OUR NETWORK

Rekomendasi Buku untuk Dibaca Selama Karantina Pandemi Corona

Beberapa negara seperti Italia dan Spanyol telah melakukan karantina wilayah atau lockdown. Hal ini membuat masyarakat di kedua negara tersebut benar-benar dilarang untuk keluar rumah, kecuali terdesak.

Berdiam diri di rumah selama berminggu-minggu tentu membosankan. Sejumlah pemain La Liga pun memberikan rekomendasi buku untuk dibagikan kepada para penggemar. Berikut kami sajikan untuk Anda.

Buku untuk Dibaca di Tengah Pandemi Corona

Open – Andre Agassi, JR Moehringer (2009)

Buku ini direkomendasikan oleh Mikel San Jose dari Athletic Club. Sejatinya, San Jose hanyalah satu dari banyak pemain Bilbao yang membaca buku. Pasalnya, Bilbao memang menanamkan agar para pemainnya memiliki hobi membaca buku. Setiap tahunnya, para pemain di tim utama memilih judul buku favorit untuk direkomendasikan.

San Jose sendiri memilih buku berjudul Open, yang merupakan otobiografi dari legenda tenis Spanyol, Andre Agassi. Buku yang terbit pada 2009 ini menceritakan pengalaman Agassi, mulai dari bagaimana masa kecilnya yang dihiasi dengan latihan yang begitu keras, dibuang ke camp tenis di Florida, mewarnai rambutnya, sampai akhirnya memenangi sejumlah turnamen tenis dunia dan menjadi legenda.

Legacy – James Kerr (2013)

Buku selanjutnya merupakan rekomendasi dari penyerang Real Betis, Borja Iglesias. Rekomendasi buku ini awalnya merespons pertanyaan gelandang FC Barcelona, Thiago Alcantara, di Twitter. Ia meminta rekomendasi buku tentang psikologi, biografi, ataupun puisi.

Borja Iglesias pun memberi tiga rekomendasi buku, yang salah satunya adalah Legacy karya penulis best seller, James Kerr. Buku ini menceritakan tim nasional rugby Selandia Baru, yang dikenal dengan All Blacks. Ia mengungkapkan 15 pelajaran kuat dan praktis tentang kepemimpinan dan bisnis.

Di Legacy, Kerr menjawab soal apa rahasia kesuksesan, bagaimana mempertahankan kesuksesan, bagaimana mencapai standar kelas dunia, bagaimana menangani tekanan, hingga bagaimana cara mengejar setelah tertinggal. Tentu, untuk olahragawan, atau Anda yang kompetitif, buku ini menjadi penting untuk dibaca.

Mental: Bad Behavior, Ugly Truths, and the Beautiful Game – Jermaine Pennant, John Cross (2018)

Buku ini masih merupakan rekomendasi dari Borja Iglesias. Kali ini, penyerang kelahiran 17 Januari 1993 tersebut merekomendasi  buku karya koleganya di sepakbola, yakni Jermaine Pennant. Mantan pemain Arsenal dan Liverpool tersebut, baru mengeluarkan buku berjudul Mental: Bad Behavior, Ugly Truths, and the Beautiful Game. 

Buku ini menceritakan kisah Penannt sehingga menjadi sosok kontroversial di sepakbola. Ada yang menyukainya, tak sedikit yang membencinya. Asalannya? Karena perilakunya.

Dalam buku ini, ia menceritakan bagaimana ibunya memalsukan kematiannya karena melahirkan bayi berkulit hitam. Sementara itu, ayahnya memiliki senjata dan narkoba. Lingkungannya pun dikenal sebagai tempat kriminal dan pengedar narkoba berkeliaran. Sepakbola-lah yang “menyelamatkannya”. Pennant telah mengalami semuanya: saat ia di bawah, dan saat ia di atas. Ia pun menceritakan bagaimana rasanya menjadi pesepakbola Premier League yang super-kaya.

Buku ini amat cocok bagi mereka yang ingin mengetahui bagaimana sulitnya seseorang untuk bisa mencapai puncak, dan bagaimana kehidupan para pesepakbola kaya di Premier League dengan naik-turun kehidupannya.

Darkness to Light: A Memoir – Lamar Odom (2019)

Buku ketiga yang direkomendasikan Borja Iglesias adalah buku otobiografi Lamar Odom berjudul Darkness to Light, yang dalam edisi Spanyol berjudul Memorias. Buku ini menceritakan tentang pebasket Amerika Serikat yang dua kali juara NBA bersama LA Lakers.

Nama Odom kian meningkat ketika ia menikahi Khloe Kardashian pada 2009. Akan tetapi, pada Oktober 2015, ia koma setelah tak sadarkan diri di rumah bordil Nevada. Setelahnya, ia mencari perawatan untuk kecanduan narkoba dan alkohol.

Di Darkness to Light, Lamar menceritakan hal-hal yang lebih dalam soal hidupnya, soal naik turun kariernya, bagaimana ia berjuang untuk melawan hal-hal buruk, sampai pernikahannya dengan Khloe Kardashian.

Chronicle of a Death Foretold – Gabriel Garcia Marquez (1981)

Kali ini, rekomendasi berasal dari kapten Alaves, Manu Garcia, yang memang dikenal gemar membaca buku. Buku jagoannya ditulis oleh maestro novelis Kolombia, Gabriel Garcia Marquez, yang mayoritas bukunya ditulis dalam bahasa Spanyol. Ia pernah memenangi anugerah Neustadt International Prize for Literature pada 1972, lalu pada 1982, ia meraih nobel di bidang literatur.

Uniknya, buku yang direkomendasikan Manu Garcia ini terbit pada 1981. Buku ini menceritakan pembunuhan Santiago Nasar oleh si kembar Vicario.

Kalau buku sebelumnya berkisah soal motivasi dan biografi, buku ini lebih ke fantasi. Apalagi, kabarnya cerita yang ditulis Marquez berdasarkan kisah nyata yang dialami saudara baptisnya sendiri.

Loading...