pesepakbola asing dengan gaji tinggi. Sayangnya, masih ada saja praktik-praktik pengemplangan pajak yang dilakukan oleh oknum pesepakbola ini. Contohnya? Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Loading...