OUR NETWORK

Masa Depan San Siro yang Dipertanyakan

Beberapa hari terakhir, Serie A dikejutkan dengan kabar Juventus yang mempertimbangkan untuk membeli Stadion San Siro. Di sisi lain, stadion tersebut dimiliki oleh Pemerintah Kota Milan dan disewa oleh dua klub Milan, AC Milan dan Inter Milan. Lantas, bagaimana kelanjutannya?

Kabar ini dikemukakan media Italia, Tuttosport, yang menggambarkan ketidakpastian mengenai masa depan stadion ikonik tersebut. Hal ini tak lepas dari pernyataan Presiden AC Milan, Paolo Scaroni, yang mengonfirmasi kalau pihaknya berencana membangun stadion baru.

“Kami akan membangun San Siro yang baru di area yang sama. Stadion yang lama akan diratakan dan akan dibangun konstruksi baru di atasnya,” kata Scaroni.

Dikutip dari Ansa, Scaroni menyatakan kalau mereka akan membangun stadion baru di lahan San Siro saat ini yang rencananya akan diratakan. Rencana ini dikemukakan bersama CEO Inter Milan, Alessandro Antonello. Ketika ditanya apakah proyek ini akan dikerjakan oleh kedua klub, ia menjawab, “Tentu saja.”

Akan tetapi menurut sejumlah laporan, AC Milan dan Inter diancam untuk tak membangun stadion baru di San Siro. Walikota Milan, Beppe Sala, menawarkan gagasan pada kedua kesebelasan untuk membeli stadion berusia 97 tahun tersebut untuk direnovasi. Namun, tawaran ini ditolak.

Lalu, harian yang berbasis di Turin, Tuttosport, memberikan saran yang provokatif. Mereka menyebut kalau Juventus bisa membeli San Siro sesuai dengan angka yang ditawarkan Sala yakni senilai 70 juta euro. Gagasan ini digambarkan bukan cuma angan-angan, tapi sesuatu yang realistis dan hipotesis asli yang masuk akal dalam sudut pandang finansial.

Ini tak lepas dari kapasitas Allianz Stadium Juventus yang hanya 41 ribu kursi. Di sisi lain, jumlah penonton Juventus terus bertambah sehingga mereka memerlukan stadion yang lebih besar. Untuk itu, gagasan untuk membeli stadion seperti San Siro untuk bermain di pertandingan besar seperti Liga Champions masih bisa dijajaki.

Sementara itu, penolakan yang dilakukan Milan dan Inter tak lain karena satu alasan, yakni mereka ingin membangun stadion baru. Milan dan Inter merasa kalau San Siro kini dianggap tak lagi sesuai dengan tujuan mereka.

Milan dan Inter melihat struktur stadion tersebut tak sejalan dengan sepakbola modern baik buat klub maupun buat para penggemar. Di sisi lain, renovasi San Siro untuk menyamai fasilitas stadion modern akan menghabiskan empat tahun dengan biaya besar.

Keseriusan Milan dan Inter diperlihatkan lewat desain stadion yang sudah dipersiapkan. Milan dan Inter bahkan sudah bertemu dengan dewan kota untuk mendiskusikan detail proyek stadion. Saat ini, setidaknya ada dua desain yang siap dibangun: pertama, desain dengan menara kaca yang membiarkan cahaya masuk ke dalam. Ini merupakan penghormatan kepada Milan Duomo yang ikonik. Sementara desain yang kedua menyerupai dua cincin kawin yang saling melintang.

Dua perusahaan yang bersaing dalam pembangunan rancangan stadion tersebut yakni Populus, perusahaan asal Amerika Serikat, serta Manica-Cmr, konsorsium gabungan Italia-Amerika. Desain keduanya termasuk tower dan bangunan di sekitar stadion.

Populus terinspirasi oleh Duomo dan Galleria Vittorio Emanuele II. Mereka pun akan memainkan banyak cahaya dan kaca, yang membiarkan warna yang berbeda muncul tergantung kesebelasan yang bertanding. Konsepnya seperti “Katedralnya Sepakbola” dengan galeri di sekitar area tengah.

Sementara itu, desain Manica-Cmr lebih ke arah modern meski tetap menonjolkan konsep tradisional. Ciri khasnya adalah dua cincin besar yang melintang, untuk melambangkan koeksistensi kedua klub di rumah yang sama.

Namun semua desain ini akan sia-sia kalau Juventus benar-benar membeli San Siro. Inter dan Milan malah akan terusir dari Distrik San Siro, dan harus menyewa San Siro tak lagi ke Dewan Kota Milan, melainkan ke Juventus. Gengsi bos!

Loading...