OUR NETWORK

Karena Corona, Serie A Musim Ini Bisa Berakhir Cepat

Usai pertemuan yang dilakukan pada Selasa (10/3) kemarin, Federasi Sepakbola Italia, FIGC, menyatakan bahwa Serie A musim ini bisa tak selesai karena merebaknya virus corona. Dalam pernyataan resminya, FIGC mengonfirmasi bahwa Serie A akan mengikuti anjuran pemerintah dengan menghentikan kompetisi hingga 3 April mendatang.

Presiden FIGC, Gabriele Gravina, pun memberikan opsi alternatif kalau musim ini tak bisa diselesaikan. Ada beberapa opsi yang bisa dilakukan mulai dari membuat babak play-off, tak memiliki juara buat musim 2019/2020, atau mengakhiri musim sesuai dengan klasemen terakhir.

Babak play-off akan digunakan untuk menentukan juara liga, mereka yang lolos ke kompetisi Eropa, dan tiga klub yang akan terdegradasi ke Serie B. Akan tetapi, kalau akhirnya juara liga ditentukan berdasarkan klasemen terakhir, maka Juventus akan menjadi juara Italia untuk kesembilan kalinya secara beruntun.

Hingga pekan ke-26, Juventus ada di puncak klasemen dengan 63 poin. Si Nyonya Tua terpaut satu poin dari Lazio di peringkat kedua. Pekan lalu, tiga poin Juventus didapatkan dari rivalnya di papan atas, Inter Milan, dengan kemenangan 2-0.

Pekan lalu, pada hari Minggu, ada lima pertandingan yang digelar, termasuk Juve vs Inter dan AC Milan vs Genoa. Dua pertandingan ini sama-sama digelar tanpa penonton. Sementara itu, pertandingan terakhir yang digelar di Serie A adalah partai Sassuolo menghadapi Brescia pada Senin, beberapa saat sebelum Pemerintah Italia mengeluarkan dekrit untuk isolasi seluruh negeri.

Masih tersisa 12 pekan untuk mengakhiri musim ini. Ada pula empat pertandingan lain yang tertunda, serta leg kedua semifinal Coppa Italia. Opsi alternatif ini akan didiskusikan pada 23 Maret nanti.

Berdasarkan BBC, terakhir kali Serie A tak punya pemenang terjadi pada 2004/2005, ketika gelar Juventus dicopot karena skandal pengaturan skor yang terkenal dengan nama Calciopoli. Gelar juara yang ditentukan lewat play-off terjadi pada 1964 ketika Bologna mengalahkan Inter Milan, setelah kedua tim finis dengan poin yang sama.

View this post on Instagram

Usai pertemuan yang dilakukan pada Selasa (10/3) kemarin, Federasi Sepakbola Italia, FIGC, menyatakan bahwa Serie A musim ini bisa tak selesai karena merebaknya virus corona. Dalam pernyataan resminya, FIGC mengonfirmasi bahwa Serie A akan mengikuti anjuran pemerintah dengan menghentikan kompetisi hingga 3 April mendatang. . Presiden FIGC, Gabriele Gravina, pun memberikan opsi alternatif kalau musim ini tak bisa diselesaikan. Ada beberapa opsi yang bisa dilakukan mulai dari membuat babak play-off, tak memiliki juara buat musim 2019/2020, atau mengakhiri musim sesuai dengan klasemen terakhir. . Babak play-off akan digunakan untuk menentukan juara liga, mereka yang lolos ke kompetisi Eropa, dan tiga klub yang akan terdegradasi ke Serie B. Akan tetapi, kalau akhirnya juara liga ditentukan berdasarkan klasemen terakhir, maka Juventus akan menjadi juara Italia untuk kesembilan kalinya secara beruntun. . Hingga pekan ke-26, Juventus ada di puncak klasemen dengan 63 poin. Si Nyonya Tua terpaut satu poin dari Lazio di peringkat kedua. Pekan lalu, tiga poin Juventus didapatkan dari rivalnya di papan atas, Inter Milan, dengan kemenangan 2-0. . Pekan lalu, pada hari Minggu, ada lima pertandingan yang digelar, termasuk Juve vs Inter dan AC Milan vs Genoa. Dua pertandingan ini sama-sama digelar tanpa penonton. Sementara itu, pertandingan terakhir yang digelar di Serie A adalah partai Sassuolo menghadapi Brescia pada Senin, beberapa saat sebelum Pemerintah Italia mengeluarkan dekrit untuk isolasi seluruh negeri. . Masih tersisa 12 pekan untuk mengakhiri musim ini. Ada pula empat pertandingan lain yang tertunda, serta leg kedua semifinal Coppa Italia. Opsi alternatif ini akan didiskusikan pada 23 Maret nanti. . Berdasarkan BBC, terakhir kali Serie A tak punya pemenang terjadi pada 2004/2005, ketika gelar Juventus dicopot karena skandal pengaturan skor yang terkenal dengan nama Calciopoli. Gelar juara yang ditentukan lewat play-off terjadi pada 1964 ketika Bologna mengalahkan Inter Milan, setelah kedua tim finis dengan poin yang sama. . . . #SerieA #LigaItalia #Italy #Coronavirus #Juventus #Inter #Lazio #Berita #Bola #Sepakbola #Indonesia #Corona

A post shared by LigaLaga (@ligalaga.id) on

Loading...