OUR NETWORK

Cerita Menarik dari Juventus Stadium

Juventus Stadium atau yang nama komersialnya Allianz Stadium terletak di Kota Turin, Torino, Italia. Juventus Stadium merupakan kandang Juventus. Stadion ini adalah satu dari tiga stadion yang dimiliki secara pribadi oleh klub di Serie A. Klub lain yang memiliki stadion pribadi yaitu Udinese Calcio yang memiliki Mapei Stadium dan U.S. Sassuolo Calcio yang memiliki Friuli Stadium.

Juventus Stadium didirikan di atas lahan bekas Delle Alpi Stadium yang awalnya adalah kandang Torino dan Juventus. Selama bermain di Delle Alpi Stadium, manajemen seringkali mendapat kritikan dari penonton berkaitan jarak tribun yang terlalu jauh dengan lapangan.

Juventus kemudian berencana untuk membangun stadion yang lebih nyaman bagi penonton dan pemain. Rencana tersebut terwujud. Selama proses pembangunan Juventus mengungsi ke Stadion Olimpico Turin di Torino, Italia, sampai 2011. Dengan menghabiskan dana sebesar 100 juta euro atau setara dengan 1,4 miliar rupiah Juventus Stadium berhasil dibangun.

Stadion yang diresmikan pada 8 September 2011 itu mampu memuat 41.000 tempat duduk, dengan kursi VIP sebanyak 4.000 dan 64 kotak eksekutif VVIP. Jarak tribun dengan lapangan juga semakin dekat yaitu sekitar 7,5 meter.

Upacara peresmian Juventus Stadium dibuka dengan pertandingan tuan rumah melawan tim sepak bola Notts County dari Nottingham, Inggris. Hasil akhir pertandingan adalah 1-1. Notts County kemudian mengundang Juventus untuk datang bertanding di Meadow Lane pada 2012 sebagai perayaan ulang tahun ke-150 klub tersebut.

Setelah laga Juventus melawan Notts County, kali ini Juventus memainkan laga resmi perdananya bersama Parma di pertandingan pertama Liga Italia 2011-2012. Juventus menang 4-0 dari Parma.

Sejarah Juventus Stadium

Pada awalnya Juventus bermain satu kandang dengan klub Torino di Delle Alpi Stadium. Tiga tahun kemudian Juve meninggalkan Delle Alpi Stadium dan mengungsi ke Stadion Olimpico Turin di Torino, Italia, sampai 2011.

Alasan Juventus pindah dari Delle Alpi Stadium dikarenakan manajemen seringkali mendapat protes dari penonton. Jarak yang terlalu jauh membuat penonton kurang puas dalam menyaksikan pertandingan. Hal itu membuat penonton lebih banyak menyaksikan pertandingan melalui siaran televisi. Ini berdampak pada situasi di stadion yang hanya akan terlihat sebagian saja kursi tribun yang terisi.

Dengan menyiapkan dana sebesar 100 juta euro atau setara dengan 1,4 miliar rupiah impian Juventus membuat stadion sendiri dapat terwujud. Model dari stadion ini mengadopsi beberapa model seperti stadion-stadion di Inggris.

Fitur Juventus Stadium

Pembangunan Juventus Stadium menggunakan teknologi ramah lingkungan dan sangat mutakhir. Stadion ini dibangun agar konsumsi energi yang tidak dapat diperbaharui bisa berkurang dan bisa mengurangi limbah. Sumber daya yang tersedia juga dimanfaatkan dengan baik dalam pembangunannya.

Stadion ini mampu menghasilkan listrik sendiri melalui pemanfaatan panel surya yang menangkap energi dari matahari. Maka dari itu fasilitas ini mampu menghasilkan air hangat yang berada di kamar, ruang ganti, dapur, dan lapangan sepakbola.

Berbagai upaya pemanfaatan energi alternatif yang diterapkan di stadion diantaranya adalah pengurangan gas rumah kaca, pengurangan polusi udara dan resiko kebakaran, pengurangan limbah, serta pemanfaatan kembali air hujan. Selain itu beberapa materi bekas Delle Alpi Stadium dimanfaatkan kembali. Ini terbukti pembangunan Juventus Stadium mampu menghemat biaya sebesar 2,3 euro.

Juventus Stadium adalah stadion pertama yang didesain sebagai integrated stadium. Bukan hanya lapangan sepakbola, namun di stadion ini juga terdapat tempat untuk hiburan, bisnis, belanja, dan kuliner. Di pusat perbelanjaannya terdapat 60 toko, 2 bar, dan 3 retoran. Lahan parkirnya mampu menampung hingga 2.000 kendaraan.

Selain itu terdapat museum yang memanfaatkan teknologi untuk melakukan pendekatan kepada pengunjung. Museum ini akan menyisakan pengalaman unik dan tak terlupakan. Museum tutup pada hari Selasa dan dapat dikunjungi dari jam 10:30 pagi hingga 6:00 sore dan sampai 7:30 malam pada akhir pekan.

Tersedia pula sebuah tur stadion yang berdurasi 70 menit. Tur ini ditawarkan setiap hari kepada pengunjung. Mereka yang mengikuti tur ini diperbolehkan untuk melihat-lihat keadaan di stadion seperti ruang ganti, fasilitas, museum dan lapangan pertandingan. Pemesanan tiket tur dapat dilakukan secara online ataupun langsung di Kantor Tiket di Juventus Stadion.

Juventus Stadium Menjadi Allianz Stadium

Kandang klub Juventus memiliki nama baru yaitu Allianz Stadium. Perubahan nama ini dilakukan setelah penandatanganan perjanjian kerjasama dengan Allianz dan Lagardère Sports. Nama Juventus Stadium resmi menjadi Allianz Stadium mulai 1 Juli 2017. Nama ini akan bertahan selama enam musim yang berarti hingga 30 Juni 2023.

Kerja sama Juventus dengan perusahaan asuransi dan manajemen aset ternama seperti Allianz mendorong Juventus menjadi lembaga internasional kelas satu sekaligus mampu memperkaya stadionnya.

“Ambisi dan tujuan kami bekerjasama dengan Allianz adalah membuat mereka bisa mendukung kami,” ujar Giorgio Ricci, Co-Chief Revenue Officer Juventus.

Saat Peresmian Stadion Juventus Bertanding dengan Notts County

Mereka bisa saja mengundang Barcelona, Real Madrid, atau Manchester United, untuk bertanding bersama saat acara peresmian Juventus Stadium. Namun mereka tidak melakukan itu. Sebagai gantinya maka instansi Italia mengundang klub yang berada pada urutan ke-12 di tingkat ketiga sepakbola Inggris. Notts County adalah kesebelasan tertua di dunia yang menerima undangan untuk bertanding bersama Juventus pada acara peresmian kandang barunya.

Mereka bertanding dengan hasil seri 1-1. Kemudian giliran Notts County yang mengundang Juventus untuk bertanding di kandang mereka saat ulang tahun klub ke-150. Juventus menerima undangan tersebut tanpa ragu-ragu. Bahkan Presiden Juventus, Andrea Agnelli, berkata jika mereka akan sampai pertama di lapangan.

Bisnis Juventus Menanjak dengan Mendatangkan Ronaldo

Juventus sejak awal mengincar Cristiano Ronaldo untuk bisa membawa klub tersebut meraih gelar juara Liga Champion. Uang senilai 100 juta euro atau setara 1,67 triliun rupiah telah dikeluarkan Juventus untuk mendatangkan Ronaldo dari Real Madrid.

Pengamat ekonomi Italia, Michealngelo Verna, menilai Juventus akan mendapat keuntungan mencapai 50 juta euro atau setara 841 miliar rupiah per tahun. Ini disebabkan kehadiran Ronaldo mampu menaikkan citra Juventus di mata internasional.

Selain menaikkan citra, Ronaldo sangat berpotensi memberikan prestasi bagi klub yang bermarkas di Allianz Stadium itu. Dalam sisi finansial juga Ronaldo bisa menguntungkan. Modal yang dikeluarkan Juventus akan kembali. Ini bisa didapatkan dari hasil penjualan jersey maupun masuknya sponsor baru.

Loading...