Penantian Ajax Mencari Pengganti Matthijs de Ligt

Foto: Valeraaldia.com

Ajax Amsterdam resmi mengontrak bek asal Argentina, Lisandro Martinez dengan kontrak empat tahun. Diboyong dari Defensa y Justicia dengan dana 6,3 juta paun, Ajax disebut telah menemukan pengganti sepadan untuk Matthijs de Ligt.

Martinez merupakan salah satu pemain kunci Defensa di Superliga Argentina 2018/2019. Tampil 25 kali sepanjang musim, Defensa hanya menelan dua kekalahan sepanjang musim. Selisih dua poin dari Racing Club, membuat mereka mengakhiri musim sebagai runner-up liga. Itu adalah posisi tertinggi mantan klub Jonas Guttierez (eks-Newcastle United) sejak promosi ke divisi utama sepakbola Argentina.

Menurut data WhoScored, Martinez merupakan bek tengah terbaik di Superliga 2018/2019. Rata-rata, ia membersihkan bola dari daerah berbahaya 4,1 kali per laga. Memotong aliran bola 2,1 kali dan hanya melakukan satu pelanggaran per pertandingan. Hanya Matias Rojas yang memiliki kontribusi pertahanan lebih baik di Defensa. Rojas juga bukan seorang bek, tapi gelandang.

Dari Daily Mail hingga Squawka percaya bahwa Martinez adalah pengganti De Ligt. Apalagi dirinya bukanlah satu-satunya bek yang telah didatangkan oleh Ajax. Sebelumnya, mereka juga telah mengontrak bek Heerenveen keturunan Amerika Serikat, Kik Pierie.

Fokus Belajar

Foto: Teller Report

Pierie awalnya diincar Southampton. Ia adalah generasi penerus dari jajaran bek akademi Heerenveen setelah Justin St.Juste dan Jeffrey Gouweleeuw. Piere sempat diisukan akan mengikuti jejak St.Juste ke Feyenoord. Namun dirinya tidak bisa menolak Ajax.

“Ajax adalah kesebelasan yang luar biasa. Gaya permainan mereka sesuai dengan saya,” aku Pierie. Mantan nakhoda Heerenveen, Foppe de Haan juga mendukung keputusan itu. “Kik [Pierie] masih butuh belajar untuk menjadi bek tangguh. Tapi dirinya sangat nyaman menguasai bola. Pilihan tepat untuk Ajax,” kata de Haan.

Sama seperti Martinez, saat Pierie berhasil dikontrak oleh Ajax, ia juga disebut sebagai pengganti de Ligt. Padahal seperti kata de Haan, dia masih butuh banyak belajar agar dapat menjadi bek tangguh. Begitu juga dengan Martinez.

“Saya pasti akan membantu Ajax. Tapi saya datang ke sini karena Ajax adalah sekolah sepakbola. Saya ingin memaksimalkan potensi di sini,” aku Martinez. Artinya, baik Pierie dan Martinez masih butuh waktu untuk mencapai level de Ligt. Apalagi keduanya bukanlah pemain jebolan De Toekomst.

“Lisandro [Martinez] masih muda. Dia masih memiliki waktu untuk belajar agar bisa jadi pemain yang lebih baik lagi,” kata Direktur Olahraga Ajax Amsterdam Marc Overmars.

Rumor kepergian de Ligt memang semakin memanas. Setelah Liverpool mundur dari peta persaingan, Barcelona disebut akan jadi pilihan kapten de Godenzonen tersebut. Pemain kelahiran 12 Agustus 1999 itu juga mengaku ingin mengikuti jejak Frenkie De Jong meski masa depannya masih menggantung.

Tagliafico Bukan de Ligt

Foto: Tribuna

Tapi bukan berarti Martinez dan Piere akan menjadi pengganti de Ligt. Bedasarkan rumor yang beredar, de Ligt bukanlah satu-satunya pemain bertahan Ajax diincar kesebelasan lain di musim panas 2019. Bek kiri Ajax, Nicolas Tagliafico juga masuk dalam radar Arsenal dan Atletico Madrid.

Menurut pemandu bakat Groningen yang merekomendasikan Martinez kepada Ajax, Grads Fuhler, bek jebolan akademi Newell’s Old Boys itu lebih mirip dengan Tagliafico dibanding de Ligt. “Saya rasa Ajax sudah mendapatkan pemain berkualitas tinggi. Martinez memiliki potensi untuk jadi lebih baik dari Tagliafico,” buka Fuhler.

“Terlepas dari postur tubuhnya yang tak terlalu tinggi, Martinez memiliki teknik yang cukup baik. Ia senang membantu serangan dan bermain agresif. Dia mirip dengan Maxwell. Ajax telah memantau Martinez selama dua atau tiga tahun. Namun mereka menahan diri karena masih ada Tagliafico. Menurut saya sekarang adalah waktu yang tepat,” lanjutnya.

Hal serupa juga dilihat Overmars. Menyebut Martinez sebagai pemain yang tepat untuk jadi pengganti Tagliafico. “Martinez bisa bermain di berbagai posisi. Kaki kiri jadi andalannya. Ia senang maju membantu penyerangan, sangat mirip dengan kompatriotnya, Tagliafico,” aku Overmars. Membaca ucapan Overmars tersebut, besar peluang Martinez ditunjuk sebagai pengganti Tagliafico. Bukan de Ligt.

Masa depan de Ligt

Ajax juga dirumorkan ingin membawa pulang Toby Alderweireld atau Jan Vertonghen dari Tottenham. Mungkin saat mereka berhasil mendaratkan salah satu nama tersebut, barulah pengganti de Ligt temukan.

Untuk sementara waktu, Matthijs de Ligt masih berstatus pemain Ajax dan kedua bek yang datang ke Johan Cruyff Arena tidak diproyeksi sebagai penggantinya. Mungkin pelapis, tapi bukan pengganti. Melihat masa depan yang masih menggantung, bukan tidak mungkin de Ligt bertahan di Ajax. Lagipula itu juga disarankan oleh seniornya, Johnny Rep.

“Saya berharap de Ligt bertahan satu musim lagi. Ia masih berusia 19 tahun. Tidak ada alasan bagi dirinya untuk terburu-buru pergi,” kata Rep yang juga merupakan jebolan De Toekomst dan menjuarai Liga Champions -saat itu masih disebut European Cup- dua kali beruntun bersama Ajax.