Gagal Mengangkat Fulham, Claudio Ranieri Dipecat

Foto: Skysports.com

Fulham resmi memecat manajer mereka, Claudio Ranieri, setelah hanya bertahan selama 106 hari. Kegagalan Ranieri mengangkat Fulham menjadi alasan utama. Untuk sementara, Fulham kini dimanajeri oleh pelatih tim utama mereka, Scott Parker.

Pertandingan terakhir manajer berkebangsaan Italia tersebut adalah ketika kalah 0-2 dari Southampton pada tengah pekan lalu. Hasil tersebut membuat The Cottagers bertengger di peringkat ke-19 dan berjarak 10 poin dari zona aman dengan sisa 10 pertandingan lagi.

Ranieri sendiri tidak ditunjuk dari awal musim. Ia datang pada November 2018 silam menggantikan Slavisa Jokanovic yang dipecat. Naas, Ranieri hanya memenangi tiga dari 17 pertandingannya sebagai manajer Fulham. Awalnya, Ranieri sempat memberikan asa usai menang 3-2 atas Southampton di pertandingan pertamanya. Namun, 11 kekalahan beruntun, termasuk kalah di babak ketiga Piala FA atas kesebelasan League Two, Oldham, membuat kemenangan atas Soton jadi tak berarti.

Chairman Fulham, Shahid Khan, mengatakan begini dalam pernyataan resminya: “Claudio masuk dalam situasi yang sulit, ia mendapatkan warisan skuat yang cuma mendapatkan satu poin dari delapan pertandingan, dan dia memberikan dampak besar dengan membawa klub kami meraih sembilan poin dari delapan pertandingannya sebagai manajer.”

“Meskipun kami tak bisa menjaga langkah kami setelahnya, saya merasa berterima kasih atas kerja kerasnya. Claudio meninggalkan Fulham sebagai teman kami dan dia pasti segera akan meraih kesuksesan.”

“Scott segera ditugaskan hanya untuk membantu kami mengestabilkan keadaan, menumbuhkan, dan menemukan kembali kami sebagai sebuah kesebelasan. Apabila Scott bisa menjawab tantangan itu, dan para pemain kami merespons kesempatan ini, semoga kemenangan akan hadir dalam beberapa bulan ke depan.”

Nama Ranieri dikenal ketika ia melatih Chelsea pada 2000-an. Namanya kemudian berkibar saat secara tak terduga membawa Leicester City menjuarai Premier League pada 2006. Namun, ia hanya bertahan sembilan bulan setelahnya karena gagal membawa Leicester stabil di klasemen. Sempat menangani Nantes, Ranieri kemudian menyetujui kontrak beberapa tahun bersama Fulham yang berada di dasar klasemen setelah hanya meraih lima poin dari 12 pertandingan.

Soal pemecatan ini, Ranieri menyoroti soal hasil kurang baik klub dalam beberapa pertandingan terakhir. “Aku jelas kecewa dengan hasil akhir-akhir ini dan kami tak bisa membangun awalan yang bagus saat pertama kali aku ditunjuk. Terakhir, aku ingin berterima kasih pada klub, para pemain, dan penggemar atas dukungan yang telah mereka berikan selama aku di klub.”

Scott Parker sendiri pernah bermain dan pensiun di Fulham. Ia mengawali kariernya di Charlton Athletic pada 1997, dan pernah bergabung bersama Chelsea, Newcastle United, West Ham United, dan Tottenham Hotspur. Ia bergabung dengan Fulham pada 2013. Parker akan menjadi manajer keenam Fulham dalam 56 pertandingan Premier League terakhir setelah Martin Jol, Rene Meulensteen, Felix Magath, Jokanovic, dan Ranieri.

Parker saat ini berusia 38 tahun. Ia pernah bermain sebanyak 18 kali untuk timnas Inggris. Penunjukkan Parker sendiri terbilang mengejutkan mengingat ia belum punya pengalaman melatih. Namun, ia punya pengalaman sebanyak 600 pertandingan sebagai pemain. Setelah pensiun sebagai pemain, Parker sempat menangani tim U-18 Spurs sebelum kembali ke Fulham untuk melatih tim utama.