Setiap Kebelasan Membutuhkan Roberto Firmino

Foto: Dailystar

Liverpool menjadi satu-satunya kesebelasan menyapu bersih lima pertandingan pertama Premier League 2019/2020 setelah mengalahkan Newcastle United 3-1. Setidaknya hingga 16 September 2019, anak-anak asuh Jurgen Klopp unggul lima poin dari pesaing terdekat mereka Manchester City. Pep Guardiola selaku nakhoda the Citizens bahkan ‘memberikan ucapan selamat’ kepada Liverpool setelah tim asuhannya ditekuk Norwich City 2-3.

“Selamat Liverpool, kalian menjuarai liga. Sekarang sudah September, apalagi yang dapat kita lakukan?,” kata Guardiola. Ucapan itu tentu bukanlah sebuah bendera putih dari kubu Manchester biru. Sekedar sarkas. Namun, lima poin memang merupakan selisih tertinggi di Premier League setelah lima pertandingan.

Kemenangan Liverpool atas Newcastle United bukanlah sebuah kejutan. The Magpies jadi salah satu kesebelasan yang diyakini akan berjuang di papan bawah klasemen sepanjang musim 2019/2020. Setelah lima pertandingan, mereka duduk di peringkat ke-17 liga dan hanya selisih satu poin dengan Aston Villa dan Wolverhampton yang mengisi zona merah. Akan tetapi, bukan berarti tidak ada hal menarik yang bisa diulas dari laga tersebut.

Cukup satu kata: Firmino. Sadio Mane mungkin mencetak dua dari tiga gol Liverpool. Tapi, Roberto Firmino yang masuk dari bangku cadangan menggantikan Divock Origi pada menit ke-37 berhasil memberi pengaruh besar dalam kemenangan the Reds.

Ia berhasil memberi empat operan kunci dalam 53 menit waktu bermain. Itu lebih banyak dibanding semua pemain Liverpool, kecuali Trent Alexander-Arnold (7). Bahkan Mane dan Mohamed Salah yang namanya tercatat di papan skor hanya memberikan dua operan kunci selama bermain, 90 menit.

Cara Bobby Firmino mengarsiteki gol Salah juga semakin membuat pengaruhnya terlihat. Berbagai pujian pun dilemparkan kepada dirinya. “Firmino adalah pemain paling penting di Liverpool. Ia adalah alasan lini serang Liverpool hidup,” kata mantan penyerang the Reds, Emile Heskey. “Ya, Firmino adalah pemain kelas dunia,” tulis Gary Neville di Twitter-nya.

Bahkan Steve Bruce yang menangani Newcastle United mengaku teringat akan rekan satu timnya, Eric Cantona, ketika melihat Firmino bermain. “Firmino bisa meliuk-liuk di daerah sempit secara natural. Itu membuat para pemain bertahan kesulitan menjaganya. Dirinya adalah pemain dengan keseimbangan sempurna seperti Cantona,” kata Bruce.

Bruce dan Neville merupakan mantan pemain Manchester United. Rival abadi Liverpool. Tapi mereka tidak ragu memberi pujian kepada Firmino. Pujian untuk Firmino tak selesai sampai di situ. Jose Mourinho, Arsene Wenger, dan Thierry Henry juga mengakui kualitas Firmino. Namun mendapat perbandingan dengan Cantona yang merupakan legenda dari tim rival bisa dibilang sebagai pujian tertinggi.

Firmino mungkin tidak seproduktif Mane ataupun Salah. Tapi ia adalah penghubung yang sempurna untuk Liverpool. Jika bicara secara statistik, mungkin ada lebih banyak pemain yang lebih bersinar dibandingkan Bobby. Tapi secara pengaruh, ia mungkin terbaik.

Dirinya bisa dikatakan seperti Deco di antara Ronaldinho dan Samuel Eto’o. Mirip Marco Reus di antara Paco Alcacer dan Jadon Sancho. Layaknya Ante Rebic ketika main bersama Luka Jovic dan Sebastien Haller. Bagaikan John Guidetti saat membela Celta Vigo bersama Iago Aspas dan Nolito. Kalian dapat intinya.

Bukan Fenomena Baru

FOTO: FIFA | Giroud punya peran penting di Piala Dunia 2018 meski minim gol.

Apa yang dilakukan Firmino sebenarnya bukanlah hal baru. Lihat saja contoh-contoh di atas. Namun, pemain seperti dirinya selalu dibutuhkan oleh tim apapun. Mengingat lagi ketika Birmingham City memiliki Chucho Benitez di lini depan mereka (2009/2010). Atau Afonso Alves saat berseragam Middlesbrough. Meski tidak banyak mencetak gol, mereka adalah pekerja keras di atas lapangan dan sering kali menjadi otak serangan tim masing-masing.

Hanya saja keduanya memiliki nasib berbeda. Jika Benitez diakui sebagai salah satu ikon Birmingham dalam waktu singkat, Alves dicap sebagai pemain gagal. Bukan karena ia tak berguna. Tapi dirinya diboyong dengan harga mahal dari Heerenveen dan ‘terlalu modern’ untuk penyerang masa itu. Mengutamakan mobilitas di atas lapangan dibanding mencetak gol yang dilabeli sebagai tugas utama seorang penyarang.

Contoh lain bisa dilihat dari peran Olivier Giroud di tim nasional Prancis ketika mereka jadi juara dunia pada 2018. Giroud minim mencetak gol. Tapi dirinya ada di mana-mana bahkan sering kali menjadi tembok pertama pertahanan Les Blues sebelum akhirnya menjadi juara.

Menurut Liverpool.com, hal ini sudah dilakukan Firmino sejak 2016. Rekan-rekan satu timnya pun setuju dengan asumsi bahwa Firmino adalah pemain terbaik the Reds. “Saya tak dapat berkata apa-apa untuk menjelaskan kualitasnya. Dia adalah pemain luar biasa. Tak terganti bagi kami,” kata Trent Alexander-Arnold. “Visi yang dimiliki Bobby sangatlah menakutkan,” tambah Andrew Robertson.

Dilihat Bukan Diukur

https://www.youtube.com/watch?v=AXVL7XbXvhs

Natalie Gedra, jurnalis Brasil yang menjadi koresponden ESPN mungkin memberi deskripsi terbaik untuk Firmino. “Ada sebuah perbincangan di Brasil, apakah Firmino adalah pemain terbaik yang pernah kami impor ke Premier League? Tapi beberapa juga menolak. Argumen mereka adalah statistik,” buka Gedra.

“Firmino tidak pernah menjadi topskorer. Firmino tidak pernah ada di puncak daftar pemain dengan umpan terbanyak. Tapi itulah Firmino, pengaruhnya tidak bisa diukur. Anda hanya bisa menyaksikannya,” katanya

“Hal itu sering kali membuat dirinya kurang dihargai. Seakan-akan ada di bawah radar jika kita bicara soal sepakbola Eropa. Tapi, Klopp sendiri mengatakan bahwa apabila Anda cinta dengan sepakbola, pasti bisa lebih menghargai Firmino,” lanjut Gedra.

Banyak kesebelasan yang punya pemain seperti Firmino. Semua kesebelasan butuh sosok seperti Firmino. Tapi Firmino ada di level yang berbeda. Pasalnya, mayoritas dari mereka fokus mengandalkan mobilitas. Sementara Firmino juga dibekali oleh teknik dan visi yang tinggi.

Namun, bagaimana Firmino mempengaruhi permainan Liverpool meskipun tanpa angka statistik tinggi seharusnya dapat membuat pemain-pemain lainnya yang berperan seperti dia lebih dihargai lagi.