Coutinho Bisnis Terakhir Barcelona dan Liverpool?

Foto: Mirror.co.uk

Setelah Philippe Coutinho mencetak gol ke gawang Manchester United di pertemuan kedua babak delapan besar Liga Champions 2018/2019, selebrasi dari pemain Brasil itu menjadi sebuah kontroversi. Menutup telinga dan memejamkan matanya seperti tidak peduli pada suporter Barcelona yang ada di hadapannya.

Sejak didatangkan dengan dana 135 juta euro dari Liverpool pada musim dingin 2018, performa Coutinho memang belum mencapai level Neymar atau Lionel Messi. Padahal sekilas, ketiganya memiliki gaya bermain yang sama meskipun mengisi peran berbeda. Sekilas. Ingat saat Coutinho pertama datang ke Camp Nou?

Dream Team FC memberitakannya dengan judul “Neymar digantikan oleh sahabat masa kecilnya”. Sementara ESPN menyebut Coutinho sebagai salah satu opsi pengganti Neymar bersama dengan Ousmane Dembele dan Kylian Mbappe. Namun kenyataannya, Coutinho tak sesuai dengan ekspektasi.

Mengisi posisi yang sama dengan Neymar, Coutinho baru terlibat dalam 32 gol dalam 70 penampilan bersama Barcelona. Jauh di bawah Neymar yang bisa memberikan kontribusi 30 gol hanya dalam 41 penampilan pertamanya bersama Blaugrana.

Menurut Kepala Pelatih Barcelona, Ernesto Valverde, kritik adalah hal yang biasa. “Semua pasti akan dikritik. Tidak terkecuali Coutinho. Saya tidak akan membicarakan gestur yang ia lakukan saat selebrasi. Semua orang menyukai sebuah sensasi,” kata Valverde.

Meski demikian Barcelona juga disebut siap kehilangan Coutinho. Bahkan rela menjualnya tanpa harus balik modal. Barcelona kabarnya rela menerima dana setidaknya 90 juta pauns untuk Coutinho. Sejauh ini tak ada kesebelasan yang berminat. Liverpool sempat dikatakan berminat mengembalikan Coutinho. Tapi hal itu kemudian dibantah.

“Sejauh ini Coutinho bahagia di Barcelona. Ia selalu berlatih dan berusaha untuk mendapat rasa percaya diri seperti sebelumnya. Namun semua pihak yang terlibat dengan klub terus memantau minat padanya,” kata seorang sumber kepada ESPN.

McGarry dari The Transfer Window juga melihat peluang kembalinya Countiho ke Anfield sangatlah kecil. “Klopp merasa tim yang ia miliki saat ini lebih seimbang dibanding saat masih memiliki Coutinho,” klaim McGarry.

Biaya Minimal yang Mahal

Foto: FA Tube / Youtube

Barcelona dan Liverpool memang bukan kesebelasan yang memiliki hubungan erat dalam urusan transfer pemain. Liverpool hanya pernah memboyong Luis Garcia dan Jari Litmanen dari Barcelona. Sementara Barcelona hanya membeli Luis Suarez dan Javier Mascherano sebelum Coutinho mendarat di Camp Nou.

Coutinho juga menjadi pemain termahal dalam sejarah transaksi kedua klub. Jika biaya transfer Suarez dan Mascherano digabung sekalipun, hanya akan mencapai 102 juta euro. Lebih murah dibandingkan Coutinho seorang. Kenyataannya, Liverpool merasa rugi telah melepas dua pemain pentingnya dengan harga semurah itu.

Setelah Coutinho dijual ke Barcelona, mereka akhirnya disebut membuat perjanjian dengan pihak Katalunya. The Reds tak akan menjual pemain lagi ke Barcelona apabila dana yang disodorkan Blaugrana kurang dari 115 juta euro.

Itu mengapa saat Mohamed Salah bisa dikaitkan dengan Juventus. Atau Sadio Mane disebut menarik minat Real Madrid, Barcelona tidak diikutsertakan dalam persaingan. Mereka justru dikaitkan dengan penyerang Manchester United, Marcus Rashford, meski posisi Liverpool ada di atas the Red Devils pada musim 2018/2019.

Biasanya Barcelona selalu dikaitkan dengan pemain-pemain terbaik. Aneh nama Salah tak masuk radar Blaugrana. Tapi begitulah kenyataannya. Performa Coutinho di Camp Nou juga tidak membantu. Sebagai pemain termahal yang pernah dibeli Barcelona dari Liverpool. Ia lebih buruk dibandingkan Mascherano atau Suarez. Melakukan perjudian yang lebih mahal akan menjadi langkah bodoh bagi Barcelona.

Tidak Memiliki Ketergantungan

Foto: AS

Dengan tawaran minimal lebih dari 100 juta euro, akan sangat sulit melihat pemain Liverpool mendarat di Camp Nou pada masa depan. Sejatinya, hal ini tak membatasi pemain Barcelona untuk pergi Liverpool.

Hanya Barcelona yang dilarang menawar kurang dari 115 juta euro. Tapi Liverpool sendiri juga sudah tidak pernah mendatangkan pemain Barcelona setelah membeli Luis Garcia pada 2004. Apakah ini akhir dari hubungan bisnis Liverpool dan Barcelona?

Untuk sementara waktu sepertinya begitu. Mungkin Salah atau Mane tidak akan ke Camp Nou. Suarez dan Coutinho tidak akan kembali ke Anfield. Namun sejatinya, kedua tim ini tidak memiliki ketergantungan antara satu sama lain.

Sepanjang sejarah, Liverpool lebih memilih transfer pemain dari dalam negeri. Melakukan bisnis dengan kesebelasan seperti Southampton dan Newcastle United. Sementara jika ada kesebelasan dari luar negeri yang paling sering menjadi tempat pembelian Liverpool, tim itu adalah AS Roma. Doni, Fabio Borini, Alberto Aquilani, hingga Salah serta Alisson, semua dari Roma. Bukan Barcelona.

Sedangkan Barcelona lebih sering mencari pemain dari Sevilla dan Arsenal. Liverpool mungkin salah satu distributor utama yang dimiliki Barcelona di Inggris. Namun the Gunners menyumbang lebih banyak pemain ke Camp Nou. Entah itu Giovanni van Brockhorst, Emmanuel Petit, Marc Overmars ataupun Cesc Fabregas dan Thierry Henry.

Sayang saja transaksi terakhir mereka meninggalkan rasa pahit dalam sejarah bisnis kedua klub. Andai Coutinho bisa memenuhi ekspektasi, mungkin dana 115 juta euro tak akan jadi masalah bagi Blaugrana.