Apakah David Moyes Jawaban yang Tepat untuk West Ham?

Foto: Twitter West Ham United

West Ham United kembali meresmikan nama David Moyes sebagai manajer mereka. Kali ini manajer kondang tersebut ditugaskan untuk menggantikan posisi Manuel Pellegrini yang dipecat karena serentetan performa buruk. Tugas kedua Moyes ini memiliki tujuan yang sama dengan yang pernah sempat diterimanya dua tahun lalu, yaitu untuk mencegah West Ham terdegradasi.

Bagi pendukung West Ham, rasanya pemilihan David Moyes ini seperti dejavu. Bagaimana tidak? Mantan manajer Everton ini diperkirakan akan kembali ke klub dengan beban tugas yang sama seperti yang pernah ia terima sebelumnya. Moyes seperti sudah dianggap sebagai “spesialis” bagi masalah West Ham saat ini.

Di sisi lain, ia akan mengawali tugasnya dengan menutup kesalahan Manuel Pellegrini pada skuat utama West Ham. Menurut para pundit, kesalahan tersebut merupakan puncak dari masalah West Ham di musim ini. Banyak yang berpendapat bahwa seharusnya tim utama mereka bisa bermain bagus setelah menghabiskan 80 juta paun di bursa transfer kemarin.

Namun apa mau dikata, Manuel Pellegrini justru gagal memanfaatkan kualitas timnya. Eks manajer Manchester City itu hanya mampu mencatatkan 10 kekalahan dalam 14 pertandingan terakhir West Ham. Kekalahan demi kekalahan pun terjadi di tiap pekannya. Bahkan, The Hammers sempat kalah 4-0 dari Oxford yang notabene merupakan tim level bawah kompetisi liga Inggris. Beberapa hasil buruk inilah yang akhirnya membuat Pellegrini dipecat.

Dengan alasan yang sama seperti ketika Slaven Bilic dipecat pada November 2017, West Ham lalu memberikan sebuah pernyataan mereka soal keputusan pemecatan Pellegrini dan pemilihan David Moyes. Mereka menjelaskan, bahwa keputusan memecat Pellegrini mengacu pada kebutuhan untuk “bergerak maju secara positif dan sejalan dengan ambisi mereka.” Padahal, pemilihan Moyes setelahnya menunjukan bahwa ada pengakuan yang jelas kalau mereka sedang berada dalam pertempuran degradasi.

Di satu sisi David Moyes sendiri tidak menyimpan dendam terhadap West Ham, dan ia mendapatkan akses dukungan dari dalam ruang dewan petinggi klub. Oleh sebab itu, penunjukan Moyes terasa sangat-sangat logis dan tepat ketika diputuskan. Walaupun tidak sedikit pula ada yang mempertanyakan; “mengapa West Ham tidak mempertahankan saja Moyes sejak mereka tahu kalau ia adalah orang yang pas untuk klub?”

“Luar biasa saya bisa kembali. Rasanya senang berada di sini. Saya rindu berada di sini karena saya benar-benar menikmatinya. Saya menikmati berada di sekitar stadion dan saya senang berada di bagian klub ini. Saya merindukan klub ini, jadi saya tidak sabar untuk memulai. Saya merasa sangat bangga bahwa saya kembali ke sini di West Ham,” tutur Moyes saat kembali diresmikan West Ham.

“Tapi saya pikir yang lebih penting sekarang adalah saya akan mencari cara apa yang bisa saya lakukan. Saya harus melakukan perbaikan dan peningkatan, dan bagaimana tim ini bisa mendapatkan beberapa kemenangan. Para pemain klub ini harus bisa meraih hal itu.”

“Saya percaya bahwa para pemain di tim ini akan bisa bekerjasama dengan saya. Karena saya yakin, skuat di klub ini sudah lebih baik daripada ketika saya mengambil alih sebelumnya. Jadi saya ingin bekerja sama dengan mereka.”

Salah satu pemilik saham West Ham, David Gold, pun berpikir pihaknya itu salah ketika membiarkan Moyes pergi. Apalagi ketika membiarkan kontraknya tidak diperpanjang setelah membawa klub keluar dari zona degradasi. Menurut Gold, David Sullivan (salah satu pemilik saham yang lain) adalah satu penyebab mengapa hal itu bisa terjadi. Sullivan memiliki visi yang berbeda dari Moyes.

Ia lebih menginginkan seorang manajer yang memainkan sepakbola yang menarik dan dapat membawa pemain terbaik ke klub. Meskipun demikian, Sullivan sendiri tetap mengakui bahwa Moyes telah berhasil membawa The Hammers tampil baik sebelumnya. Maka sekembalinya Moyes ke klub, Sullivan mengatakan kalau dirinya sangat senang menyambutnya kembali.

“David Moyes membuktikan dalam waktu singkatnya dengan klub ini bahwa dia mampu mendapatkan hasil terbaik. Kami percaya dia akan mengubah arah klub ke arah yang benar sekali lagi. Kami sangat senang menyambut dia kembali. Dia sudah mengenal klub dengan baik dan dia membangun hubungan yang kuat selama waktunya di sini,” tandas Sullivan.

Sementara itu, kembalinya Moyes tidak mungkin hanya untuk diproyeksikan sebagai manajer yang ditugaskan membawa West Ham keluar dari degradasi saja. Para suporter sudah haus akan kemenangan dan serangkaian pencapaian yang setidaknya tidak abal-abal di musim ini. Mereka sudah terlampau kecewa dengan Pellegrini, oleh sebab itu tugas Moyes sekarang rasanya akan lebih berat dari sebelumnya.

 

Catatan redaksi: kutipan dilansir dari The Guardian