OUR NETWORK

Pep: Manchester City Sulit Memenangkan Apa Pun Hanya dengan Pemain Muda

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, mendesak kesabaran kepada para pemain muda lulusan akademi klub untuk mendapat tempat di tim utama. Guardiola menegaskan bahwa mereka semua masih perlu waktu, meskipun tidak menuntut kemungkinan mereka akan dimainkan seperti yang dirasakan Phil Foden di musim ini.

Seiring dengan itu, Pep Guardiola sendiri punya idealis yang cukup kuat mengenai masalah pemain muda. Ia percaya jika timnya saat ini, Manchester City, tidak dapat bersaing untuk mendapatkan gelar juara Eropa dan liga domestik jika timnya hanya dipenuhi oleh pemain-pemain yang datang dari akademi klub. Sebuah argumen yang mengejutkan, namun faktanya Guardiola sangat punya alasan kuat mengenai hal itu.

Di satu sisi, Guardiola tetap percaya kepada para pemain muda City, termasuk seperti Phil Foden, yang sudah berhasil masuk ke tim utama pasukan The Citizen sejak musim lalu –meski masih belum bermain reguler. Intinya, Guardiola masih memiliki keyakinan besar kepada para pemain muda, namun sekarang mereka belum waktunya bermain banyak. Pasalnya di musim ini, mantan manajer Barcelona itu masuk fokus memainkan para pemain senior untuk menjaga kekuatan skuat utama City.

Situasi semacam itu jelas berbeda dengan apa yang terjadi di klub seperti Chelsea. Mereka memang telah memainkan sebagain besar pertandingan musim ini dengan skuat yang dipenuhi oleh para pemain lulusan akademi klubnya. Namun, itu semua terjadi karena tim milik Abrahamovic tersebut terkena embargo transfer. Maka menanggapi hal ini, Pep Guardiola kemudian mengatakan jika sekarang Manchester City sedang fokus memenangkan gelar lagi, dan oleh karenannya, masih belum tepat untuk para pemain muda memainkan perannya di tim utama City.

“Tim ini perlu memenangkan gelar lagi, dan sekarang tim ini sedang fokus untuk meraihnya. Semua proses untuk para pemain muda membutuhkan waktu, dan cara terbaik adalah langkah demi langkah. Tidak bisa sekaligus. Karena permintaan dari klub adalah tidak memenangkan Liga Champions, jadi kemungkinan mereka bisa bermain di sana setiap saat, atau di semua kompetisi selain di liga. Yang jelas, tim utama Citu lebih membutuhkan pemain senior,“ tutur Pep Guardiola dilansir dari The Guardian.

“Ketika mereka (pemain muda) punya bakat terbaik, mereka pasti akan bermain. Tetapi pada saat yang sama, mereka harus bersaing setiap hari untuk bertarung dengan tim yang terbaik di Inggris dan Eropa. Untuk itu, tim ini masih lebih membutuhkan David Silva, Kevin De Bruyne, Sergio Agüeros dan Fernandinho. Karena jika dasar dari tim ini diisi oleh pemain yang masih muda, kami tidak mungkin meraih gelar apa pun.”

Di sisi lain, Phil Foden pernah dilabeli sebagai pemain berbakat diusianya oleh Pep Guardiola, dan pemain asal Inggris yang berusia 19 tahun itu sudah tampil tiga kali di musim ini. Menanggapi hal tersebut, Guardiola lalu mengatakan bahwa Foden harus terus bersabar, karena ia akan dimainkan di musim ini dan di musim berikutnya jika ia terus tampil baik.

“Saya tidak berbicara dengannya, sehingga saya tidak tahu secara detil. Yang jelas saya menyakinkan dia (Foden) untuk bersabar. Saya tidak melihat usia untuk tim saya. Jika pemain ingin main, mereka akan menunjukkan yang terbaik, jika tidak, mereka pasti sadar sendiri. Semua orang tahu persis apa pendapat saya tentang Phil Foden. Dia akan banyak bermain musim ini dan mungkin musim berikutnya,” jelas mantan pelatih Bayern Munich itu.

Terlepas dari semua itu, sejak John Stones dan Aymeric Laporte cedera, Pep Guardiola terpaksa memainkan Fernandinho sebagai bek, dan ia diduetkan bersama Nicolás Otamendi di barisan pertahanan. Atau, Guardiola memakai cara lain dengan memasangkan pemain muda Eric García dan Taylor Harwood-Bellis di lini pertahanan seperti yang ia lakukan di Preston. City pun hanya kemasukan sekali dalam lima pertandingan terakhir mereka dengan skema seperti itu. Hanya saja sayangnya, skema seperti itu tampak tidak berguna ketika mereka kalah dikandang sendiri oleh Wolves akhir pekan lalu.

 

Sumber: The Guardian

Loading...