Ferland Mendy, Tentang Amputasi dan Kegagalannya di Acara Pengenalan Madrid

Foto: The Journal.ie

Ferland Mendy tak pernah menyangka kariernya akan begitu menanjak. Empat tahun lalu, ia masih bermain di Le Havre, sementara kini ia bermain dengan dukungan dari Santiago Bernabeu di belakangnya.

Nama Ferland Mendy mulai dikenal ketika ia membela Lyon sejak musim 2017/2018. Permainan bagusnya membuat Real Madrid menebusnya senilai 48 juta euro. Namun, cedera membuat cahayanya redup di ibu kota Spanyol. Ia pun mengingat kembali pengenalannya sebagai pemain di Bernabeu yang begitu buruk.

Mendy tengah berjuang menghadapi masalah paha sejak pramusim. Akan tetapi, ada secercah harapan ia akan bisa tampil di tanah kelahirannya, kala Real Madrid bertemu dengan Paris Saint-Germain di Parc des Princes di Liga Champions tengah pekan nanti.

“Saya mengalami kesulitan dalam pengenalan saya, saya sangat stres. Teman-teman saya bilang kalau saya akan gagal, dan pada akhirnya, saya memang gagal.”

“Saya tiba dan saya melihat semua penggemar, dan saya hanya berpikir ‘Oh’. Aku bilang pada diriku sendiri kalau aku tak boleh gagal, bahwa presentasiku bukanlah kejadian yang perlu dibesar-besarkan, tapi itu adalah pertama kalinya dalam hidupku aku merasakan stres seperti itu.”

Mendy sendiri tak aneh pada cedera. Ketika ia masuk akademi Paris Saint-Germain pun ditandai dengan momen yang begitu buruk: ia hampir duduk di kursi roda selamanya.

“Momen tersulit dalam karierku adalah ketika aku mengalami masalah pada pinggangku di Paris Saint-Germain. Dokter yang menanganiku bilang padaku kalau aku harus diamputasi, dan aku duduk di kursi roda dalam waktu yang lama. Enam bulan kemudian, aku belajar berjalan lagi dan aku pikir, akan bagus punya cedera seperti itu, aku percaya,” kata Mendy.

Ketika ditekan untuk bisa kembali ke ibu kota Prancis dalam kondisi yang lebih bahagia, pemain berkebangsaan Prancis itu tak bisa menyembunyikan kegembiraannya.

“Aku dari Paris dan keluargaku akan ada di pertandingan pada Selasa nanti. Ini akan menjadi kesempatan spesial buatku,” ucap Mendy.

Mendy sendiri merupakan keturunan Senegal. Ia lahir di Meulan-en-Yvelines, masih di sekitar Paris. Ia menghabiskan delapan tahun masa kecilnya bersama Akademi Paris Saint-Germain. Mendy pun menjelaskan bagaimana ia menolak untuk kembali ke Paris dan memilih bergabung dengan Lyon.

“Ada kesempatan untuk bergabung dengan PSG saat itu, tapi faktanya, aku tak begitu tertarik. Aku sudah setuju untuk bergabung dengan Lyon saat itu dan aku baru meninggalkan PSG di awal karierku, setelah mereka memberiku kesempatan di tim muda mereka, setelah aku berpikir aku harus diamputasi.

https://www.instagram.com/p/B2eNqaBh4BR/